<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450</id><updated>2012-02-16T18:12:23.401+07:00</updated><category term='Nostalgia'/><category term='Puisi'/><category term='Sejarah'/><category term='Humor'/><category term='NOVEL'/><category term='patun'/><category term='Tips'/><category term='pantun'/><category term='Kuliner'/><category term='Cerpen'/><category term='Renungan'/><category term='Realita'/><title type='text'>Diah Chamidiyah Blog</title><subtitle type='html'>Berbagi Sayang Menuai Ilmu dan Barakah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>66</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-973284971625582821</id><published>2012-01-19T13:30:00.001+07:00</published><updated>2012-01-19T13:53:12.040+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOVEL'/><title type='text'>DONGENG UNTUK PUTRI</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hari keenam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri adalah gadis kecil berusia empat tahun. Berkulit putih dan berambut hitam lurus. Hidungnya mungil dengan mata agak sipit. Putri sangat suka bermain, terutama bermain di alam bebas. Bermain merupakan hal yang sangat baik bagi perkembangan otaknya. Jika bermain bersama dengan teman-temannya, Putri suka menjadi pemimpin. Dia akan mengatur jalannya permainan. Tak peduli kawan bermainnya anak yang usianya lebih tua, dia tetap ingin mendominasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hari ini, saya ingin menjemput Putri disekolah. Dan Putri tetap tidak pernah ditunggui selama proses belajarnya. Dia hanya diantar ketika berangkat dan dijemput ketika sudah waktunya pulang. Saya ingin tahu apa saja yang dikerjakan Putri di sekolah, dan bagaimana dia berada di sekolahnya, apakah suka mengganggu temannya, ataukah suka seenaknya sendiri. Saya menjadi penasaran sebab ketika ada pengumuman dari sekolah, pasti dia dengan cerdas akan memberi tahu orang tuanya, seperti tentang banyaknya hari libur setelah ulangan semester.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, aku libur sebanyak lima belas kali. Banyak ya?” katanya sambil menunjukkan kesepuluh jarinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Nah, karena itu, saya jadi penasaran, apa yang dikerjakannya disekolah. Tentu saja saya tidak mau menunggunya dari jam setengah delapan hingga jam sembilan lebih lima belas menit, yaitu waktu bagi Putri untuk belajar, tapi saya datang ketika Putri sudah selesai istirahat yaitu jam sembilan, dan masih ada waktu selama lima belas menit untuk mengamati bagaimana tingkah laku Putri di dalam kelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Saya sudah mengenal sebagian besar guru yang mengajar di kelas Putri, karena sewaktu mendaftar di sekolah ini, saya yang mewakili orang tuanya untuk mengisi formulir dan membayar sejumlah uang sebagai syarat untuk masuk TK, serta memilihkan seragam yang sesuai dengan ukurannya. Karena Putri anak yang bongsor, maka saya memilihkan ukuran XL untuknya. Dan benar saja, sekolah baru berjalan enam bulan alias satu semester, baju seragam Putri sudah pas benar di badannya. Bahkan baju-bajunya banyak yang sudah agak tinggi ukurannya alias sudah kekecilan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Ketika Putri melihat saya berdiri disamping pintu kelasnya, maka mukanya menjadi berbinar-binar. Sudah lama dia ingin ketika pulang sekolah, saya yang menjemputnya. Tapi saya selalu kerepotan untuk menjemputnya karena pagi hari merupakan saat untuk membereskan rumah, memasak dan juga mencuci pakaian. Makanya, baru kali ini saya berkeempatan untuk menjemputnya. Putri sangat senang sekali, dia menjadi semakin bersemangat mengikuti aba-aba dari gurunya. Ketika gurunya menulis angka enam empat, dia dengan mudah mengeja angka tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Ada saat ketika dia duduk dengan manis dibangku, teman sebelahnya, yang juga perempuan, menaikkan kedua kakinya ke atas meja. Dengan santai dan tetap melihat ke depan, Putri pun menurunkan kaki temannya. Rupanya pelajaran sopan santun tertanam kuat pada dirinya. Ketika temannya mencoba untuk menaikkan lagi kakinya, baru Putri menoleh untuk memperingatkan temannya agar tidak mencoba mengulanginya lagi. Dan hebatnya, temannya menurut apa kata Putri. Hah, kecil-kecil sudah mampu mengendalikan teman sebaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Saatnya bagi Putri untuk pulang. Dikelas, Putri menjadi anggota dalam kelompok apel. Setelah membaca doa untuk pulang dan menyanyikan lagu sayonara dalam tiga bahasa (saya kesulitan untuk mengikutinya), maka bu guru di kelas Putri berkata: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Anak-anak, siapa yang paling rapi di tempat duduk, maka akan pulang duluan!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri pun langsung melipat kedua tangannya diatas meja, dan dengan menoleh kesampingnya, dia meminta temannya agar mengikuti dia, duduk tenang dan melipat kedua tangannya. Setelah Ibu Guru menunjuk angka dipapan tulis sekali lagi, dan diikuti oleh teriakan anak-anak menyebutkan angka tersebut, maka:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Apel.....” kata bu guru yang disambut dengan teriakan “YES” sambil mengepalkan tangan oleh Putri dan teman-temannya. Meraka pun maju ke depan kelas untuk salim pada bu guru serta mencium tangan bu guru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Saya pun segera menangkap tangan mungilnya yang montok. Dengan&amp;nbsp; gembira dia menunjukkan uang sakunya yang masih tetap utuh, Putri tidak jajan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Beli mainan dulu....” kata Putri sambil berbelok ke lapak penjual mainan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Mainan apa?” tanyaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Itu....” sambil menunjukkan buku gambar kecil berwarna pink.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Saya pun segera mengambil buku tersebut dan menanyakan harganya pada penjual yang dikerbuti anak-anak TK, kawan-kawan Putri. Setelah membayar, saya mengajak Putri pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ga mau pulang, ke rumah Budhe saja....” katanya sambil naik ke atas motor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kan Putri belum ganti baju, dan juga tidak bawa susu. Putri mau nanti sebelum tidur tidak minum susu?” kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri pun diam saja, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;setelah sampai dirumahnya, Putri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt; segera turun dari motor .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ayo, seragamnya dilepas, ganti baju dulu, baru kerumah Budhe.” Kataku sambil menangkap tangannya. Putri sudah bersiap-siap untuk lari bersembunyi. Segera dia menghentikan langkahnya dan berdiri dengan diam ketika seragamnya saya buka. Belum selesai mengganti bajunya, Putri sudah berlari dan menghilang dari pandangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Put, jadi ikut kerumah Budhe nggak? Kalau tidak cepat-cepat ganti baju, Budhe tinggal lho!” ancamku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dan berhasil,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Hi... hi... hi... hi.... Budhe, ayo cari Putri ada dimana....” katanya sambil terkikik geli. Suara dari dalam dapur. Dia senang bisa mengerjai saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Segera saya menuju ke dapur, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Putri dimana ya?” kataku sambil pura-pura mencari. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Hi.... hi.... hi... hi... ayo Budhe, cari Putri ada dimana....” kata Putri dari bawah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Saya pun berjingkat ke sisi yang satunya supaya Putri tidak tahu kalau dia sudah saya temukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nah, sekarang Putri tertangkap ....” kataku sambil mendekap Putri dari belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ha... ha... ha... ha.... lepasin Budhe, geli ini lho...” kata putri sambil tertawa terbahak-bahak. Ramailah suasana dirumah Putri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tumben Putri mau tertawa, biasanya dia diam saja. Bahkan kutawari kue juga tidak mau.” Kata Ibuku sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Putri yang seperti bola bekel, meloncat kesana dan meloncat kesini dengan riang gembira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ya sudah, bawa saja kerumahmu, kalau dirumah, Putri tidak mau makan kue, apalagi makan nasi. Cuma minum susu saja. Aku jadi kuatir Putri akan kekurangan gizi.” Kata Ibuku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Putri kan tau, neneknya sudah tidak kuat memasakkan sesuatu untuk lauknya, bu. Apalagi melihat Ibu berjalan dengan dipapah oleh Papa atau Mama nya, makanya dia merasa kasihan kalau merepotkan Ibu.” Kataku sambil mengelus-elus tangan Ibuku, yaitu neneknya Putri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri sangat menyayangi neneknya, tapi dia tidak mau jika merepotkan nenek. Makanya dia hanya mau dibuatkan susu saja. Selain itu dia tidak mau. Bahkan untuk mengambilkan baju ganti di dalam almarinya, dia tidak mau minta tolong neneknya. Dia akan mengambil sendiri dengan cara memanjat almari. Untunglah, alamarinya sangat berat, hingga tidak akan jatuh walaupun Putri memanjatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah berhasil mengganti seragam sekolah Putri dengan rok yang bertali belakang, walaupun tak sampai lima belas menit kemudian talinya akan lepas dan menggantung disamping kanan dan kiri badannya, saya segera mengemas susu dan botolnya dalam tas yang suda saya bawa. Kami segera berpamitan dengan nenek Putri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Bu, saya pulang dulu. Biar Putri ikut kerumah saya.” Kataku sambil mencium tangan Ibuku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Jangan lupa, suapi makan ya. Kalau dia mau makan dirumah, pasti tak boleh kerumahmu setiap hari. Biar dirumah saja.” Kata Ibuku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Biarkan saja bu, Putri bisa menemani saya dirumah. Dan rumahku juga jadi ramai kok.” Kataku sambil tersenyum. Memang, kalau berada dirumahku, Putri mau makan siang dengan apa saja yang ada, baik makan siang dengan nugget, telur goreng, ataupun dengan tempe goreng. Bahkan dia juga mau makan buah-buahan, seperti jeruk dan pear, yang sangat jarang dimakannya jika berada dirumah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ayo Putri salim dulu sama Nenek, bilang kalau mau pergi kerumah Budhe...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nek, Putri mau main kerumah Budhe..” kata Putri sambil mencium tangan Ibuku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Hati-hati dijalan ya, dan jangan nakal lho...” kata ibuku sambil mengantar kami sampai di depan pintu pagar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;_--------------_&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, Putri lapar, mau makan...” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nuggetnya sudah habis, Budhe belum sempat beli. Mau makan pake apa? Telur campur atau tempe kriuk?” kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Telur campur adalah telur ayam yang berbumbu garam dan sedikit gula yang dicampur dengan mengocok lepas, kemudian digoreng dengan sedikit minyak. Sedangkan tempe kriuk adalah tempe yang dilumuri air garam kemudian digoreng hingga garing. Kedua lauk ini bagi Putri merupakan lauk favorit setelah nugget.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Telur campur saja budhe, jangan terlalu asin lho...” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Segera saya memasak telur goreng. Rupanya bermain petak umpet dirumahnya membuat Putri sangat lapar, buktinya tak lama kemudian nasi dan telur goreng ludes tak tersisa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, Putri mau es teh. Tolong buatin ya?” katanya sambil melihat televisi. Kebetulan film favoritnya sudah mulai, yaitu Franklin si kura-kura.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ditaruh gelas apa dibotol?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Botol...” jawabnya sambil merajuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah menghabiskan es tehnya, kembali Putri melihat film selanjutnya, hingga film Ninja Hatory.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Setelah film ini, tidur ya....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kan belum malam Budhe, tuh langitnya masih berwarna putih, belum berwarna hitam, kok disuruh tidur.” Katanya sambil menengok jendela&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Memang, langitnya masih terang, belum gelap, tapi Putri juga sudah ngantuk, makanya harus tidur, namanya tidur siang.” Kataku sambil tersenyum. Saya tahu, Putri berusaha mencari alasan agar tidak usah tidur siang. Sayangnya, karena tadi sudah bermain hingga kecapekan, makanya sekaranng dia sudah mulai mengantuk. Matanya tampak sangat berat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah film Ninja Hatory selesai,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Sekarang waktunya tidur siang, ayo segera ke kamar!”&amp;nbsp; kataku sambil mematikan televisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Buatin susu, Budhe....” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Naik dulu ketempat tidur ya...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Segera Putri melangkah dengan gontai ke kamar, tampaknya dia sudah sangat mengantuk. Setelah menghabiskan susunya,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ceritai Budhe.....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Cerita apa?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Semut ....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah, dengarkan baik-baik ya...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;IMUT SI SEMUT HITAM&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dahulu kala, semut semut juga dapat berbicara seperti manusia. Selain semut, semua hewan dapat berbicara satu dengan lainnya. Gajah mengetahui bahasa harimau, semut tahu kata-kata gagak dan ular juga paham perkataan tikus. Semua hewan hidup dengan rukun dan damai. Tidak ada permusuhan dan perkelahian. Hutan menjadi rumah bagi kawanan hewan yang sangat ideal.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suatu hari, ketika cuaca sedang mendung, ular yang selalu tidur diatas pohon dengan melingkarkan tubuhnya, terbangun karena suara ribut dari dalam pohon. Rupanya ibu tikus sedang melahirkan anak-anak yang lucu. Semua kerabat tikus ada didalam rumah pohon yang juga ditempati ular. Ularpun menjadi terganggu dan marah. Matanya merah dan lidahnya terjulur. Kemudian Ular pun mendesis dan merayap turun dari atas pohon. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Apa yang terjadi hinggga kalian sangat ramai sekali?” kata ular dengan marah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Oh maaf Tuan Ular, kami baru saja memperoleh anggota keluarga yang baru. Lihatlah, mereka cantik dan lucu-lucu.” Kata ketua Tikus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Selamat, tapi aku harap mereka tidak mengganggu tidurku. Jika mereka mengganggu tidurku, maka aku bisa memakan mereka.” Kata ular sambil pergi, naik ke atas pohon kembali.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Malangnya, suatu hari yang cerah, anak-anak tikus bermain ditempat ular tidur. Bahkan mereka menggigit tubuh ular yang sedang tidur. Anak-anak tikus menyangka badan ular adalah dahan pohon yang biasa mereka gigit. Ular yang sedang tidur terbangun dan marah. Diapun berhasil menangkap salah satu anak tikus tersebut dan langsung menelannya. Anak-anak tikus yang lain menghabur kedalam lubang sambil menangis. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Orang tua tikus pun marah ketika mendengar anaknya ada yang dimakan ular. Tikus pun melaporkan pada raja hutan tentang kematian anaknya akibat ulah ular. Raja hutan mengadakan sidang yang dihadiri seluruh warga hutan. Setelah membacakan jalannya kejadian yang menimpa anak tikus, riuhlah seluruh warga hutan. Mereka terpecah menjadi dua kelompok, yang pertama mendukung keluarga tikus, yang kedua mendukung ular.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Sidang saya tunda, menunggu hasil keputusan dari seluruh warga hutan.” Kata Singa&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Esok hari datang, warga hutan kembali mengahadiri sidang tikus dengan ular. Setelah masing-masing kelompok berdebat dan saling mengeluarkan argumen dengan seru sepanjang hari, tetap saja belum menemukan keputusan yang tepat, siapa yang bersalah. Sidang pun ditunda kembali.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hapir satu minggu berlalu, akan tetapi warga hutang belum memperoleh keputusan yang bulat. Mereka masih terpecah menjadi dua kelompok. Akhirnya, ketika matahari sudah semakin tinggi, Singa mengaum dengan keras dan menerkam rusa yang berdiri paling depan. Rupanya sidang kasus ular membuat semua warga hutan menjadi lapar, karena itu mereka saling memakan satu dengan lainnya. Suasana hutan menjadi sangat mengerikan. Yang kuat memangsa yang lemah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Koloni semut berhasil melarikan diri dan bersembunyi dibalik batu maupun didalam tanah. Ketua dari semut berpidato pada rakyatnya:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Wahai seluruh warga semut. Kita merupakan warga hutan yang paling lemah. Kita tidak punya senjata seperti hewan lainnya. Gajah mempunyai tubuh dan kaki yang besar serta gading yang tajam. Ular mempunyai gigi dan bisa yang mematikan, singa mempunyai cakar dan gigi yang tajam. Bahkan burung pun dapat terbang dan mempunyai&amp;nbsp; paruh yang sangat tajam. Oleh karena itu, kita harus bersatu dan saling tolong menolong. Kita harus rajin bekerja agar ketika musim hujan datang, kita tidak kelaparan.ibarat kata pepatah, ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Demikin saudaraku sekalian, selamat bekerja dengan riang dan giat selalu.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Semua warga semut pun bersorak. Mereka kembali bekerja dengan giat. Sayang, ada salah satu semut yang tidak mau bekerja. Dia hanya bermalas-malasan saja. Imut namanya. Dia merupakan semut hitam yang kecil. Selain malas bekerja, Imut suka mengganggu temannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suatu hari ditepi hutan,terdapat tanaman jagung yang sedang berbuah. Buahnya sangat lebat dan besar-besar. Salah satu semut menemukan tempat tersebut, dan memberitahu semua semut agar segera memanen jagung tersebut. Dia kuatir jika hewan lain mengetahui, maka jagung tersebut akan segera habis.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Semua semut keluar dari sarangnya, dan berbaris mengangkut bulir-bulir jagung yang sudah masak. Semua semut? Ternyata ada satu semut yang tidak ikut bekerja.Yup, Imut si semut hitam mungil. Dia justru duduk bermalas-malasan melihat teman dan keluarganya bekerja. Sesekali dia melempat kerikil ke arah semut kecil yang terlihat kepayahan mengangkut jagung. Akibatnya, semut itu jatuh tertimpa jangung yang dibawanya. Bukannya menolong, Imut tertawa terbahak-bahak,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ha... ha... ha.... makanya, badan kecil jangan bawa yang berat-berat.... ha... ha... ha....” kata Imut sambil makna kacang yang tumbuh didekat sarangnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Cuaca diluar mulai mendung. Tampaknya musim panas telah berlalu, diganti dengan musim hujan. Pada awal musim hujan, imut masih bisa mendapat makanan dari sekitar tempat tinggalnya, akan tetapi ketika hujan semakin sering turun dan cuaca selalu mendung, menyebabkan biji-bijian yang biasa Imut makan menjadi membusuk atau jatuh terbawa oleh air hujan. Imut jadi kesulitan mendapat makanan. Imut mulai mengetuk rumah-rumah tetangga. Akan tetapi semua semut berniat memberi pelajaran pada Imut agar mau bekerja, sehingga tidak ada satu semutpun yang mau memberikan makanan pada Imut.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Perut Imut mulai berbunyi lagi. Sudah dua hari Imut tidak mendapat makanan. Dengan sedih, Imut berjalan keluar dari sarang. Langkahnya agak sempoyongan karena menahan lapar. Tanpa sepengetahuan Imut, dibelakangnya ada semut kecil, yang sering diganggu Imut, membututi Imut. Semut kecil ini kuatir jika Imut mendapat celaka. Benar saja, baru beberapa meter Imut keluar dari sarang, Imut sudah tidak kuat dan jatuh pingsan. Semut kecil pun segera membawa Imut kedalam rumahnya. Dengan telaten dia merawat Imut.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“A... aku dimana?” kata Imut sambil memegang kepalanya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kamu ada dirumahku. Sudah dua hari kamu pingsan karena kelaparan.” Kata semut kecil&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Imut pun segera bangun dan menyalami semut kecil untuk mengucapkan terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Aku berjanji akan giat bekerja supaya jika musim hujan tiba, maka aku tidak akan kelaparan lagi.” Janji Imut. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Semua semut yang berada di rumah semut kecil pun bersorak dan menjabat tangan Imut. Ketua semut kembali berpidato,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Wahai warga semut sekalian, hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kita. Teman, sahabat dan keluarga kita telah kembali menjadi semut sejati. Dialah Imut. Dia sudah berjanji akan giat bekerja. Mulai saat ini, kita harus saling memberikan semangat agar giat bekerja. Maka dari itu, setiap kita bertemu dijalan satu dengan lainnya, maka kita harus bersalamanan, menanyakan kabar dan salaing memberikan semangat agar kita giat bekerja. Setuju?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Setuju....” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Nah, mulai saat itu, setiap semut berpapasan dengan sesama semut, mereka akan bersalaman dan saling memberikan semangat agar giat bekerja. Dan semut selalu bekerja bersama-sama dalam mengumpulkan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nah, ceritanya sudah selesai, sekarang saatnya bagi Putri untuk tidur.” Kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“ Wah, ceritanya seru sekali, Budhe. Putri mau menjadi seperti semut yang giat bekerja.” Kata Putri dengan mata mulai redup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Eh iya, baca doa dulu dong...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baik Budhe, bismika Allahumma ahya wa amut.” Kata Putri sambil merem.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Saya pun membetulkan letak bantal, guling dan menyelimutinya. Kemudian saya mengecup pipi Putri yang bulat. Terdengar dengkuran pelan Putri, tanda bahwa Putri telah pulas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah kata: 2.508&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-973284971625582821?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/973284971625582821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/973284971625582821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/973284971625582821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_19.html' title='DONGENG UNTUK PUTRI'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-641239188600920225</id><published>2012-01-15T20:46:00.003+07:00</published><updated>2012-01-15T20:48:27.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOVEL'/><title type='text'>DONGENG UNTUK PUTRI</title><content type='html'>&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hari Kelima&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;Hari ini hari minggu, kami (saya dan suami) mengajak Putri ke kota untuk berbelanja di Mall. Dengan berboncengan sepeda motor, jam 10.00 WIB kami sampai di satu-satunya mall yang menyediakan area untuk bermain bagi anak-anak. Mall yang lain hanya menyediakan kebutuhan untuk berbelanja saja, tanpa tempat untuk bermain anak. Kami memang tinggal di kota yang kecil, sehingga tidak banyak tempat-tempat rekreasi modern, hanya tempat rekreasi alam, seperti pantai, sungai, danau, waduk, air terjun serta pegunungan. Karena kedamaiannya, kota kami mendapat julukan kota pensiun, sebab kota kami sangat tenang dan jarang sekali terjadi keributan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah sampai di Mall, kami menuju tempat parkir. Saya membangunkan Putri yang terlelap selama perjalanan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Sudah sampai Budhe?” katanya sambil mengucek-ucek matanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Iya, ayo kita masuk. Mau main dulu atau belanja?” &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Main Budhe. Main dulu....” katanya sambil melonjak-lonjak gembira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dengan bergandengan tangan, kami masuk kedalam Mall. Di pintu masuk, kami disambut dengan hawa dingin dari AC yang terpasang ditiap sudut ruangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“ Hiii....dingiiiiiiiiiinnnnnnn.............” kata Putri sambil merapatkan jaket.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kami menuju lift yang akan membawa kami ke lantai tiga mall ini. Tiba-tiba,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, Putri mau naik tangga berjalan itu...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tidak usah naik tangga, kita pakai lift aja, biar tidak capek.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Apa lift itu?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nanti, lihat saja sendiri.” Kataku sambil memencet tombol untuk membuka lift&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kami pun masuk ke dalam lift. Sampai didalam, Putri pun minta untuk digendong, supaya bisa memencet tombol lantai yang dituju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tekan angka tiga.” kataku &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sambil digendong suami saya, Putri pun menekan angka tiga. Dia tampak sangat senang sekali. Hanya dalam hitungan detik, kami pun sampai pada lantai tiga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah berjalan memutari rak-rak barang dagangan, sampailah kami diwahana untuk bermain anak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Saya menukarkan uang sepuluh ribu rupiah dengan sepuluh buah koin untuk bermain. Permainan pertama yang dinaiki Putri adalah motor balap. Untuk dapat menghidupkan motor balap ini membutuhkan dua koin. Setelah memasukkan dua koin kedalam lubang disamping stang motor dan memencet tombol merah didekatnya, motor balap pun mulai bergoyang-goyang. Putri memegang stang motor sambil tersenyum gembira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri berpindah dari satu permainan kepermainan yang lain, dari naik motor hingga mandi bola, memukul tikus dan main prosotan. Dari berbagai permainan tersebut, Putri mendapatbanyak kupon yang bisa ditukarkan dengan mainan atau alat tulis. Nah, karena Putri sangat menyukai menggambar, maka saya pun menukarkan kuponnya dengan alat tulis dan sisanya ditukar dengan permen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah puas bermain, Putri haus, dan minta minum susu. Sebelumnya saya sudah membawa bekal susu dan air mineral. Setelah menerima sebotol susu, Putri pun mencari kursi panjang untuk tiduran. Inilah kebiasaan jelek bagi dia, karena sewaktu minum susu harus sambil berbaring.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kami pun kembali turun ke lantai dasar untuk berbelanja. Seperti saat naik ke lantai tiga, kami pun memakai lift supaya tidak capek. Tetap saja terasa lelah, karena bermain selama satu jam cukup untuk mengurangi lemak ditubuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Tidak seperti biasa, saya mengambil kereta dorong, supaya Putri bisa naik diatasnya, dan dia tidak bosan kalau saya memilih barang-barang untuk kebutuhan dirumah. Setiap melewati rak, Putri pasti berkomentar sambil menunjuk barang-barang di rak ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Itu susu aku....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Itu sabun mandi aku....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Itu sikat gigi aku....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Itu bedak aku...” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dan lain-lain,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Tak terasa, dua jam sudah kami menghabiskan waktu di Mall, perut pun mulai minta diisi. Selesai membayar, kami segera menuju tempat parkir dan berjalan pulang. Sebelum sampai dirumah, kami mampir di restoran yang menyediakan nugget, lauk kesukaan Putri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dengan lahap, Putri pun makan. Sayang, nasi yang dihidangkan agak lembek, yang tidak disukai Putri. Akibatnya, baru beberapa suap, dia sudah tidak mau makan. Dia lebih suka minum dan bermain di halaman restoran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Perjalanan pulang selama empat puluh lima menit terasa sangat panjang bagi Putri. Dan selama itu pula Putri tertidur dengan pulas. Sesampainya dirumah.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ah.... Putri masih mengantuk, Budhe....” katanya sambil rebah di depan TV.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kalau mau tidur, jangan disini, ayo masuk kamar saja, nanti digigit semut lho!” kataku sambil menggandeng tangan mungilnya. Dengan bermalas-malasan, Putri pun bangkit, berjalan dengan gontai ke kamar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tolong buatin susu Budhe...” pinta Putri sambil memejamkan mata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Segera saya pun membuatkan susu satu botol. Belum sempat meminum susunya, Putri pun telah terbang ke alam mimpi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;_---------------_&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sore hari, setelah tidur dua jam, Putri pun bangun. Segera saya membawanya ke kamar mandi untuk pipis dan mandi. Biasanya, kalau Putri mandi, pasti menghabiskan waktu hanpir satu jam, karena sebelum mandi, dengan tanpa pakai baju, Putri akan bermain air terlebih dahulu. Mencampur air dengan sabun mandi, mengisi gelas plastik kosong dengan air sabun, membuat gelembung-gelembung sabun, dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hingga Mama Putri datang untuk mengajak pulang. Kalau yang menjemput bukan Mama, jangan harap Putri mau pulang, bahkan kadangkala Mama pun kesulitan untuk mengajak pulang, hingga membiarkan Putri menginap di rumah saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Putri, Mama sudah datang lho, mau di mandiin Mama atau Budhe?” kataku sambil menggedor pintu kamar mandi. Biasa, kalau sudah dikamar mandi, pintu langsung dikunci dari dalam dan Putri akan bermain sepuasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Aku nggak mau pulang, aku mau nginap disini.” Kata Putri dari dalam kamar mandi sambil berteriak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah membujuk dengan segala cara, akhirnya Mama Putri menyerah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ya sudah, Putri boleh menginap dirumah Budhe, tapi Putri jangan nakal ya.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Iya....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Mama Putri pun pulang dengan tangan hampa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Malam menjelang, setelah capek main game on line, Putri pun mulai mengantuk...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Capek aku....” katanya sambil merebahkan diri di depan TV&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Putri tidak belajar?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Bukunya kan nggak dibawa, Budhe...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ya sudah, sekarang bobok saja di kamar!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kan belum gosok gigi dan cuci kaki, Budhe....” kata Putri sambil beranjak ke kamar mandi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Oh iya, sekalian pipis ya...” kataku sambil melepaskan celananya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;-________________-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ceritain Budhe....” kata Putri setelah menghabiskan satu botol susu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah, dengarkan baik-baik ya, jangan menyela...” &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;BAWANG MERAH BAWANG PUTIH&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Zaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis cantik bernama Bawang Putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Ayah Bawang Putih pedagang yang berhasil, sehingga mereka hidup dengan bergelimang harta dan mereka saling menyayangi satu dengan yang lainnya. Tiba-tiba, suatu hari Ibu Bawang Putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang Putih dan Ayahnya sangat berduka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Sejak ibu Bawang Putih meninggal, ibu Bawang Merah sering berkunjung ke rumah Bawang Putih. Dia sering membawakan makanan, membantu membersihkan rumah atau kadang-kadang Dia datang hanya untuk menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang Putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang Merah, supaya Bawang Putih tidak kesepian lagi, terutama jika dia harus pergi ke kota untuk berdagang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dengan meminta persetujuan dari Bawang Putih, maka ayah Bawang Putih menikah dengan Ibu Bawang Merah. Awalnya Ibu Bawang Merah dan Bawang Merah sangat baik kepada Bawang Putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi Bawang Putih dan menyuruh Bawang Putih mengerjakan semua pekerjaan rumah ketika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang Putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang Merah dan Ibu tirinya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang Putih tidak mengetahuinya. Bawang Putih tidak berani mengadu pada ayahnya karena diancam oleh Ibu tirinya .&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suatu hari ayah Bawang Putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang Merah dan ibunya menjadi semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang Putih. Bawang Putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang Merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Dia juga membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Bawang Putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pagi ini seperti biasa Bawang Putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Setelah sampai di sungai, Bawang Putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Karena terlalu asyik, Bawang Putih tidak menyadari bahwa salah satu baju hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju tersebut telah hanyut terlalu jauh. Bawang Putih berjalan menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ibu, maafkan aku, baju ibu yang berwarna merah hanyut terbawa arus sungai....” kata Bawang Putih sambil ketakutan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan pulang ke rumah kalau belum menemukannya. Mengerti?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hari telah beranjak petang, Bawang Putih terpaksa kembali ke sungai, &amp;nbsp;menuruti keinginan ibu tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari mulai menghilang diganti dengan rembulan, namun Bawang Putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan malam telah semakin larut, Bawang Putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang Putih bertanya:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut disini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ya tadi saya melihatnya, Nak. Kalau kamu segera mengejarnya, mungkin kau bisa mendapatkannya,” kata gembala itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang Putih&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Bawang Putih segera berlari kembali menyusuri sungai. Malam makin larut, Bawang Putih sudah mulai putus asa. Dia belum juga menemukan baju ibu tirinya. Dari kejauhan tampak cahaya lampu dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang Putih segera menghampiri rumah itu, kemudian mengetuk pintunya,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Permisi…!” kata Bawang Putih.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dengan tertatih-tatih, datanglah seorang nenek yang telah renta membuka pintu.&lt;br /&gt;“Siapa kamu nak?” tanya Nenek itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Saya Bawang Putih, Nek. Saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut disungai ini. Apakah Nenek melihat baju berwarna merah?” tanya Bawang Putih.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ya, Cu. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah aku akan mengembalikannya. Akan tetapi, karena sudah malam dan jalan untuk kembali kerumahmu tentu sangat berbahaya, maukah kamu menginap disini?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah Nek...” kata Bawang Putih.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Apalagi jika cucu mau menemani Nenek lebih lama, maka Nenek akan senang sekali, sebab nenek jarang sekali mempunyai teman berbicara.” Kata Nenek itu. Dia kelihatan kesepian. Bawang Putih pun merasa iba. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah Nek, saya akan menemani Nenek selama seminggu, asal Nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang Putih dengan tersenyum.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Selama seminggu Bawang Putih tinggal dengan Nenek tersebut. Setiap hari Bawang Putih membantu membersihkan rumah Nenek, serta memasakkan makanan untuk Nenek. Tentu saja Nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu Bawang Putih tinggal disana.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Nenek pun memanggil Bawang Putih.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Cu, sudah seminggu kamu tinggal di sini. Aku senang karena kamu anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kamu boleh membawa baju ibumu. Dan satu lagi, kamu boleh memilih salah satu dari labu-labu kuning ini sebagai hadiah!” kata Nenek.&lt;br /&gt;Mulanya Bawang Putih menolak diberi hadiah tapi Nenek tersebut tetap memaksanya. Akhirnya Bawang Putih memilih labu yang paling kecil.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kenapa memilih labu yang paling kecil, Cu?” tanya Nenek &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;“Saya tidak kuat membawa yang besar, Nek.” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang Putih hingga depan rumah. Setelah menyusuri sungai, sampailah Bawang Putih dirumahnya. Bawang Merah dan Ibunya terkejut. Mereka menyangka Bawang Putih telah meninggal dimakan harimau atau buaya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Bawang Putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Apa yang terjadi? Kenapa kamu lama sekali, hah?” kata Ibu tirinya sambil marah-marah. Bawang Putih pun menceritakan semua yang dialaminya, dan memperlihatkan labu kuning hadiah dari Nenek. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Cepat belah labunya!” kata Ibu Bawang Merah dengan tidak sabar. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Bawang Putih pun segera pergi ke dapur untuk membelah labu dengan diikuti Bawang Merah dan Ibunya. Alangkah terkejutnya Bawang Putih ketika labu itu terbelah, didalamnya berisi emas permata yang sangat banyak. Mereka terkejut. Ibu tirinya dan Bawang Merah dengan serakah langsung merebut emas dan permata tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Karena ingin mendapatkan harta yang lebih banyak lagi, Bawang Merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Bawang Putih, akan tetapi kali ini Bawang Merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya Bawang Merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti Bawang Putih, Bawang Merah pun diminta untuk menemani Nenek itu. Tidak seperti Bawang Putih yang rajin, selama seminggu dirumah Nenek itu Bawang Merah hanya bermalas-malasan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan Bawang Merah untuk pergi. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena telah menemani selama seminggu?” tanya Bawang Merah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Nenek itu terpaksa menyuruh Bawang Merah memilih salah satu dari labu-labu yang ditawarkan. Dengan cepat Bawang Merah mengambil labu yang paling besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia pergi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sesampainya di rumah Bawang Merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut Bawang Putih akan meminta bagian, mereka menyuruh Bawang Putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang Bawang Merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nah, ceritanya sudah selesai...” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Ternyata Putri telah tertidur dengan nyenyak. Saya segera menyelimutinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Selamat tidur, mimpi yang indah Putri.” Bisikku dan mengecup pipinya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah kata: 2142&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah seluruh kata: 8830&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;br clear="all" style="mso-special-character: line-break; page-break-before: always;" /&gt; &lt;/span&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-641239188600920225?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/641239188600920225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_15.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/641239188600920225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/641239188600920225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_15.html' title='DONGENG UNTUK PUTRI'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7573147753092984238</id><published>2012-01-04T20:43:00.003+07:00</published><updated>2012-01-04T20:44:08.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOVEL'/><title type='text'>DONGENG UNTUK PUTRI</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hari Keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri adalah seorang gadis kecil berusia empat tahun. Rambutnya lurus dan berkulit putih. Matanya agak sipit dan berhidung mungil. Putri gadis yang cerdas dan berani, kecuali dengan jarum suntik. Setiap saya ingatkan tentang jarum suntik, pasti dia tertawa terkekeh-kekeh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suatu hari, Putri datang kerumah saya dengan baju yang basah kuyup. Dia diantar oleh pegawai ayahnya, karena tidak mau dirumah. Putri sepat menangis karena tidak diantar kerumahku. Setelah masuk, saya langsung mengajak Putri ke kamar mandi dan berganti pakaian. Sambil sisiran, Putri pun asik berceloteh,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tadi enak Budhe, Putri main hujan-hujanan.... hi...hi....hi... dingin sekali.” Katanya riang gembira. Tak lama kemudian, Putri pun berdendang didepan jendela, sambil melihat hujan turun,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tik... tik... tik bunyi hujan diatas genting&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Airnya turun tidak terkira&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Cobalah tengok dahan dan ranting&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;pohon dan kebun basah semua...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri bernyanyi sambil bertepuk tangan dengan riang. Karena habis kehujanan, Putri pun sangat lapar. Sambil melihat hujan turun dari dalam rumah, saya menyuapi Putri dengan mie serta telur goreng. Setelah membaca doa, Putri makan dengan lahap, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Rupanya Putri masih bernyanyi, cuma menyanyinya didalam hati. Saat ini, listrik sedang padam, jadi Putri tidak dapat bermain game maupun melihat televisi. Supaya tidak bosan, Putri saya ajak untuk bermain boneka. Semua koleksi boneka yang ada dirumah saya, dikeluarkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Boneka beruang, nah, boneka ini dibawa sendiri oleh Putri dari rumahnya. Boneka kelinci, kura-kura, angsa, ular, micky mouse dan minnie, donal bebek, berang-berang, hingga boneka domba, shoun the sheep. Setelah semua boneka turun dari tempatnya, saya pun membuat panggung sederhana dari meja pendek dengan alas kain dan kain korden yang menutup kedua sisi. Ketika tali yang mengikat kain korden saya tarik, maka akan muncul panggung boneka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Maka mulailah pertunjukan panggung boneka sederhana kami. Saya dan Putri bergantian memainkan boneka-boneka tersebut. Putri sudah bisa menirukan beberapa bunyi hewan-hewan yang menjadi tokoh dalam panggung boneka. Bahkan Putri juga bisa menirukan suara lolongan serigala dimalam hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Auuuuu...... ngeng .... ngeng.... (dengan nada tinggi)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Auuuu.......ngeng...ngeng.... (dengan nada rendah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri juga dapat menirukan suara orang yang mendengkur,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ngrokkkkkkkkkkk.............fyiuh.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Ngrookkkkkkkkk.............. fyiuh...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Begitu suara orang tidur sambil mengorok, Budhe.” Katanya dengan riang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Memang siapa yang tidur sambil ngorok?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Papa Budhe, ngoroknya keceng sekali, makanya Putri tidak mau tidur dengan Papa.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kami memainkan cerita Frangklin si Kura-kura. Boneka beruang bernama Bear, boneka angsa bernama Goose, boneka berang-berang bernama Beaver, persis seperti dalam film kartun. Setelah hampir satu jam bermain dengan boneka-boneka tersebut, Putri pun mulai mengantuk,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, Putri sudah capek main boneka. Putri mau tidur, tolong buatin susu ya...” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah meminum susu dan naik ketampat tidur,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ceritain....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah, tapi bacain buku aja ya .......”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Rupanya, dongeng sebelum tidur siang sudah menjadi sesuatu yang sangat dinantikan oleh Putri. Sambil mengipasi tubuh mungilnya, saya mulai membacakan buku cerita:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kisah Gadis Kecil Penjual Korek Api&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;oleh Hans Christian Andersen&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kisah ini dimulai pada waktu malam hari sebelum hari natal.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Apa hari Natal itu Budhe?” tanya Putri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Hari raya bagi umat Kristen, seperti hari raya Idul Fitri, banyak baju baru, kue-kue dan juga permen.” Putri sudah mulai mempertanyakan sesuatu dalam ceritaku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Lanjutkan apa tidak?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Lanjutin Budhe...”&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Di malam Natal, orang-orang berjalan dengan wajah yang gembira memenuhi jalan di kota. Di tepi jalan itu ada seorang gadis kecil mengenakan pakaian compang-camping sedang menjual korek api. "Mau beli korek api?"katanya kepada pemakai jalan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Ibu, belilah korek api ini." Kata gadis kecil itu kepada seorang ibu yang kaya raya yang sedang melintas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Aku tidak butuh korek api, sebab di rumah ada banyak."katanya dengan ketus&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Tidak ada seorang pun yang membeli korek api dari gadis itu. Gadis kecil itu tidak berani pulang. Kalau dia pulang tanpa membawa uang hasil penjualan korek api, pasti dia akan dipukuli oleh ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Ketika akan menyeberangi jalan. Grek! Grek! Tiba-tiba sebuah kereta kuda berlari dengan kencangnya. "Hyaaa! Awaaaaas!" teriak kusir kereta kuda.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Bukan begitu suara kereta kuda Budhe.... tapi tak tik tuk... kan ada lagunya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pada Hari Minggu keturut ayah ke kota&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Naik delman istimewa ku duduk di muka&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kududuk dekat pak kusir yang rajin bekerja&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Mengendalikan kuda supaya baik jalannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Hey....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suara sepatu kuda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Nah, kan buka grek grek!” seru Putri sambil menggeleng-gelengka kepala dan bertepuk tangan. Ketika mendengan kata kereta kuda, dengan sigap Putri langsung bangun dan duduk, serta bernyanyi seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“ini mau dilanjutkan atau tidak?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Lanjutin Budhe...” jawabnya sambil berbaring kembali&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Karena terkejut gadis kecil itu melompat kepinggir jalan kembali,. Pada saat melompat, sepatu kanan yang dipakainya terlepas dan terlempar entah ke mana. Sedangkan sepatu sebelahnya jatuh di seberang jalan. Ketika gadis itu bermaksud pergi untuk memungutnya, seorang anak laki-laki telah lebih dahulu memungut sepatu itu lalu melarikan diri. "Wah, aku menemukan barang yang masih bagus."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Akhirnya gadis itu berdiri dengan bertelanjang kaki. Di sekitarnya, korek api jatuh berserakan. Sudah tidak bisa dijual lagi. Kalau pulang ke rumah dengan begini saja, dia tidak dapat membayangkan bagaimana pedih hukuman yang akan diterima dari ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Apa boleh buat, gadis itu membawa korek api yang tersisa, dia berjalan dengan sangat lambat karena lelah. Lagi pula gadis kecil itu berjalan dengan bertelanjang kaki, tidak memakai sepatu. Gadis itu melewati sebuah rumah. Terlihatlah sinar yang terang dari jendela rumah itu. Ketika gadis itu pergi mendekatinya, terdengar suara tawa gembira dari dalam rumah. Di rumah, yang dihangatkan oleh api perapian, dan penghuninya terlihat sedang menikmati hidangan natal yang sangat lezat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Gadis itu sedih, hingga meneteskan air mata. "Ketika ibu masih hidup, di rumah aku juga merayakan natal seperti ini." Katanya pelan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dari jendela terlihat pohon natal berkelip kelip dan anak-anak yang gembira menerima banyak hadiah. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Malam semakin larut. Gadis kecil itu masih berdiri dibawah jendela. Akhirnya cahaya di sekitar jendela hilang, dan di sekelilingnya menjadi sunyi. Salju yang dingin terus menerus turun.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sambil menggigil kedinginan, gadis itu duduk tertimpa curahan salju.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Gadis kecil itu merasa sangat lapar dan dia sudah tidak bisa bergerak.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Gadis itu kedinginan. Dia melepas sarung tangan yang dipakainya. Kemudian dia menghembus-hembuskan nafasnya ke tangan. Tetapi, sedikit pun hal itu tidak menghangatkannya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Kalau aku menyalakan korek api ini, mungkin akan sedikit terasa hangat." Kemudian gadis itu menyalakan sebatang korek api dengan menggoreskannya di dinding. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Crrrs… Lalu dari dalam nyala api muncul sebuah tungku pemanas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;"Oh, hangatnya." Gadis itu mengangkat tangannya ke arah tungku pemanas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pada saat api itu padam, tungku pemanaspun menghilang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Gadis itu menyalakan batang korek api yang kedua.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kali ini dari dalam nyala api muncul beraneka macam hidangan. Di depan matanya, tampak berdiri sebuah meja yang penuh dengan makanan hangat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Wow! Kelihatannya enak." Kemudian seekor angsa panggang melayang menghampirinya. Tetapi, ketika ia berusaha menjangkau angsa panggang, apinya padam dan hidangan itu menghilang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Gadis itu segera mengambil korek apinya, lalu menyalakannya lagi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Crrrs! Tiba-tiba gadis itu sudah berada di bawah sebuah pohon natal yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Wow! Lebih indah daripada pohon natal yang terlihat di jendela tadi." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pada pohon natal itu terdapat banyak hiasan lilin yang bersinar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Wah! Indah sekali!" Gadis itu tanpa sadar menjulurkan tangannya lalu korek api bergoyang tertiup angin. Tetapi, cahaya lilin itu naik ke langit dan semakin redup. Lalu berubah menjadi bintang yang sangat banyak. Salah satu bintang itu dengan cepat menjadi bintang jatuh. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Wah, malam ini ada seseorang yang mati dan pergi ke tempat Tuhan, begitu kata Nenek ketika masih hidup." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sambil menatap ke arah langit, gadis itu teringat kepada Neneknya yang baik hati. Kemudian gadis itu menyalakan sebatang korek api lagi. Lalu di dalam cahaya api muncul wujud Nenek yang dirindukannya. Sambil tersenyum, Nenek menjulurkan tangannya ke arah gadis itu. "Nenek!" Serasa bermimpi gadis itu melompat ke dalam pelukan Nenek.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Oh, Nenek, sudah lama aku ingin bertemu." Gadis itu menceritakan peristiwa yang dialaminya, di dalam pelukan Nenek yang disayanginya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Kenapa Nenek pergi meninggalkanku seorang diri? Jangan pergi lagi. Bawalah aku pergi ke tempat Nenek."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pada saat itu korek api yang dibakar anak itu padam.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Ah, kalau apinya mati, Nenek pun akan pergi juga. Seperti tungku pemanas dan makanan tadi..." Gadis itu segera mengumpulkan korek api yang tersisa, lalu menggosokkan semuanya. Semua batng korek api itu terbakar, dan menyinari sekitarnya seperti siang hari. Nenek memeluk gadis itu dengan erat. Dengan diselimuti cahaya korek api, nenek dan gadis itu pergi naik ke langit dengan perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Nenek, kita mau pergi ke mana?" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Ke tempat Tuhan berada." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Keduanya semakin lama semakin tinggi ke arah langit. Nenek berkata dengan lembut kepada gadis itu,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Kalau kita sampai di surga, Ibumu sudah menunggu dan menyiapkan makanan yang enak untuk kita." Gadis itu tertawa senang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pagi hari. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Orang-orang yang lewat di jalan menemukan gadis penjual korek api tertelungkup di dalam salju.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Gawat! Gadis kecil ini jatuh pingsan di tempat seperti ini." Kata laki-laki setengah baya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;"Cepat panggil dokter!" Teriak orang yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Akan tetapi, sebelum mereka membawa gadis kecil itu, dia sudah menghembuskan nafas terakhir. Orang-orang yang berkumpul di sekitarnya menyesalkan kematian gadis itu.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Ibu yang menolak membeli korek api pada malam kemarin menangis dengan keras dan berkata, "Kasihan kamu, Nak. Kalau tidak ada tempat untuk pulang, sebaiknya kau kuajak masuk ke dalam rumah."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Orang-orang kota mengadakan upacara pemakaman gadis itu di gereja, dan berdoa kepada Tuhan agar mereka dapat berlaku ramah meskipun pada orang miskin.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nah, ceritanya sudah selesai. Kita harus berbuat baik kepada semua orang, tidak perduli miskin atau kaya, ya...” kataku sambil menutup buku cerita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kasihan ya Budhe, gadis kecil itu mati.” Kata Putri dengan muka sedih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Eh, iya Budhe, salju itu apa? Es krim ya?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Salju itu warnanya putih, dan dingin seperti es.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Wah enak dong, bisa makan es setiap hari. Budhe, Putri mau es krim.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nanti setelaha bangun tidur. Sekarang saatnya tidur siang. Ayo, baca doa sebelum tidur dulu.” Kataku sambil menarik selimut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri pun membaca doa sebelum tidur, kemudian memejamkan mata. Tampaknya Putri sudah sangat mengantuk. Tak berapa lama kemudian, Putri pun sudah terbang ke alam mimpi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Semoga mimpi indah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah kata : 1605&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah seluruh kata dari bab 1 hingga 4 : 6666&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7573147753092984238?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7573147753092984238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_8430.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7573147753092984238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7573147753092984238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_8430.html' title='DONGENG UNTUK PUTRI'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-6977286580053781759</id><published>2012-01-04T12:03:00.006+07:00</published><updated>2012-01-04T20:50:56.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOVEL'/><title type='text'>DONGENG UNTUK PUTRI</title><content type='html'>&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;HARI KETIGA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri adalah gadis kecil berusia empat tahun. Dia sudah sekolah di TK. Setiap hari, setelah pulang sekolah, Putri datang ke rumah saya. Jarak antara rumahku dengan rumahnya hanya beberapa kilometer, akan tetapi setiap kali datang kerumahku, Putri harus didampingi orang dewasa, karena harus melewati jalan raya. Berkaitan dengan jalan raya, ada cerita tersendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suatu hari saya mengajak Putri ke pasar untuk membeli kembang api. Setelah sampai di kios yang menjual kembang api, kami mencoba mencari penjualanya serta melihat-lihat jenis-jenis kembang api. Ada kembang api yang bisa meledak, ada yang seperti naga, ada pula yang berbentuk bunga. Ternyata penjual kembang api sedang berada diseberang jalan, maka saya menyuruh Putri untuk bersabar menunggu agar penjualnya yang menyeberang. Memang dasar Putri masih kecil dan belum terbiasa untuk menunggu, ketika baru beberapa detik saya menoleh untuk memilihkan kembang api alias lengah mengawasi dia, Putri pun sudah menyeberang jalan di depan pasar. Hampir saja dia terserempet sepeda motor. Saya pun hanya dapat memejamkan mata sambil berteriak memanggil namanya. Tak tanggung-tanggung, saya pun dimarahi oleh hampir semua pengguna jalan. Bukan hanya itu, lutut saya sendiri hampir tak bisa digerakkan karena kaget bercampur dengan kuatir. Untunglah, saat itu pengguna jalan yang lain berjalan dengan pelan-pelan, tak ayal lagi, saya tetap mendapat hadiah omelan, bahkan juga dari penjual kembang api.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Aduh mbak, diawasi dong anaknya, aku sudah tak punya hati nih, kemarin baru saja ada anak yang tertabrak motor, tepat didepan mata saya. Tolong diawasi benar-benar anaknya ya mbak.” Kata penjual kembang api sambil memegang dadanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah membayar kembang api yang dipilih sendiri oleh Putri, saya pun langsung mengajak Putri pulang. Sampai dirumah, saya pun ‘mengintrogasi ‘ Putri atas apa yang telah dilakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kenapa Putri menyeberang jalan sendiri? Kan sudah dibilangi sama Budhe untuk menunggu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Kan Putrisudah tengok kanan dan kiri ketika menyeberang, Budhe.” Katanya dengan wajah polos&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Memangnya kenapa Budhe? Budhe takut?” kata Putri katika melihat saya pucat pasi sambil mencari minum untuk menenangkan debar jantungku. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Iya, Budhe takut kalau Putri tertabrak motor, kan tadi hampir saja Putri tertabrak!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Maaf Budhe, Putri tidak bermaksud membuat Budhe takut.” Katanya dengan muka polos&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, hidupin kembang apinya dong...” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Nanti malam saja, biar kelihatan bagus, kalau siang, cahaya kembang apinya jadi jelek, sini kembang apinya disimpan dalam laci dulu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri pun menaruh kembang api di laci. Kemudian dia lari keluar untuk bermain bersama teman-temannya. Walaupun teman-temannya lebih besar, dia tidak takut. Justru dialah yang menjadi komando bagi teman-temannya. Mereka bermain masak-masakan, petak umpet, dan saling kejar-kejaran. Suasana menjadi ramai sekali. Kebetulan hari ini adalah hari libur sekolah. Rumahku menjadi makin riuh dengan kedatangan keponakan yang lain, yang juga sedang libur sekolah. Putri pun semakin bersemangat dalam bermain. Hingga akhirnya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, Putri sudah capek dan lapar Budhe. Putri mau makan dan minum susu.” Katanya sambil terengah-engah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Sebelum makan dan minum susu, Putri cuci tangan dan kaki dulu, baru makan ya. Mau makan sendiri atau disuapin?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Disuapin Budhe aja.” Katanya sambil mencuci tangan dan kaki dengan sabun mandi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sedangkan semua sepupu Putri sudah selesai makan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, tadi Mas Reza turun ke sungai, katanya mau mencari ikan dan kodok. Kan nggak boleh ya Budhe, di sungai ada buayanya.” Kata Putri sambil melirik kakak sepupunya yang sedang minum. Putri&amp;nbsp; menyebut biawak sungai dengan&amp;nbsp; buaya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Reza merupakan kakak sepupu Putri yang sangat disukainya, karena Reza sangat ngemong dan mau menuruti permintaan Putri untuk bermain apa saja, dari perang-perangan hingga masak-masakan. Reza sendiri baru duduk dikelas dua sekolah dasar, jadi dia juga masih anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Enggak kok, hanya mau melihat air sungai saja. Apakah ada sampahnya atau tidak.” Balas Reza sambil mencoba mengelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Didepan rumahku, sekitar lima ratus meter, mengalir sungai yang lebar dan dalam. Kedalaman sungai ini sekitar enam meter. Jika musim kemarau, hanya tampak sedikit air didasar sungai, dan juga berwarna keruh. Akan tetapi jika musim hujan, maka ketinggian air bisa mencapai empat meter dan airnya berwarna coklat. Tentu saja sungai ini sangat berbahaya bagi anak-anak. Sungai ini sudah sering memakan&amp;nbsp; korban yang tenggelam dan ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Pokoknya, tidak boleh naik ke tanggul sungai, baik untuk melihat air sungai atau utuk mencari ikan, paham?” kataku dengan nada agak tinggi. Sebab saya tidak ingin terjadi sesuatu pada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Sebelum Budhe suapi, Putri baca doa sebelum makan dahulu.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Putri pun membaca doa sebelum makan dengan lancar, dan tak berapa lama makanan dipiring sudah habis tak bersisa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suasana dirumahku agak sedikit sunyi karena semua keponakan sudah kenyang dan bersama-sama menonton TV. Mereka sepakat untuk menonton film kartun. Biasanya, mereka saling berebut untuk mengganti channel televisi sesuai dengan acara favorit masing-masing. Setelah beberapa saat....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, Putri ngantuk, buatin susu ya...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baik, sekarang Putri bobok dulu dikamar dan jangan loncat-loncat diatas kasur ya.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Iya Budhe, Putri tadi sudah capek bermain.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah selesai dengan sebotol susu formula, saya pun&amp;nbsp; beranjak kedalam kamar. Tampak Putri sudah sangat mengantuk dengan ditemani kakak-kakak sepupunya. Setelah menghabiskan satu botol susu...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Cerita Budhe..... cerita....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Iya, cerita dong.” Pinta yang lain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Baiklah, dengarkan baik-baik ya....”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Timun mas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pada zaman dahulu kala, hiduplah sepasang suami istri yang bekerja sebagai petani. Mereka tinggal di sebuah desa di dekat hutan. Mereka hidup bahagia. Pagi berangkat ke sawah, siang membuat anyaman bambu. Mereka bekerja dengan riang gembira. Sayangnya, ada sesuatu yang mengganjal dihati suami istri tersebut. Mereka berdua &amp;nbsp;belum dikaruniai seorang anak pun.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Setiap hari mereka selalu memanjatkan &amp;nbsp;doa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa agar segera diberi seorang anak sebagai pelipur lara. Hingga pada suatu hari, seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu, yang meminta anak. Raksasa ini sangat sakti. Dia pun mendatangi mereka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Wahai petani, aku mendengar kamu sedang meminta seorang anak.” Kata Raksasa dengan suara yang menggelegar seperti halilintar.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Be... benar.... Tuan Raksasa....” kata sang suami dengan terbata-bata, mereka berdua takut sekali kalau dimakan oleh Raksasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ha...Ha...Ha...Ha.... kamu jangan takut, aku tidak akan memakanmu, kamu sudah tua, dagingmu pasti alot... Ha...Ha...Ha...Ha...” kata Raksasa sambil tertawa terbahak-bahak.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suara tawanya bergema hingga jauh kedalam hutan, menyebabkan semua binatang hutan menjadi ketakutan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;Kemudian setelah tawanya mereda, Raksasa &amp;nbsp;memberi mereka biji mentimun.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tanamlah biji ini. Nanti kau akan mendapatkan seorang anak perempuan,” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa,” kata suami istri itu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Tapi ada syaratnya. Ketika &amp;nbsp;berusia 17 tahun anak itu harus kalian serahkan padaku,” sahut Raksasa. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suami istri itu sangat merindukan seorang anak. Karena itu tanpa berpikir panjang mereka menyetujui syarat dari Raksasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suami istri petani itu kemudian menanam biji-biji mentimun itu. Setiap hari mereka merawat tanaman yang mulai tumbuh itu dengan sebaik mungkin. Berbulan-bulan kemudian tumbuhlah sebuah mentimun berwarna keemasan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Buah mentimun itu semakin lama semakin besar dan berat. Ketika buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Betapa terkejutnya mereka, di dalam buah itu mereka menemukan bayi perempuan yang sangat cantik. Suami istri itu sangat bahagia. Mereka memberi nama bayi itu Timun Mas. Mereka bertiga hidup dengan sangat berbahagia. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Tahun demi tahun berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi gadis yang cantik dan sopan. Kedua orang tuanya sangat bangga padanya. Tapi mereka menjadi sangat takut jika Raksasa itu kembali, maka mereka akan kehilangan Timun Mas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Ketika usia Timun Mas enam belas tahun, ayah Timun Mas pergi dari rumah untuk berdoa. Dia memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa adgar diberi jalan untuk mengalahkan Raksasa. Hampir saja Petani tersebut putus asa. Hingga pada suatu malam, tampaklah sesosok orang tua yang telah renta mendatangi tempatnya berdoa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Hai Petani, aku tahu kamu sedang bersedih karena Raksasa hutan ini. Aku akan membantumu untuk mengalahkan Raksasa itu. Ambillah bungkusan ini. Berikan pada anakmu ketika Raksasa itu datang. Suruhlah dia berlari sejauh mungkin.” Kata orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Oh... terima kasih Kek, saya tidak tahu bagaimana caranya membalas kebaikan Kakek.” Kata Petani sambil membungkukkan badan. Ajaib, ketika Dia mengangkat kembali kepalanya, Kakek itu sudah menghilang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Dengan gembira, Petani itu segera pulang kerumah. Besok&amp;nbsp; merupakan hari perayaan ulang tahun Timun Mas yang ke tujuh belas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Pada esok harinya, Raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Petani itu mencoba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas sedang bermain. Istriku akan memanggilnya,” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Petani itu segera menemui anaknya. “Anakkku, ambillah ini,” katanya sambil menyerahkan sebuah kantung kain. “Ini akan menolongmu melawan Raksasa. Sekarang larilah secepat mungkin,” katanya. Maka Timun Mas pun segera melarikan diri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Tapi mereka tidak rela kalau anaknya menjadi santapan Raksasa. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Raksasa menunggu cukup lama. Dia menjadi tak sabar. Dia telah dibohongi suami istri itu. Lalu Dia pun menghancurkan pondok petani itu dan berlari mengejar Timun Mas ke hutan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Karena langkah Raksasa sangat lebar, tak berapa lama kemudian Raksasa dapat mengejar Timun Mas. Raksasa itu semakin dekat dan hampir dapat menangkap Timun Mas. Timun Mas mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Seketika pohon dengan ranting dan duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sementara Timun Mas berlari menyelamatkan diri. Tapi kemudian Raksasa hampir berhasil menyusulnya. Raksasa itu hampir menangkap Timun Mas lagi. Tangannya hampir menyentuh baju Timun Mas.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Timun Mas pun mengambil sesuatu dari kantongnya. Dia menemukan biji mentimun. Timun Mas pun menebarkan biji-biji mentimun. Ajaib, seketika tumbuhlah kebun mentimun yang sangat luas. Raksasa sangat letih dan kelaparan. Ia pun makan mentimun-mentimun yang segar itu dengan lahap. Karena terlalu banyak makan, Raksasa tertidur.Timun Mas segera berlari kembali. Dia berlari sangat kencang, karena takut ditangkap oleh Raksasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Tapi lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi karena Raksasa terbangun dari tidurnya. Kembali Raksasa mengejar Timun Mas. Timun Mas berlari lagi. Tapi Raksasa sungguh kuat. Dia lagi-lagi hampir menangkap Timun Mas. Bahkan selendang Timun Mas sudah berhasil ditangkap Raksasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Maka Timun Mas pun mengeluarkan benda ajaib ketiga. Timun Mas segera mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lalu garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas pun terhampar. Raksasa terpaksa berenang dengan susah payah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Timun Mas kembali melarikan diri. Dia berlari sekuat tenaga. Raksasa lagi-lagi hampir menangkapnya. Timun Mas sangat ketakutan. Ia pun melemparkan senjatanya yang terakhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi terjadi keajaiban. Sebuah danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya hampir menggapai Timun Mas. Tapi danau lumpur itu menariknya ke dasar. Raksasa panik. Ia tak bisa bernapas, lalu tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Alhamdulillah....” kata Timun Mas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Timun Mas lega. Dia telah selamat. Timun Mas pun kembali ke rumah orang tuanya. Ayah dan Ibu Timun Mas senang sekali melihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau telah menyelamatkan anakku,” kata mereka gembira.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Sejak saat itu Timun Mas hidup tenang bersama orang tuanya. Mereka dapat hidup bahagia tanpa ketakutan pada Raksasa.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Ceritanya sudah selesai, sekarang saatnya tidur semua.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Wah, akhirnya Raksasa yang jahat itu mati ya...” kata Reza sambil menghela nafas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Iya, untunglah Timun Mas selamat.” Sahut Putri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;“Makanya, kita tidak boleh jahat pada orang lain, nanti akan terkena hukuman seperti Raksasa, sekarang saatnya untuk tidur siang.” kataku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Kemudian, mereka membaca doa sebelum tidur dan semuanya memejamkan mata. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Selamat Tidur Siang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah kata: 1786&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 1.0cm 397.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah kata keseluruhan: 5.069&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-6977286580053781759?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/6977286580053781759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_04.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6977286580053781759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6977286580053781759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri_04.html' title='DONGENG UNTUK PUTRI'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7093304483464349268</id><published>2012-01-02T11:04:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T20:52:26.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOVEL'/><title type='text'>DONGENG UNTUK PUTRI</title><content type='html'>&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;HARI KEDUA&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Putri adalah gadis kecil berusia empat tahun. Mukanya bulat, dengan hidung mungil dan gigi yang habis dibagian depan, istilah orang Jawa, gigis. Rambutnya hitam lebat dan lurus, kontras dengan warna kulitnya yang putih. Matanya juga agak sipit, mirip orang China. Dia sudah pandai berhitung satu sampai dua puluh, menulis namanya sendiri dan juga kata-kata sederhana. Dia juga pandai membaca hingga huruf O. Dia suka menggambar dan mewarnai. Ketika di TK nya ada lomba mewarnai, Putri memperoleh juara dua. Sejak masih di Play Group, yaitu masa belajar sebelum TK, Putri tidak pernah ditunggui. Dia hanya diantar dan dijemput ketika sekolah. Karena hal itu, ketika Play Groupnya mendapat undangan untuk berlomba di Kabupaten, maka Putri pun diikutsertakan. Jadi sudah ada satu medali dan satu piala karena mengikuti lomba. Putri juga pernah membacakan puisi di depan bapak Bupati, pada usia tiga tahun!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Putri suka bermain game di komputer. Dia juga bisa mengetik namanya sendiri. Putri juga suka melihat film kartun. Hampir semua film kartun dia hafal. Dari Upin Ipin hingga Sponsbob. Dari Franklin si kura-kura hingga Daigunder, robot dari Jepang. Dia suka mengikuti lagu-lagu yang ada di film-film. Dia juga suka mengikuti lagu-lagu iklan tv.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Putri anak yang ceria. Baginya setiap tempat merupakan arena bermain. Dia tidak takut jatuh, terjepit pintu atau tergores. Kakinya selalu kena sesuatu. Pernah kaki putri kena knalpot motor yang masih panas, tapi Putri tidak menangis. Dia hanya bilang kakinya sakit. Itu saja! Setiap berjalan dan kebetulan melewati anak tangga, Putri akan berjalan sambil melompat, seperti kodok katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Jika sedang sakit, Putri juga mudah meminum obat. Sepahit apapun obat itu, dia tetap mau meminumnya. Hanya satu yang dia takutkan, jarum suntik!. Nah sekarang saya cerita tentang ketakutan Putri pada&amp;nbsp; jarum suntik &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Jam 09.30 WIB, Putri pulang dari sekolah. Setelah mengganti seragam sekolah dengan baju berlengan pendek yang berwarna pink (warna kesukaan Putri), saya pun mengantar Putri ke Posyandu. Sebelumnya, saya sudah di SMS mamanya agar menjemput Putri dan mengantarkannya ke Posyandu untuk mengikuti immunisasi atau lebih dikenal dengan PIN, Pekan Immunisasi Nasional. Karena pesan tersebut, saya pun menjemput Putri di TK. Ketika melihat saya yang menjemput, Putri terlihat senang sekali. Sebelum sampai di Posyandu, sayapun memberi tahu Putri bahwa dia harus diimmunisasi, yaitu menelan vitamin A dan disuntik. Dengan marah, Putri menjawab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“ Aku nggak mau disuntik!” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Disuntik tidak sakit kok, seperti digigit semut.” Kataku sambil membujuk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Pokoknya aku nggak mau disuntik!” katanya makin marahi &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Kalau tidak mau disuntik, nanti Putri bisa kena polio, kakinya menjadi kecil, dan kalau jalan memakai tongkat, bagaimana? Mau jalannya pakai tongkat?” kataku sambil terus membujuk. Putri pun diam saja sambil cemberut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Ya sudah, kalau tidak mau immunisasi, Budhe pulang ya.” Kataku sambil berpamitan pada ibuku, Eyangnya Putri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Budhe, aku ikut ke rumah Budhe...” teriak Putri dari dalam kamar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Kalau ikut, harus mau di immunisasi ya.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Putri hanya diam dan langsung naik ke sepeda motorku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Selama perjalanan, saya terus membujuk Putri agar mau di immunisasi. Pekerjaan yang sangat sulit adalah menggoyahkan keyakinan Putri. Jadi, dengan pelan-pelan saya terus membujuknya dengan cara menceritakan akibat anak yang tidak mau ikut immunisasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Sampai didepan Posyandu, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Aku nggak mau di suntik!” kata Putri sambil tetap nongkrong diatas sepeda motor&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Yang penting turun dulu, lihat didalam. Apakah teman-teman Putri menangis ketika disuntik atau tidak.” Kataku sambil menggendong Putri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;‘Uft, lumayan berat juga sih....’&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Sampai didalam Posyandu, Putri melihat seorang anak laki-laki yang menjerit ketika lengannya disuntik oleh Bidan. Putri pun semakin keder. Dia menutupi ketakutannya dengan memasang wajah galak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Akhirnya, tiba giliran Putri untuk disuntik. Dia menjerit dan meronta ketika lengannya dipegang oleh Bidan untuk disuntik. Vitamin A yang diteteskan ke mulut sudah berhasil tertelan, tapi yang susah adalah mengendalikan dia ketika akan disuntik. Sambil meronta dan menjerit, Putri pun dengan sukses mencakar Bidan yang sedang bertugas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Sudah mbak, nanti dirumah Budhe Lim saja, biar dia yang menyuntik Putri.” Kataku sambil menghapus keringat yang bercucuran. Kasihan juga melihat Bu Bidan yang kena cakar Putri. Budhe Lim juga seorang bidan, yang tempat tugasnya bukan di desa Putri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Baik mbak, Nah Putri, disuntiknya dirumah Budhe Lim saja ya.” Katanya sambil mengelus-elus pipinya yang tampak memerah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Sambil menggandeng tangan Putri yang masih meraung-raung, aku pun berjalan menuju tempat parkir sepeda motorku. Baru beberapa langkah, tampak Papa Putri tergesa-gesa menghampiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Sudah di immunisasi?” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Vitamin A sudah, yang belum adalah Polio, sebab harus disuntik.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Ah, masak sudah besar takut sama jarum suntik?” katanya sambil menggendong Putri yang masih terisak-isak, dan membawanya kembali ke Posyandu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Sambil tetap menggendong Putri,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Langsung saja suntik mbak.” Kata Papa Putri pada Bidan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Akhirnya Putri pun berhasil disuntik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;-*-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Karena insiden suntik, maka Putri tidak mau main game dan hanya tiduran sambil melihat TV.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Nah, sekarang Putri harus makan dulu, kemudian minum obat, supaya tidak panas ya, kan habis disuntik.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Huwa....hu...hu....hu...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Putri pun kembali menangis dengan kencang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Obatnya mau dihaluskan atau nggak?” kataku tak memperdulikan tangisannya yang tetap kencang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Di ... ha...lus...in...Budhe...” katanya sambil menahan isak tangis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Saya pun mulai menyuapi Putri makan siang dengan lauk yang sangat disukai Putri yaitu nugget ayam. Setelah makannya habis, giliran obat turun panas yang harus diminumnya, supaya tidak panas setelah di immunisasi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Immunisasi sendiri adalah proses penambahan kekebalan tubuh atau vaksinasi untuk melindungi tubuh dari beberapa penyakit berbahaya, diantaranya penyakit Polio, Dipetri, Pertusis, Tetanus, TBC, dan Campak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah lelah bermain dan menonton TV,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;“Tolong buatin susu, Budhe...” katanya sambil tiduran di lantai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Baik, tapi Putri naik dulu ke tempat tidur, nanti Budhe akan menyusul.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Tiba-tiba terdengan bunyi gedebuk dari dalam kamar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Apa yang jatuh, Put?” tanyaku sambil berlari ke kamar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“He...he..he... tidak ada yang jatuh Budhe, Putri hanya loncat-loncat diatas kasur.” Jawabnya sambil tertawa riang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Sudah dulu loncatnya, sekarang tidur siang.” kataku sambil mengacungkan botol susunya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Mau... mau...mau...” kata Putri sambil meraih botol susunya. Dan membaca doa sebelum makan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;&amp;nbsp;“Allahumma bariklana fi ma rozaktana wa kina adzabannar.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah itu, Putri pun meminum susunya. Beberapa menit kemudian, susu dalam botol telah habis. Sambil menyerahkan botol susu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Ceritai Budhe!” katanya sambil berbaring dan memeluk boneka beruang kesayangannya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Baik, cerita apa?” tanyaku sambil mengelap keringat didahinya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Cerita Gajah ...”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“ Dengarkan baik-baik ya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Pada suatu hari, tampak sekawanan gajah sedang berjalan di dalam hutan. Gajah adalah binatang yang berbadan besar, telingannya lebar, dan hidungnya panjang. Belali nama hidung gajah. Diantara rombongan kawanan gajah itu, terdapat pula gajah-gajah yang masih kecil. Meraka adalah anak-anak gajah,yang bermain kejar-kejaran disekeliling kawanan. Tampak seekor anak gajah yang berwajah murung. Dia tidak ikut bermain bersama teman-temannya. Ibunya dengan heran bertanya,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Kenapa kamu tidak ikut bermain, Gaby?”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby hanya berjalan sambil tertunduk. Dia ingat kejadian kemarin di padang rumput ketika sedang bermain-main dengan kawan-kawannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Hore, sekarang Gaby yang jaga....” teriak teman-temannya dengan riang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby pun berjalan kearah pohon dan menutupkan matanya di batang pohon sambil menghitung...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“ Satu.... dua ..... tiga..... empat....” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby terus menghitung hingga seratus, sedangkan kawan-kawannya segera berlari mencari tempat bersembunyi. Setelah hitungan ke seratus,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;‘Kemana kawan-kawan bersembunyi ya?’ batin Gaby sambil berkeliling padang rumput. Sepi, tak ada satu pun kawannya yang kelihatan. Gaby adalah anak gajah yang suka menendang dan menonjok, jadi teman-temannya ingin memberi pelajarn pada Gaby agar tidak main tangan lagi. Mereka pun bersembunyi di tempat yang hampir tak terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby terus berjalan hingga jauh kedalam hutan. Sampai ditengah hutan, Gaby merasa takut, dia pun mulai menangis terisak-isak. Semakin lama tangisan Gaby semakin kencang. Apalagi hari sudah semakin sore, sebentar lagi malam akan menjelang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Sebenarnya, teman-teman Gaby tidak terlalu jauh bersembunyi. Mereka bersembunyi disekitar padang rumput, dibalik pohon besar, didalam batang pohon yang sudah keropos, dan didalam lubang tanah. Tapi Gaby tidak mau bersusah payah mencari ditempat-tempat tersebut, bahkan dia memilih masuk kedalam hutan. Akibatnya Gaby menjadi tersesat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Hari pun beranjak malam...&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Terdengar suara-suara yang sangat menakutkan. Gaby semakin merasa takut dan juga lapar. Dia hanya sempat makan di pagi hari sebelum bermain. Karena asik bermain, maka dia lupa untuk pulang makan siang.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Tiba-tiba tampak bayangan besar yang semakin lama semakin mendekati tempat Gaby bersembunyi. Gabypun terdiam ketakutan, dia mengira yang datang adalah raksasa yang akan memekannya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Gaby.... Gaby...Gaby... kamu dimana?” teriak suara-suara dikejauhan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby tidak berani menjawab, karena bayangan tersebut sudah semakin dekat pada tempatnya bersembunyi. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Siapa disana?” terdengar suara yang sangat besar dan berat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby semakin ketakutan, tak terasa Gaby pun mengompol&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah beberapa menit kemudian,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“O... jadi kamu yang bikin geger seluruh hutan?” kata suara itu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby pun membuka matanya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“I..iya, aku jangan dimakan ya..” kata Gaby ketakutan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Ha...ha...ha...”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Akhirnya Gaby pun bertemu kembali denngan orangtunya. Dan kawan-kawan Gaby pun dimarahi orang tua mereka. Sebab itulah Gaby tidak lagi berani bermain-main dengan teman-temannya, karena dia yang menyebabkan teman-temannya dimarahi.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Setelah sampai di padang rumput, semua kawanan gajah pun menyebar untuk mencari makan, yaitu rumput.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby pun hanya menyendiri. Karena bosan, Gaby berjalan-jalan sendirian. Dia tidak memperhatikan sekitarnya. Tak terasa Gaby hampir masuk hutan lagi. Dia melihat dari balik rimbun pohon ada seekor singa mengintai Elpy yang sedang bermain petak umpet.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Gaby segera berlari ke kawanan gajah, dan mencari Ibu Elpy.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Sambil ngos-ngosan, Gaby memberitahu ibu Elpy,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Bu, Elpy sedang diincar Singa yang sangat besar, bu... “&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Segera Ibu Elpy membunyikan belalinya, seperti terompet untuk memberi tahu kawanan gajah yang lain, dan segera berlari mencari Elpy.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Akhirnya Singa tersebut berhasil diusir oleh kawanan gajah, dan Elpy pun selamat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Terima kasih Gaby, kamu telah menyelamatkan nyawaku.” Kata Elpy&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Sama-sama, aku juga minta maaf sering membuat kamu jengkel.” Kata Gaby&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Sejak hari itu, Gaby menjadi anak gajah yang baik, dan suka menolong.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Nah, ceritanya sudah selesai, sekarang waktunya tidur siang.” Kataku sambil membetulkan letak selimut dan bantal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;“Makanya jadi anak tidak boleh nakal, kaki dan tangan tidak untuk menendang orang lain atau menonjok, nanti dijauhi teman, ya...” kataku. Putri pun hanya mengangguk. Tanpa banyak protes, Putri pun membaca doa dan mulai menutup matanya. Dia kelihatan sudah sangat mengantuk, mungkin akibat dari obat yang tadi diminumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Bersambung ke hari selanjutnya ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt;Jumlah kata 1615&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 200%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7093304483464349268?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7093304483464349268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7093304483464349268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7093304483464349268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2012/01/dongeng-untuk-putri.html' title='DONGENG UNTUK PUTRI'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-8039305134905412645</id><published>2012-01-01T07:35:00.002+07:00</published><updated>2012-01-01T07:41:56.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='NOVEL'/><title type='text'>DONGENG UNTUK PUTRI</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;HARI PERTAMA&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Putri adalah gadis kecil berusia empat tahun. Mukanya bulat, dengan hidung mungil dan gigi yang habis dibagian depan, istilah orang Jawa, gigis. Rambutnya hitam lebat dan lurus, kontras dengan warna kulitnya yang putih. Matanya juga agak sipit, mirip orang China. Dia sudah pandai berhitung satu sampai dua puluh, menulis namanya sendiri dan juga kata-kata sederhana. Dia juga pandai membaca hingga huruf N. Dia suka menggambar dan mewarnai. Ketika di TK nya ada lomba mewarnai, Putri memperoleh juara dua. Sejak masih di PlayGroup, yaitu masa belajar sebelum TK, Putri tidak pernah ditunggui. Dia hanya diantar dan dijemput ketika sekolah. Karena hal itu, ketika Play Groupnya mendapat undangan untuk berlomba, maka Putri pun diikutsertakan. Jadi sudah ada satu medali dan satu piala karena mengikuti lomba. Pernah pula membacakan puisi di depan bapak Bupati, pada usia tiga tahun!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Putri suka bermain game di komputer. Dia juga bisa mengetik namanya sendiri. Putri juga suka melihat film kartun. Hampir semua film kartun dia hafal. Dari Upin Ipin hingga Sponsbob. Dari Franklin si kura-kura hingga Daigunder, robot dari Jepang. Dia suka mengikuti lagu-lagu yang ada di film-film. Dia juga suka mengikuti lagu-lagu iklan tv.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Putri anak yang ceria. Baginya setiap tempat merupakan arena bermain. Dia tidak takut jatuh, terjepit pintu atau tergores. Kakinya selalu kena sesuatu. Pernah kaki putri kena knalpot motor yang masih panas, tapi Putri tidak menangis. Dia hanya bilang kakinya sakit. Itu saja! Setiap berjalan dan kebetulan melewati anak tangga, Putri akan berjalan sambil melompat, seperti kodok katanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Jika sedang sakit, Putri juga mudah meminum obat. Sepahit apapun obat itu, dia tetap mau meminumnya. Hanya satu yang dia takutkan, jarum suntik!. Nah untuk cerita tentang jarum suntik, akan saya ceritakan pada kisah dilain waktu.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Jam 09.30 WIB, Putri pulang dari sekolah. Setelah mengganti seragam sekolah dengan kaos dan celana pendek, Putri akan datang kerumah saya. Rumah Putri hanya berjarak 2 KM dari rumahku. Tentu saja dia datang dengan diantar oleh ayahnya atau oleh pegawai ayahnya. Ketika datang kerumah saya, benda yang pertama kali dia pegang adalah laptop. &amp;nbsp;Main game ayam frenzi katanya. Dia akan bermain game hingga jam 10.00WIB. Sambil bermain game, saya pun menyuapi makan siang &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Setelah berganti main beberapa game, acara Putri selanjutnya adalah melihat film di spacetoon, dari film Franklin si kura-kura hingga terakhir film Daigundar. Berarti waktu yang dihabiskan nonton film adalah 2 jam, alias 120 menit. Jika tidak dihentikan, Putri akan menonton tv hingga malam hari. Nah, ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 13.00 WIB, saatnya bagi Putri untuk tidur. Televisi pun saya matikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Tolong buatin susu, Budhe...” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Baik, tapi Putri naik dulu ke tempat tidur, nanti Budhe akan menyusul.” Kataku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Putri memang anaknya adikku, jadi dia memanggil&amp;nbsp; saya dengan sebutan Budhe.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Tiba-tiba terdengan bunyi gedebuk dari dalam kamar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Apa yang jatuh, Put?” tanyaku sambil berlari ke kamar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“He...he..he... tidak ada yang jatuh Budhe, hanya loncat-loncat diatas kasur.” Jawabnya sambil tertawa riang.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Sudah dulu loncatnya, sekarang tidur siang, mau minum susu, tidak?” kataku sambil mengacungkan botol susunya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Mau... mau...mau...” kata Putri sambil meraih botol susunya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“ Baca doa sebelum makan dulu.” Kataku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Allahumma bariklana fi ma rozaktana wa kina adzabannar.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Setelah itu, Putri pun meminum susunya. Beberapa menit kemudian, susu satu botol telah habis. Sambil menyerahkan botol susu:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“ Ceritai Budhe!” katanya sambil berbaring&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Baik, cerita apa?” tanyaku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Cerita Si Kancil....”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“ Dengarkan baik-baik ya...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pada suatu hari, Si Kancil sedang berjalan-jalan. Perutnya terasa lapar karena sejak kemarin belum makan. Musim kemarau yang sangat panjang itu membuat padang rumput tempat Si Kancil dan teman-temannya mencari makan menjadi kering. Akibatnya, banyak penghuni hutan, seperti rusa, kambing, sapi, kerbau, kuda, kelinci dan lain-lain, menjadi kelaparan. Tak terkecuali Si Kancil.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Tak terasa, sampailah Si Kancil di sawah Pak Tani. Sawah PakTani sedang ditanami buah mentimun yang sudah mulai berbuah. Buahnya besar-besar dan berwarna hijau. Kelihatannya sangat segar. Si Kancilpun mulai memetik dan memakan buah mentimun. Sayangnya, Si Kancil hanya memakan ujungnya saja, kemudian sisanya dibuang. Begitu terus hingga banyak buah mentimun yang bersekaran di sawah. Setelah merasa kenyang dan segar, Si Kancil pun kembali ke hutan. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pada pagi hari, pak Tani pergi ke sawah. Alangkah terkejutnya Pak Tani melihat buah mentimun yang berserakan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Hem... siapa yang merusak dan mencuri buah mentimunku ya?” gumam pak Tani sambil membersihkan duah mentimun yang telah dimakan si Kancil. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Setelah membersihkan sawah, pak Tani pun kembali ke rumahnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Siang hari, si Kancil kembali lagi ke sawah pak Tani. Si Kancil kembali mengambil buah mentimun dan memakan hanya bagian ujungnya saja. Kembali si Kancil merusak sawah pak Tani. Sore hari, setelah si Kancil merasa kenyang, Si Kancil kembali ke hutan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pagi hari, pak Tani pergi ke sawah. Pak Tani kembali terkejut melihat buah entimun yang berserakan di sawah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Awas ya... aku harus bisa menangkap pencurinya.” Kata pak Tani di dalam hati sambil membersihkan sawahnya. Beberapa saat kemudian, pak Tani telah kembali ke rumahnya. Dia membuat boneka dari kayu dan jerami. Lalu pak Tani memakaikan bajunya yang telah usang, topi dan kaus tangan. Terakhir, pak Tani memberikan lem disekujur tubuh bonekanya. Setelah selesai, pak Tani kembali ke sawah. Di depan sawah, pak Tani menancapkan bonekanya. Seakan-akan boneka pak Tani sebagai penjaga sawah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Siang hari yang terik, si Kancil kembali ke sawah pak Tani. Dia terkejut karena di depan sawah terdapat orang yang sedang berdiri.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Hai.... kamu siapa? Kenapa berdiri di situ?” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Boneka diam saja.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“E..... kok diam saja, awas ya... nanti aku pukul lho!” kata kancil lagi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Boneka tetap diam saja&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Awas ya....” Kata si Kancil sambil mengayunkan kaki depannya&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Tiba-tiba.... Sret .... kaki depan Si Kancil menempel dibadan boneka.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Hai... hai.... lepaskan kaki depanku....” teriak si Kancil&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Lepaskan! Kalau tidak, kamu aku pukul lagi lho!”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Maka si Kancil pun mengayunkan kaki depanya lagi. Dan lagi-lagi kakinya menempel di boneka. Akibatnya, si Kancil tidak dapat berjalan. Bahkan dia menempel di boneka pak Tani.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Hai... hai... lepaskan dua kakiku, awas ya, nanti kamu kutendang lho!” kata Kancil makin marah&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Dueng... Kancil pun menedang dengan kaki kanannya. Seperti halnya kedua kaki depannya, kaki kanan Kancil yang belakang juga menempel pada boneka. Kancil mulai menangis.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Huh.. huh..huh... awas ya, kamu kok tidak mau melepaskan ketiga kakiku, kamu akan kutendang lagi pakai kakiku yang kiri!” kata Kancil sambil menangis&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Dueng... kaki kiri kacil yang bagian bekalang pun menempel pula di boneka pak Tani. Semua kaki Kancil menempel di Boneka. Kancil pun berteriak-teriak sambil menangis&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Huh...huh...huh... lepaskan kakiku.... tolong aku... huh...huh..huh...”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Tapi, tidak ada yang mendengar teriakan si Kancil. Akhirnya siang pun berganti sore. Dan segera matahari tenggelam berganti dengan rembulan. Si Kancil tidak beranjak dari depan sawah pak Tani. Semua &amp;nbsp;kakinya tetap menempel di boneka Pak Tani. Karena kelelahan, si Kancil pun tertidur.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Pagi harinya, pak Tani kembali ke sawah. Alangkah gembiranya pak &amp;nbsp;Tani karena telah menangkap pencuri buah mentimunnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Nah, ini dia yang mencuri buah mentimunku!” seru pak Tani dengan gembira. Pak Tani segera mengikat kaki kancil, diikat menjadi satu. Setelah membersihkan dan menyirami sawah, pak Tani segera pulang, sambil membawa kancil yang telah diikat kakinya. Kemudian si Kancil ditaruh dalam kandang, dan pintu kandangpun ditutup dari luar. Lalu pak Tani segera ke dapur, mengasah pisau untuk menyembelih si Kancil.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Asyik, nanti malam kami sekeluarga akan berpesta sate kancil.” Seru pak Tani dengan gembira&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Diluar kandang, tampak Anjing pak Tani hilir-mudik dengan heran. ‘kenapa pak Tani membawa kancil? Jangan-jangan mau dikawinkan dengan anak pak Tani yang cantik jelita!’ kata Anjing dalam hati.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;‘Aku yang sudah lama disini akan kalah oleh si Kancil. Huh..’&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Setelah pak Tani pergi, segera Anjing mendatangi si Kancil yang ada di dalam kandang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Hai Kancil, kenapa kamu ada disini? Kamu mau dikawinkan dengan anak pak Tani yang cantik jelita, ya?” tanya Anjing dengan garang.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Si Kancil hanya tersenyum.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Awas, kamu belum tahu aku! Kalau iya, maka kamu akan kucabik-cabik, her......!” kata anjing sambil memperlihatkan gigi taringnya yang tajam&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Kancil pun mendapatkan ide supaya lolos dari kurungan pak Tani.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Ah... kasihan kamu Anjing, kamu sudah lama disini, tapi justru aku yang akan dijadikan menantu oleh pak Tani.” Kata Kancil sambil mengejek Anjing.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Guk... guk... guk... hati-hati kamu, Cil. Kamu akan kugigit sampai berdarah!” ancam Anjing&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Sebenarnya aku juga tidak mau, Jing. Aku dipaksa pak Tani. Kamu mau tukar tempat dengan aku?” kata Si Kancil berpura-pura sedih.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Beneran Cil? Aku mau tukar tempat dengan kamu. Bagaimana caranya?” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Gampang, buka saja kunci dipintu itu. Aku tidak bisa membukanya sendiri.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Baiklah.” Kata Anjing dengan gembira. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Sambil membuka pintu kandang dengan mulutnya, Anjing membayangkan menjadi menantu pak Tani, pasti mendapatkan banyak makanan yang enak-enak.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Nah, sekarang, kamu yang masuk kedalam kandang, biar kututup dari luar.” Kata si Kancil degan licik.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Anjing pun masuk kedalam kadang. Segera si Kancil menutup pintu kandang, dan menguncinya dari luar.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Selamat tinggal Anjing, semoga kamu berbahagia... ha..ha..ha..” kata Si Kancil sambil berlari kedalam hutan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Setelah selesai mengasah pisau, pak Tani kembali melihat kedalam kandang. Pak Tani terkejut, ternyata yang ada didalam kandang bukan si Kancil lagi, tapi Anjing nya. Pak Tani menjadi marah, dia lalu mengusir Anjing.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;“Dasar anjing tak tau diri, Kancil dilepaskan, eh... justru dia yang cari mati.” Gerutu pak Tani dengan marah &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;”Sial, aku sudah ditipu oleh Kancil, awas kamu Cil, kalau bertemu denganku.” Kata Anjing dengan jengkel&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Anjing pun berlari kedalam hutan, menyusul si Kancil. Dia sangat marah karena telah ditipu oleh si Kancil.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Ceritanya sudah selesai....” kataku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Jadi, kita tidak boleh mencuri. Nanti seperti Si Kancil, yang dihukum, ya.” Kataku sambil merapikan bantal Putri.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Nah, sekarang saatnya tidur. Kan ceritanya sudah selesai.” Kataku sambil menyelimuti Putri&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Nyanyi dulu Budhe...” kata Putri dengan antusias&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Nyanyi apa?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“SI Kancil anak nakal Budhe..” seru Putri dengan antusias&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Oke, kita bernyanyi bersama-sama, ya!” kataku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Satu, dua, tiga...” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Si Kancil anak nakal&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Suka mencuri timun&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Ayo kawan dikejar&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Jangan diberi ampun&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;La.. la..la..la..la..la&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;La.. la.. la.. la.. la...”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Keras sekali Putri menyanyikan lagu Si Kancil sambil bertepuk tangan. Jadi makin ramai suara dari dalam kamar. Setelah selesai...&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Nah, sekarang, baca dulu doa sebelum tidur.” Kataku&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“Bismika Allahumma ahya wa amut.” Kata Putri sambil menengadahkan tangannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;“amin............”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;Putri pun memejamkan matanya. Terbang ke alam mimpi &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="tab-stops: 14.0cm; text-align: justify;"&gt;JUMLAH KARAKTER ADALAH : 1.658&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-8039305134905412645?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/8039305134905412645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/dongeng-untuk-putri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8039305134905412645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8039305134905412645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/dongeng-untuk-putri.html' title='DONGENG UNTUK PUTRI'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-3089969081810409923</id><published>2011-12-14T20:49:00.001+07:00</published><updated>2011-12-14T20:49:42.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Nama-Nama Allah yang Indah</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Allah, tiada Tuhan selain Allah&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Apakah kau masih ragu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dia yang Maha Pengasih&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Siapapun Dia kasih&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Baik yang percaya pada-Nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Maupun yang mengingkari-Nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dia Maha Penyayang pula&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Semua Dia sayangi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak peduli kau baik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak peduli kau jahat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Allah Maha Merajai&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Semua Dia kuasai&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Seisi langit dan bumi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Serta seluruh alam raya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dia Maha Suci&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dalam kesucian-Nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak butuh air maupun debu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Karena Dia-lah sumber kesucian&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dia Maha Menyelamatkan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Bergulung ombak setinggi gunung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Merekah tanah merah bagai saga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Semut pun bisa selamat tanpa cedera&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Karena Dia Maha Menyelamatkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Allah Maha Terpecaya&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak kan menghindar dari janji-Nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Seperti jika kau berinfaq&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dengan tulus dan ikhlas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Maka terimalah hasil 7 x 10&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Demikian janji-Nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dia Maha Memelihara&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Apakah kau pikir semua terjadi begitu saja?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Bunga tetap bermekaran&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Burungpun masih berkicau riang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dia yang memelihara ciptaan-Nya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dia Maha Perkasa &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Dalamnya gejolak perut gunung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tanpa kantong penggantung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tingginya langit biru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tanpa penyangga kayu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dia Maha Berkehendak pula&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Apapun dapat terjadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Bila ada yang Dia ingini&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Kun fa yakun&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Jadilah! Maka akan jadi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Allah Maha Memiliki Kebesaran&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Masihkah &amp;nbsp;kau merasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Berkuasa atas apa saja&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Hingga menghina pada sesama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Ah…. semoga kau segera sadar&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-3089969081810409923?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/3089969081810409923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/nama-nama-allah-yang-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3089969081810409923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3089969081810409923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/nama-nama-allah-yang-indah.html' title='Nama-Nama Allah yang Indah'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-4570813443076374639</id><published>2011-12-08T20:10:00.001+07:00</published><updated>2011-12-08T20:10:37.550+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Rindu Pada Allah</title><content type='html'>Aku ingin belajar kepada sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika diri di sengat siang yang benderang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kepada terik aku tak bisa mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenis irama yang membuatku tenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalun syahdu dalam rindu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergetar rasa dalam dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disebut nama-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hinggap jangkrik yang berisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ceruk keindahan yang mengusik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membentang seluas biru angkasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedalam-dalamnya biru samudera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Debur ombak membuncah karang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rinai hujan mengalun pelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desau angin membelai lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung-burung bernyanyi riang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara alam bertasbih pada-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, betapa aku merindu-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku menanti perjumpaan dengan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia penuh Rahman dan Rahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pula yang Merajai segala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Paling Suci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta Maha Menyelamatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kau meragukan-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Maha Pencipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun dapat tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kun fa Yakun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kau mengingkari-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Maha Mengetahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik yang terlihat oleh mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maupun yang tersembunyi dalam hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kau membatah-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia Maha Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang lepas dari pengadilan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah… mampukah aku mengelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengadilan-Mu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di haribaan embun datang menjelang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukmaku terpancung dalam khusyukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hening sunyi aku berdendang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan, malam ini aku haus akan kasihMu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi: K A Rahman Ghani dan Diah Chamidiyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-4570813443076374639?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/4570813443076374639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/rindu-pada-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4570813443076374639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4570813443076374639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/rindu-pada-allah.html' title='Rindu Pada Allah'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-8174467590066957015</id><published>2011-12-03T18:30:00.000+07:00</published><updated>2011-12-03T18:30:29.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Uang .... Oh..... Uang</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Uang oh Uang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Denganmu, semua bisa kudapatkan&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Makanan dan minuman yang lezat&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Mainan dan hiburan yang asik&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Mobil dan rumah mewah&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Baju dan sepatu gloamour&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Uang oh uang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Demi mendapatkanmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Semua orang rela berlomba-lomba&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak peduli siang maupun malam&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak peduli halal maupun haram&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Tak peduli nyawa orang melayang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Menipu mencuri korupsi bahkan membunuh&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Hanya demi lembaranmu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Uang oh uang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Berapa harga kesetiaan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Berapa harga kepercayaan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Berapa harga kesabaran?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Berapa harga kasih sayang?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Apakah hanya seharga lembaranmu?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Uang oh uang&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;Semoga kamu tidak menjadi tuhan baru&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-8174467590066957015?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/8174467590066957015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/uang-oh-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8174467590066957015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8174467590066957015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/uang-oh-uang.html' title='Uang .... Oh..... Uang'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-6773394571113375963</id><published>2011-12-03T18:26:00.001+07:00</published><updated>2011-12-03T19:11:01.470+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Perselingkuhan</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/perselingkuhan.html" target="_blank"&gt;Perselingkuhan &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pagi hari di ruang kantor&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;tok tok tok&lt;br /&gt;“Masuk!”&lt;br /&gt;“Selamat pagi bu, perkenalkan, ini teman saya yang ingin bekerja disini. Dan ini surat lamarannya.”&lt;br /&gt;“Terima kasih pak, silahkan bapak kembali bekerja.”&lt;br /&gt;Surat lamaran:&lt;br /&gt;Kepada yth….dst&lt;br /&gt;Nama: Surti&lt;br /&gt;TTL : Yogya, 1 Desember 1974&lt;br /&gt;Status : Menikah&lt;br /&gt;“Surti, disini yang dibutuhkan hanya buruh lipat. Mau?”&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa bu, yang penting saya bekerja, sehingga dapat menambah uang belanja.”&lt;br /&gt;“Baik, kamu diterima bekerja disini. Sekarang juga kamu boleh mulai bekerja.”&lt;br /&gt;“Terima kasih bu.”&lt;br /&gt;Sore hari, sewaktu pulang kantor, Surti pulang dijemput suaminya. Begitu  berlangsung selama satu bulan. Bulan berikutnya, Surti pulang dengan  teman kerjanya. Ramai terdengar kabar bahwa Surti telah selingkuh.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siang hari disebuah kantor pemerintah&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;“Untuk kelancaran proses birokrasi, silahkan membayar Rp. 500.000,00 .”&lt;br /&gt;Setelah sore hari, uang kelancaran birokrasi masuk ke kantong oknum  pegawai. Ah, lagi-lagi terjadi perselingkuhan antara jabatan dengan  kepentingan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sore hari di perempatan lampu merah:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebuah mobil keluaran terbaru tak mau berhenti ketika lampu menyala  berwarna merah. Polisi mengejar bermaksud memberikan surat tilang. Namun  apa yang terjadi? ternyata yang naik modil tersebut adalah pejabat. Dan  polisi urung memberikan surat tilang, tapi memberikan hormat.&lt;br /&gt;Terjadi perselingkuhan antara aparat dengan pejabat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Malam hari di sebuah rumah&lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;Jam dinding menunjuk angka 12&lt;br /&gt;” Nanti dulu sholat Isya’, tanggung, mau kejar setoran publish di Kompasiana nih.”&lt;br /&gt;Hingga jarum jam menunjukkan di angka lima subuh. Yang terdengar hanya bunyi dengkuran. Sholat Isya’ dan subuh terlewatkan.&lt;br /&gt;Bahkan &lt;a href="http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/perselingkuhan.html" target="_blank"&gt;&lt;i&gt;Tuhan pun kalah oleh internet&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Salam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-6773394571113375963?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/6773394571113375963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/perselingkuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6773394571113375963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6773394571113375963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/12/perselingkuhan.html' title='Perselingkuhan'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-8531257305453979443</id><published>2011-11-28T19:24:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T19:24:56.850+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Menjelang Lebaran PPI Sepi</title><content type='html'>Dua hari menjelang Lebaran Iedul Fitri 1432 H atau yang disebut H-2  Lebaran, kondisi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Bajomulyo  Juwana Pati terlihat sepi. PPI pada hari-hari biasa sangat ramai,  menjadi sunyi senyap. Akibatnya, harga ikan melonjak hingga 100 %.  Seperti harga cumi, H-7 harganya Rp. 15.000,00/kg sedangkan menjelang  lebaran, yaitu H-2 harga cumi melonjak menjadi Rp. 30.000,00/kg. Karena  kondisi&amp;nbsp; PPI yang sepi dari kegiatan pelelangan ikan, maka PPI menjadi  tempat rekreasi baru bagi warga Juwana dan sekitarnya. Berikut  gambar-gambar kesunyian TPI Bajomulyo Juwana Pati:&lt;br /&gt;&lt;img alt="1314619991799791885" class="alignnone size-full wp-image-132196" height="361" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1314619991799791885.jpg" title="1314619991799791885" width="668" /&gt;&lt;br /&gt;Pelabuhan Juwana, pintu masuk ke dermaga Juwana Pati. Pelabuhan Juwana  menjadi tempat rekreasi alternatif bagi warga Juwana dan sekitarnya.  Apalagi menjelang lebaran, banyak kapal yang berlabuh, sehingga  memperindah pelabuhan&lt;br /&gt;&lt;img alt="13146202601104682688" class="alignnone size-full wp-image-132197" height="357" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/13146202601104682688.jpg" title="13146202601104682688" width="666" /&gt;&lt;br /&gt;Papan nama Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) desa Bajomulyo Kecamatan  Juwana Kabupaten Pati. Walaupun tempat ini beromset milyaran rupiah,  namun kondisi papan nama PPI sangat mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;img alt="1314621616245293708" class="alignnone  size-full wp-image-132202" height="312" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1314621616245293708.jpg" title="1314621616245293708" width="666" /&gt;&lt;br /&gt;Tampak dari luar PPI yang sepi tanpa aktivitas, sehingga pintu pagar dikunci untuk menghindari pencurian&lt;br /&gt;&lt;img alt="13146208861418213664" class="alignnone size-full wp-image-132198" height="446" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/13146208861418213664.jpg" title="13146208861418213664" width="662" /&gt;&lt;br /&gt;Kapal pencari ikan ditambatkan di pelabuhan Juwana Pati, berangkat  melaut kembali setelah seminggu lebaran atau setelah sedekah laut  (lomban)&lt;br /&gt;&lt;img alt="1314621056556091447" class="alignnone size-full wp-image-132199" height="326" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1314621056556091447.jpg" title="1314621056556091447" width="658" /&gt;&lt;br /&gt;Bendera Merah Putih pun berkibar dengan gagah di atas kapal-kapal pencari ikan yang sedang ditambatkan di Pelabuhan Juwana Pati&lt;br /&gt;&lt;img alt="1314621213881339996" class="alignnone size-full wp-image-132200" height="360" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1314621213881339996.jpg" title="1314621213881339996" width="659" /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan nelayan ketika tidak melaut, yaitu menguras dan memperbaiki perahu serta memperbaiki jala, seperti gambar diatas&lt;br /&gt;&lt;img alt="1314621401323704417" class="alignnone size-full wp-image-132201" height="356" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1314621401323704417.jpg" title="1314621401323704417" width="657" /&gt;&lt;br /&gt;Mengawetkan hasil laut dengan cara menjemur sisa-sisa tangkapan ikan,  sehingga mampu dikonsumsi untuk masa yang lebih lama. Bila cuaca cerah,  hanya butuh waktu seminggu, ikan yang dijemur menjadi kering&lt;br /&gt;&lt;img alt="1314621833952249247" class="alignnone size-full wp-image-132203" height="378" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/1314621833952249247.jpg" title="1314621833952249247" width="659" /&gt;&lt;br /&gt;Palabuhan dipenuhi kapal yang sedang berlabuh, menjadi tempat rekreasi alternatif bagi warga&lt;br /&gt;&lt;img alt="13146219951109455062" class="alignnone size-full wp-image-132204" height="346" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/13146219951109455062.jpg" title="13146219951109455062" width="653" /&gt;&lt;br /&gt;Bersepeda sehabis sahur sambil memboncengkan adik pun jadi lebih  mengasikkan jika dilakukan dipelabuhan. Selain sehat, juga dapat melihat  kapal-kapal yang sedang berlabuh&lt;br /&gt;&lt;img alt="13146221411056093655" class="alignnone size-full wp-image-132205" height="358" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/08/13146221411056093655.jpg" title="13146221411056093655" width="652" /&gt;&lt;br /&gt;Hari semakin siang, pengunjung Pelabuhan Juwana pun semakin ramai.&amp;nbsp;  Matahari makin tinggi. Sinarnya mulai terasa menyengat. Saatnya mulai  pulang.&lt;br /&gt;Demikian hasil jalan-jalan tadi pagi sehabis sahur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-8531257305453979443?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/8531257305453979443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/menjelang-lebaran-ppi-sepi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8531257305453979443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8531257305453979443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/menjelang-lebaran-ppi-sepi.html' title='Menjelang Lebaran PPI Sepi'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-1746068090159955845</id><published>2011-11-28T19:15:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T19:15:28.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>es batu di almari</title><content type='html'>Puasa pada saat cuaca sedang panas memang melelahkan. Haus yang  mendera dapat mengalahkan segala aktifitas yang seharusnya masih tetap  dilakukan umat muslim. Tak terkecuali Kang Tarjo. Walaupun panas terik  sekana membakar ubun-ubun, Kang Tarjo tetap semangat untuk bekerja di  sawah. Maklum, Kang Tarjo tinggal di lereng gunung, maka pekerjaannya  tentu saja sebagai petani. Jika musim hujan, sawahnya ditanami padi,  akan tetapi jika musim kemarau seperti saat ini, sawahnya dia menanam  semangka dan sayuran. Karena itulah, dia harus setiap hari ke sawah,  untuk mencabut rumput, mengairi sawah, bahkan untuk membuang&amp;nbsp; hama yang  lain, seperti ulat daun.&lt;br /&gt;Setelah seharian disawah, Kang Tarjo pulang. Dalam perjalanan, dia  melewati warung yang menjual es batu buatan sendiri, yang dibungkus  kantong plastik. Dia berhenti sejenak dan bertananya pada pemilik warung  tersebut.&lt;br /&gt;“Bagaimana caranya membuat es batu?”&lt;br /&gt;“O.. gampang, masukkan air ke kantong plastik, kemudian simpan dalam almari (pendingin).” kata pemilik warung&lt;br /&gt;“Wah, gampang ya, baiklah, aku ingin mencobanya. Terima kasih. ” kata Kang Tarjo&lt;br /&gt;Setelah sampai di rumah, Kang Tarjo pun mengisi kantong plastik sisa  pembungkus beras, kemudian diikat dengan karet gelang. Setelah terkumpul  sepuluh buah, lalu dimasukkan kedalam almari pakaian, dan ditutupi  dengan semua baju serta kain yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;Dengan sabar Kang Tarjo menunggu es batu nya jadi. Sebelum berangkat ke  sawah, dia membuak almari untuk melihat apakah es batunya sudah jadi.  Berulangkali tutup dan buka almari dilakukan hingga seminggu, Es batunya  tetap belum jadi. Penasaran, Kang Tarjo kembali kewarung yang sudah  memberikan resep Es batu.&lt;br /&gt;“Kok es batu saya tidak jadi-jadi? masih berupa air, padahal sudah seminggu.” kata Kang Tarjo agak jengkel&lt;br /&gt;“Memangnya Kang Tarjo masukkan almari apa? almari es seperti punya saya  tidak?” tanya pemilik warung sambil memperlihatkan kulkasnya.&lt;br /&gt;“Tidak, saya tidak punya almari seperti kamu kok, makanya saya masukkan  kedalam almari tempat baju saja.” kata Kang Tarjo dengan lugu&lt;br /&gt;“Kalau disimpan di almari pakaian, sampai kiamatpun air di plastik tidak  akan jadi Es batu Kang!” kata pemilik warung dengan diiringi tawa dari  semua pembeli&lt;br /&gt;“Ha……….ha………ha……….”&lt;br /&gt;Itulah sekelumit cerita kepolosan orang desa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-1746068090159955845?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/1746068090159955845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/es-batu-di-almari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1746068090159955845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1746068090159955845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/es-batu-di-almari.html' title='es batu di almari'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-1185737446006202078</id><published>2011-11-18T19:14:00.005+07:00</published><updated>2011-11-18T19:14:07.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Sebelas September</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebelas September dua ribu sebelas&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Genap enam tahun kita bersama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengarungi biduk kehidupan bernama keluarga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Indah dan ceria selalu kau cipta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dengan senyuman dan gelak tawa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bahkan untuk masalah yang datang mendera&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mas…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Masihkah sama untuk sepuluh tahun&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Atau dua puluh tahun yang akan datang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Masa-masa indah dalam bahtera rumah tangga&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pada saat kita telah bertambah tua&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dengan ditandai putih dirambut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dan kulit yang mulai keriput&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dan gigi yang semakin berkeriut&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semoga tetap seperti sedia kala&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mas…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ingatanku melayang kembali kemasa silam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saat kau datang dengan Paman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berniat ta’aruf untuk makin mengenal&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bukan kata-kata manis penuh rayuan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bukan kata-kata indah penambah debar di dada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Justru sisi humorismu yang kau tunjukkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Saking asyiknya, satu jam terlewatkan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tanpa saling mengetahui nama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mas…&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku yang kaku dan suka hal-hal yang romantis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bertemu denganmu yang bersikap humoris&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hanya satu hal yang selaras&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menikah adalah ibadah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengharap barakah dari Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Baik di dunia maupun di akhirat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Amin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-1185737446006202078?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/1185737446006202078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/sebelas-september.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1185737446006202078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1185737446006202078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/sebelas-september.html' title='Sebelas September'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-2076778760625518620</id><published>2011-11-18T19:12:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T19:12:31.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Teruntuk Calon Ibu Dari Anak-anakku Kelak</title><content type='html'>Teruntuk Calon Ibu Dari Anak-anakku Kelak&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt; unicode-bidi: embed;"&gt;Sayang….  Walaupun kau bukan yang tercantik dari seluruh perempuan di dunia ini  dan bukan pula yang pertama dalam hatiku, tapi kuyakin kaulah yang telah  dikirimkan Yang Maha Kuasa untuku kini. Kaulah yang terpilih dari  doa-doa yang kupanjatkan tiap malam, sebagai calon ibu bagi anak-anakku  yang lain kelak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt; unicode-bidi: embed;"&gt;Kenapa anak-anakku yang lain kelak? Tentu saja, aku kan seorang duda. Istriku telah mendahului aku menghadap&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sang  Pemilik Hidup. Dia hanya memberiku titipan seorang putri yang mengisi  hari-hari kelabuku. Dan akupun masih ingin mempunyai selusin lagi anak  yang akan menghiasi dunia kita. Tapi, karena kamu, duhai Sang  Rembulanku, telah mempunyai dua orang anak pula, dari suamimu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dulu, yang juga meninggal, maka masih kurang sembilan anak lagi kan?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Agak  gila kedengarannya, tapi aku sudah lebih dahulu tergila-gila oleh air  mata yang menetes di pipimu ketika kita berjumpa pertama kali. Dan aku  lebih tergila-gila lagi ketika mendengar bisik lembut suaramu. Semakin  tergila-gila ketika mendengar &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tawa merdumu. Semua itu menari-nari di pelupuk mataku dari pagi hingga malam, terciptalah puisi ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Ah…..&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Masih kuingat rasa ini.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Debar yang menghantui mimpi-mimpi malamku.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Pertama kali kita berjumpa dalam diam tanpa kata.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Hanya mata yang bicara.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Kau tatap aku dengan tajam, setajam sembilu.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Ada gurat luka disana.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Luka yang teramat sangat pedih.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Luka lama yang telah berkarat.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;Akan tetapi luka itu masih mengeluarkan darah segar.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ah… .&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ingin kurengkuh dirimu, kusandarkan pada bahuku.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ingin kuseka air mata yang mengalir di pipimu dengan belaian lembutku.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ingin kuganti isak tangismu dengan senyum dan tawa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ingin kugenggam tangan mungilmu agar kau tahu, masih ada bahagia di dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ingin kuubah duniamu yang gelap gulita. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Dengan sinar yang terang benderang, sinar cinta dan kasih.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Ah…&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Masih adakah jalan bagiku, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Untuk menggandeng tanganmu,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menyusuri lika-liku jalan kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Bersama menerjang dahsyatnya gelombang kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Bersatu dalam mahligai penyambung kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Semoga… Hingga maut memisahkan kita dari kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: center; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt;Aku  bukan sedang bergombal ria lho. Aku berius-rius, tak hanya serius,  mengajakmu menikah, Bungaku, merajut hari-hari indah berdua. Bergandeng  tangan menghadang pahitnya dunia. Berkasih mesra bagaikan mimi dan  mintuno. Mengasuh selusin bunga-bunga kehidupan yang menjadi amanah bagi  kita. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 49.65pt; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt;Telah empat tahun aku merasa kesepian dan rindu yang teramat sangat mencekam. Semula, dengan sendiri kupikir &lt;span&gt; &lt;/span&gt;bisa  melalui semua rintangan hidup. Tapi, ternyata sangat berat. Aku  membutuhkan tangan lain yang akan membelai lelahku selepas bekerja.  Tangan itu kuharap tangan dinda yang halus dan lembut. Kusadar dinda,  aku tak sesempurna almarhum suamimu. Janganlah selalu melihat masa yang  telah berlalu. Aku akan berusaha menjadi suami yang bertanggung jawab  dan setia bagimu, Kupu-kupuku yang cantik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; line-height: 150%; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt;Bagaimana dinda? Aku masih setia menunggu jawab darimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt;Salam manis dan penuh cinta selalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt;Tertanda,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="direction: ltr; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Kanda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-2076778760625518620?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/2076778760625518620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/teruntuk-calon-ibu-dari-anak-anakku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2076778760625518620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2076778760625518620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/teruntuk-calon-ibu-dari-anak-anakku.html' title='Teruntuk Calon Ibu Dari Anak-anakku Kelak'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7984405082303900086</id><published>2011-11-16T21:09:00.001+07:00</published><updated>2011-11-16T21:09:55.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Catatan Harian Ramadhan</title><content type='html'>Entah…. puasa kali ini rasanya beda banget. Pas malam tanggal satu,  sebelum sahur, semua teman yang punya no HP, ku kirim SMS yang berisi  ucapan mohon maaf. Untunglah, aku pake kartu AS produk dari&lt;strong&gt; Telkomsel&lt;/strong&gt;  yang mempunyai program 1000 bonus SMS, jadi lebih irit lah… hehehhehe.  Syangnya, hampir tiap malam males untuk sahur, bahkan tadi malam hampir  saja tidak sahur karena ketiduran. Semoga saja&amp;nbsp; tidak malas mengerjakan  amal ibadah yang lain. Mungkin juga akibat dari planning renovasi rumah  yang melenceng, sehingga seharusnya puasa sudah selesai, tinggal  beribadah denga khusu’ justru tiap sore tenaga dipake untuk  bersih-bersih rumah… huh… capeknya….Apalagi renovasi baru mencapai 60%,  semoga saja pas bulan bulan ganjil, yang disebutkan Allah sebagai bulan  turunya Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan,  renovasinya dah selesai. Ah… jadi kemana-mana nih…. hehhehehe&lt;br /&gt;Ternyata, kemalasan pada bulan ini tidak hanya malas untuk bersahur,  bahkan mau nulis untuk posting di Kompasiana juga males apalagi menulis  untuk blog, duh… Mungkin karena tukangnya senang denger lagu-lagu  dangdut yang justru merusak konsentrasi saya kali ya. Ditambah dengan  suara mesin pemotong keramik yang bikin pusing plus bau cat yang bikin  mabuk, klop banget deh….&lt;br /&gt;Teman-teman juga sudah mulai menagih untuk buka bersama. Kayaknya mereka  dah rindu ma masakan saya…. hehhehehe…. lebay banget deh. Acara  silaturahmi ke rumah mertua juga agak terbaikan, semoga saja pas  waktunya posting FSC ( fiksi Surat Cinta) yang digagas oleh Langit Queen  dan Fera Nuraini bisa kelar tuh suratnya. Mana pengen ikutan lomba  menulis yang diadain Promag serta Telkomsel&amp;nbsp; pula. Pengen juga  menghatamkan Al-Qur’an sekali. Aduh… banyak banget rencana untuk bulan  ini!&lt;br /&gt;Semoga semua dapat terlaksana. Doakan ya teman-teman…. Amin&lt;br /&gt;Selamat berpuasa, semoga mendapat barakah dari Allah.&lt;br /&gt;Bagi yang tak puasa, berbuat baik juga menyejukkan hati kok :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7984405082303900086?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7984405082303900086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/catatan-harian-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7984405082303900086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7984405082303900086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/catatan-harian-ramadhan.html' title='Catatan Harian Ramadhan'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-3329582736384950932</id><published>2011-11-14T20:23:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T20:23:51.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='patun'/><title type='text'>Parikan-Parikan (Pantun Jawa)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Berikut ini pantun-pantun jawa, atau parikan. cekidot:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ngisor mesjid&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ono wedine&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kacek seringgit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mileh adine&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nyangking ember&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kiwo tengen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Linggeh jejer&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tombo kangen&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pring gading&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mangklung ratan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lencir kuning&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dadi rebutan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ali-ali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mata kuningan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tak lali-lali&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tansah kelingan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jare kayu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kok cendek&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jare ayu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kok budeg&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kapan badhane&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku tak tuku piring&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kapan kawine&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Aku tak melu iring-iring&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jare bendho&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kok arit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jare bodho&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kok nganggit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jare tebu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kok ireng&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jare babu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kok meteng&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hahhahahha... sudah dulu ya... lain kali disambung lagi :D &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-3329582736384950932?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/3329582736384950932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/parikan-parikan-pantun-jawa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3329582736384950932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3329582736384950932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/parikan-parikan-pantun-jawa.html' title='Parikan-Parikan (Pantun Jawa)'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-6945867321521207259</id><published>2011-11-14T20:16:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T20:16:13.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pantun'/><title type='text'>Pantun-Pantun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Buah duku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Buah kemudung&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ijinkan daku&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Membuat pantun&lt;/div&gt;Makan roti&lt;br /&gt;Bungkus kertas&lt;br /&gt;Selamat pagi&lt;br /&gt;Selamat beraktivitas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Makan nasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dengan ketupat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Masih pagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ayo semangat&lt;/div&gt;Pisang raja&lt;br /&gt;Didepan mata&lt;br /&gt;Semangat bekerja&lt;br /&gt;Untuk anak tercinta&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Satu dua tiga empat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Lima enam tujuh depalan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bekerja dengan semangat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Agar rejeki bagai bengawan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Buah talas&lt;/div&gt;Buat tetangga&lt;br /&gt;Rasa malas&lt;br /&gt;Jangan dibina&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sandal&amp;nbsp; jepit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kena ragi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mohon pamit&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Jumpa lagi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-6945867321521207259?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/6945867321521207259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/pantun-pantun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6945867321521207259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6945867321521207259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/pantun-pantun.html' title='Pantun-Pantun'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-4246847660750748610</id><published>2011-11-13T07:59:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T08:45:54.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Satu Resolusi Awal Tahun Mulai Dilaksanakan</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6R4Ukxf4xC8/Tr8YKJOfz8I/AAAAAAAAAIA/TA4husO3w_k/s1600/renovasi+rumah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-6R4Ukxf4xC8/Tr8YKJOfz8I/AAAAAAAAAIA/TA4husO3w_k/s200/renovasi+rumah.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ketika bulan Januari 2011 ada lomba tentang  resolusi tahun baru, saya pun iseng-iseng membuat tulisan resolusi tahun  baru. Dan ternyata, lombanya dah berakhir…. taunya sih dapat surat  cinta dari admin hehhehehe. Ketika aku buka lagi postingnya, di &lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2011/01/09/resolusi-tahun-2011/" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;, ada lima  resolusiku untuk tahun ini. Wah, banyak juga tuh. Karena poin satu dan  dua berkaitan dengan yang Maha Kuasa, maka hanya dengan berdoa dan  mencari jalan untuk mewujudkannyalah yang dapat saya lakukan. Sedangkan  resolusi ketiga, yaitu renovasi rumah, selain rejeki dari Allah, juga  kemauan dan tekad yang kuat sangat berpengaruh demi suksesnya resolusi  renovasi rumah.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dengan berbagai pengorbanan (maksudnya puasa beli sepatu,  baju, tas dan perhiasan … hehehhehehehe khas perempuan banget) mulai  hari ini dapat tercapai. Walaupun sesak nafas karena debu, tak  mengurangi rasa bahagia di dada ……..hehehhehe.&lt;br /&gt;Bagian-bagian rumah yang diperbaiki atau ditambah antara lain, memindah  pintu dan jendela ruang keluarga ke pinggir, sehingga lebih berfungsi  secara maksimal. Memasang lantai rumah dan teras, kemudian memperluas  dapur. Harapan saya, sebelum puasa sudah selesai. Doakan ya teman-teman  :D&lt;br /&gt;Semoga dengan renovasi rumah ini semakin membuat saya dan suami  bertambah rasa syukur atas rezki yang melimpah dari Allah SWT ini.  Sesuai firman Allah, “Jika kamu bersyukur atas nikmatKu, maka akan Aku  tambah nikmatKu, dan sebaliknya, jika kamu ingkar atas nikmatKu,  sesungguhnya adzabKu sangat pedih.”&lt;br /&gt;Semoga kita selalu menyukuri nikmat dari Allah&lt;br /&gt;Salam&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-4246847660750748610?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/4246847660750748610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/satu-resolusi-awal-tahun-mulai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4246847660750748610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4246847660750748610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/satu-resolusi-awal-tahun-mulai.html' title='Satu Resolusi Awal Tahun Mulai Dilaksanakan'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-6R4Ukxf4xC8/Tr8YKJOfz8I/AAAAAAAAAIA/TA4husO3w_k/s72-c/renovasi+rumah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-3808139156504364725</id><published>2011-11-13T07:53:00.000+07:00</published><updated>2011-11-13T08:02:14.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Pesen Es Bakso dan Capuccino!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-IH-iTdsUrig/Tr8W818x6eI/AAAAAAAAAH4/w07c4DRNhL0/s1600/Es-Bakso.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-IH-iTdsUrig/Tr8W818x6eI/AAAAAAAAAH4/w07c4DRNhL0/s1600/Es-Bakso.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ini masih kisah tentang Mas Toer, semoga anda tidak bosan…&lt;br /&gt;Didekat tempat tinggal Mas Toer akan dibuka kafe baru dengan menu-menu  yang unik. Iklan dan baliho tentang menu baru sudah terpasang  ditempat-tempat strategis, terutama di pinggir-pinggir jalan. Setiap Mas  Toer pulang ke rumah orang tuanya, pasti melewati jalan tersebut.  Maklum, baru berencana membuat rumah sendiri, sehingga Ms Toer masih  sering bolak-balik antara rumah ortu dengan rumah mertua. Untunglah,  jaraknya tak terlalu jauh.&lt;br /&gt;Tak ketinggalan pemandangan disepanjang jalan yang dipenuhi oleh iklan  dan spanduk produk dari pabrik dan rumah makan maupun kafe menghiasi  tepi jalan raya. Mau tak mau, karena setiap saat disuguhi oleh gambar  dan tulisan yang sama, maka Mas Toer pun penasaran dengan kafe baru  tersebut. Diantara daftar menunya, ada Es Bakso, Swike Bakso, Nugget  Jowo, Bandeng cabut Duri, dll.&lt;br /&gt;Suatu siang, setelah jalan-jalan dari rumah ortu dan kembali menuju PMI,  Pondok Mertua Indah, Mas Toer mengajak istrinya makan di kafe yang baru  tersebut. Mumpung masih harga promo, katanya. Setelah sampai di tempat  tujuan, Waitress segera menghampiri mereka dan menyerahkan daftar menu.&lt;br /&gt;“Mau pesan apa pak?” tanya waitress dengan ramah&lt;br /&gt;“Pesen apa bu?” tanya Mas Toer sambil melihat daftar menu&lt;br /&gt;“Es Bakso pak, kayaknya seger makan bakso siang begini.” kata Bu Mas Toer&lt;br /&gt;“Ok. Mbak, kami pesen Es Bakso dua, dan Cappucino satu. Kamu minumnya apa bu?” tanya Mas Toer lagi&lt;br /&gt;“Jeruk hangat aja pak.” kata istrinya&lt;br /&gt;Sambil mencatat, Waitress pun bertanya:&lt;br /&gt;“Makannya apa pak?”&lt;br /&gt;“Ya itu, Es bakso dua, Cappucino satu dan Jeruk hangat satu. Sudah itu saja.” jawab Mas Toer agak emosi&lt;br /&gt;Waitress pun berlalu sambil menahan senyum.&lt;br /&gt;Setelah menunggu beberapa menit, datanglah pesanan mereka. Mas Toer dan Istrinya pun terkejut. Apa pasal?&lt;br /&gt;Ternyata, semua yang dipesan berupa minuman. Namanya saja Es Bakso,  tentu saja isinya juga es, bukan bakso seperti bola pingpong yang panas  itu.&lt;br /&gt;‘Pantesan, waitressnya masih bertanya pesan makan apa….’ kata Mas Toer dalam hati&lt;br /&gt;Karena malu sempat emosi, maka Mas Toer pun tidak jadi pesen makanan utama.&lt;br /&gt;‘Nasib… dah lapar, dapatnya hanya minuman saja……..’ batin istrinya&lt;br /&gt;Hehehhehehe………… jadinya kembung deh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-3808139156504364725?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/3808139156504364725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/pesen-es-bakso-dan-capuccino.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3808139156504364725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3808139156504364725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/11/pesen-es-bakso-dan-capuccino.html' title='Pesen Es Bakso dan Capuccino!'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-IH-iTdsUrig/Tr8W818x6eI/AAAAAAAAAH4/w07c4DRNhL0/s72-c/Es-Bakso.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-878441484819918865</id><published>2011-09-24T06:10:00.001+07:00</published><updated>2011-10-30T19:28:10.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Pesen Rames Satu!!!!!!!!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yvfZ9N2XQik/Tq1CbQCd7kI/AAAAAAAAAGo/QQORKYY2SbI/s1600/rames.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-yvfZ9N2XQik/Tq1CbQCd7kI/AAAAAAAAAGo/QQORKYY2SbI/s1600/rames.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah seharian berkeliling sawah dan ladang yang berada di luar daerah, Mas Toer dan Bapaknya merasa lapar. Mereka pun bergegas menuju truk yang terparkir di tepi jalan, yang digunakan untuk mengangkut hasil ladang, yaitu ketela. Sopir truk terlihat bersantai sambil merokok di depan pintu masuk.&lt;br /&gt;“Mang, makan siangnya di warung kemarin saja, aku mau makan nasi rawon seperti kemarin, pasti segar dicuaca yang panas ini.” kata Mas Toer sambil naik ke dalam truk diikuti oleh bapak dan sopirnya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Truk pun melaju dengan lambat karena jalan yang rusak dan muatan yang penuh. Mereka pun ramai bercakap-cakap sebagai jalan untuk mengalihkan perut yang makin keroncongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya diwarung,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pesan apa mas?” tanya pemilik warung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nasi rames satu, minumnya teh hangat.” kata Mas Toer dengan yakin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho? Bukannya kamu kepingin makan nasi rawon, Le?” tanya Bapak dengan bingung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enggak pak, pokoknya saya pesen nasi rames pak, biar seger.” jawab Mas Toer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencatat semua pesanan, pemilik warung pun masuk, dan mulai meracik pesanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, pesanan mereka pun datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Nasi rawon kok begini, hanya nasi putih dengan oseng dan kering tempe? ga seperti kemarin, pake kuah hitam yang asam manis? jangan-jangan mbaknya salah lagi!’ Mas Toer hanya membatin dengan hati donkol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena lapar, walaupun pesanan tak sesuai dengan harapan, nasi rames pun ludes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah mbak, silahkan dihitung!” kata Mas Toer pada pemilik warung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik mas, Masnya makan nasi rames, ayam goreng dan teh hangat. Bapak makan nasi pecel, telur dadar dan teh hangat. Mas yang itu makan nasi sayur, lele goreng dan es jeruk. Semuanya 30 ribu mas.” kata pemilik warung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membayar, Mas Toer pun membatin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘waduh…..aku memang salah pesen, harusnya nasi rawon jadi nasi rames……..’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tertawa seru mendengar cerita dari Mas Toer……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwahhahahahahahhahahahhahaha&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-878441484819918865?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/878441484819918865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/09/pesen-rames-satu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/878441484819918865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/878441484819918865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/09/pesen-rames-satu.html' title='Pesen Rames Satu!!!!!!!!'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-yvfZ9N2XQik/Tq1CbQCd7kI/AAAAAAAAAGo/QQORKYY2SbI/s72-c/rames.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7892354008741738587</id><published>2011-07-28T05:48:00.000+07:00</published><updated>2011-10-30T19:31:08.018+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Sudah, Langsung SD Saja!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Ql67i7lkYrY/Tq1DZj96FfI/AAAAAAAAAGw/098W3wQDkfc/s1600/sd.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-Ql67i7lkYrY/Tq1DZj96FfI/AAAAAAAAAGw/098W3wQDkfc/s1600/sd.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siang itu, rumah kami ramai oleh kehadiran dua orang sahabat suami, yaitu Mas Toer dan Pak Noor. Setelah saling bertukar kabar dan berbagi cerita, tak terasa malam mulai menjelang. Sayup-sayup terdengar adzan Magrib, kami pun beranjak untuk menunaikan ibadah Sholat. Setelah Sholat, maka tibalah waktu makan malam. Saya pun menyiapkan beberapa masakan yang mudah dan praktis, seperti capjay, ayam goreng, sambal plus lalapan. Setelah selesai Sholat Magrib, kamipun mempersilahkan mereka untuk makan bersama. Walaupun semula mereka berdua menolak, akhirnya mau juga setelah kami bujuk-bujuk.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Oke deh, kami makan malam disini, tapi setelah makan, kami langsung pulang lho, soalnya sudah malam, kasihan anak-anak dan istri dirumah.” kata Mas Toer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sip deh, lagian siapa yang nyuruh nginap disini?” kata suami sambil bercanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kami pun menuju meja makan, dan menyantap hidangan sederhana tersebut. Setelah beberapa saat, kamipun selesai makan. Setelah minum, tiba-tiba Mas Toer berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah selesai, kami langsung SD saja…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apaan SD?” tanyaku dengan penasaran, sedangkan suami dan Pak Noor hanya terbengong-bengong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kan kita dah selesai makan, makanya langsung SD…” kata Mas Toer tanpa ekspresi sambil memakai jaket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh, sebentar… SD itu apa?” tanya suami dengan penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mungkin SMP ya, Setelah Makan Pulang…” kata Pak Noor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Waduh iya…. saya salah…” kata Mas Toer dengan polos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hwahahhahahhahahaha………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meledaklah tawa kami bertiga. Mas Toer pun hanya senyum-senyum malu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7892354008741738587?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7892354008741738587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/sudah-langsung-sd-saja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7892354008741738587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7892354008741738587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/sudah-langsung-sd-saja.html' title='Sudah, Langsung SD Saja!'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Ql67i7lkYrY/Tq1DZj96FfI/AAAAAAAAAGw/098W3wQDkfc/s72-c/sd.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-2506623756447144991</id><published>2011-07-13T09:52:00.000+07:00</published><updated>2011-10-30T19:37:39.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bayang-Bayang Masa Lalu (kolaborasi dengan Kopasianer Dian)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-TXR-tJpvDcg/Tq1E-elIEtI/AAAAAAAAAG4/Lsq6dcHiaSw/s1600/pcrn.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-TXR-tJpvDcg/Tq1E-elIEtI/AAAAAAAAAG4/Lsq6dcHiaSw/s1600/pcrn.jpeg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bayang-bayang Masa Lalu.&lt;br /&gt;Matanya terpejam dengan tangan yang masih menggenggam buku yang setengah terbuka. Dicobanya mengingat-ingat kejadian pada siang hari di mall, ketika dia sedang cuci mata. Tak sengaja dia menabrak gadis yang sedang menata belanjanya di troli. Akibatnya, tumpukan belanja yang telah tersusun rapi pun menjadi berantakan. Botol parfum menggelinding di bawah rak biskuit, sabun-sabun berserakan dan kaleng-kaleng sarden berlarian dengan riang dan berisik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Aduh…!” pekiknya.&lt;br /&gt;“Maaf… maaf…maaf. Saya tidak sengaja mbak,” kata Zidane terburu-buru, tidak enak melihat ekspresi wajah si gadis yang pucat, kombinasi antara kesal dan kecapekan.&lt;br /&gt;Dia pun buru-buru jongkok untuk membantu membereskan kekacauan yang sudah dibuatnya diiringi dengan tatapan heran dari pembeli lain.&lt;br /&gt;“Makanya, kalau jalan lihat-lihat dong, jangan asal nyelonong aja,” gerutu gadis itu.&lt;br /&gt;“Iya, Mbak, sekali lagi saya minta maaf,” sahut Zidane sambil memunguti sabun-sabun yang berceceran. “Ni anak belanja atau borong sih, banyak banget belanjaannya,” gerutu Zidane dalam hati.&lt;br /&gt;Aroma mawar yang manis menguar dari tubuh gadis itu ketika Zidane semakin dekat dengannya. Aroma yang membikin angan Zidane melayang pada masa silam. Bau harum yang sama, pada gadis yang berbeda. Aroma yang juga sering muncul pada seorang gadis yang pernah sangat dekat dengannya, Osa namanya. Mereka berkenalan pada acara lomba karya tulis ilmiah yang diselenggarakan oleh sekolah Zidane. Saat itu Osa masih SMP kelas VIII dan Zidane sudah duduk di SMA, kelas XI. Usia mereka terpaut 3 tahun.&lt;br /&gt;Setelah perkenalan pertama mereka, mereka pun menjalin pertemanan yang istimewa. Mereka berdua sepakat untuk tidak berpacaran karena masih muda. Mereka hanya sering pergi bersama ke perpustakaan daerah atau janjian untuk bertemu di toko buku dekat sekolah Zidane. Tak lebih dari itu, meskipun dalam hati mereka telah tertanam benih-benih cinta. Sayang, selulus SMP, Osa tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Dan Zidane sangat merindukannya. Sampai hari ini, ketika bertemu dengan gadis yang mengingatkannya terhadap Osa.&lt;br /&gt;“Terimakasih,” kata gadis itu membuyarkan lamunan Zidane.&lt;br /&gt;“Eh…. oh, iya sama-sama. Sekali lagi, saya minta maaf,” tergagap Zidane menjawab&lt;br /&gt;Gadis itu melanjutkan menyusuri rak demi rak untuk mencari barang-barang yang masih dibutuhkan. Zidane mengikuti langkah gadis itu dengan ekor matanya.&lt;br /&gt;“Hem… serasa berada di dekat Osa. Wangi yang sama, tapi sayang bukan Osa,” Zidane bergumam sambil mencoba mengingat kejadian tadi siang. Hati Zidane menjadi tak tenang. Bukan salahnya jika dia sampai menabrak gadis itu, salahkan saja HP yang tiba-tiba berbunyi. Panggilan dari ibunya yang minta dijemput dari kantor. Matanya terpejam, dan berharap bermimpi bertemu Osa. “Ah…. Aku sungguh merindukan kamu, Sa….” Gumam Zidane sebelum pulas.&lt;br /&gt;****************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa, sepekan berlalu. Lembayung senja hiasi ufuk barat. Dengan langkah berat, Zidane menyusuri koridor depan rektorat. Sepi, maklum sudah sore. Hanya tampak beberapa mahasiswa di halaman yang sedang diskusi. Masih terngiang penolakan PR III atas proposal yang disodorkannya.&lt;br /&gt;“Acara seperti ini sudah sering diadakan. Tak ada alokasi dana untuk acara bazar macam ini. Silahkan cari dana sendiri,” kata Staf PR III.&lt;br /&gt;“Duh… musti cari dana kemana lagi nih, fakultas sudah ga mau, sekarang rektorat juga ga mau. Huh…,” keluh Zidane sambil berjalan dengan tertunduk lesu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba… Gubrak!!&lt;br /&gt;“Aduh…,” terdengar suara seorang gadis mengaduh.&lt;br /&gt;“Maaf, Mbak. Maaf…,” kata Zidane.&lt;br /&gt;Kejadian di mall terulang kembali. Zidane pun hampir tak percaya kalau yang ditabraknya adalah gadis yang sama dengan gadis di mall.&lt;br /&gt;“Kayaknya kita berjodoh. Boleh berkenalan? Namaku Zidane,” kata Zidane sambil mengulurkan tangan.&lt;br /&gt;Walaupun dengan kening berkerut, gadis itu menyambut uluran tangan Zidane.&lt;br /&gt;“Osi…,” katanya. Setelah bertukar nama dan no HP, mereka pun berpisah.&lt;br /&gt;Ternyata, Osi kuliah di kampus yang sama dengan Zidane, hanya berbeda jurusan. Zidane mengambil jurusan teknik, Osi mahasiswi jurusan Sastra Inggris. Osi masih semester 1, sedangkan Zidane sudah memasuki tahap menulis skripsi. Kesibukannya yang luar biasa di senat membuat skripsinya sedikit keteteran. Setelah saling berkirim SMS dan sering bertemu di kampus, Zidane dan Osi menjadi akrab, bahkan mereka telah berjanji menjadi sepasang kekasih.&lt;br /&gt;***************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam di kamar Zidane.&lt;br /&gt;“Datang ke rumah ya, penting!” kata Osi lewat HP&lt;br /&gt;“Ada apa? kamu nggak pa pa kan?” tanya Zidane cemas&lt;br /&gt;” Ada yang mau aku kenalin ke kamu.”&lt;br /&gt;“Siapa?” tanya Zidane&lt;br /&gt;“Udah deh, cepat ke sini aja ya…”&lt;br /&gt;Setelah berganti baju dengan jins dan oblong, Zidane pun bergegas ke rumah Osi. Selama ini, Osi tinggal berdua dengan pembantunya. Keluarga Osi yang lain berada di Bandung. Setelah melewati jalanan di Jogja yang semakin semrawut, Zidane pun berbelok di gang yang menuju rumah Osi. Tiba di depan rumah Osi, tampak sebuah mobil terparkir, dan terdengar gelak tawa dari ruang keluarga.&lt;br /&gt;Ting tong….&lt;br /&gt;Zidane membunyikan bel di depan pintu rumah Osi. Seketika gelak tawa dari dalam rumah terhenti oleh bunyi bel. Terdengar langkah mendekati pintu.&lt;br /&gt;“Oh kamu, ayo masuk… Keluargaku baru datang dari Bandung,” kata Osi sambil menggandeng tangan Zidane.&lt;br /&gt;“Ayah, Bunda, Osa, kenalkan ini pacarku, Zidane,” kata Osi pada ketiga orang yang sedang asyik bercanda sambil menonton televisi.&lt;br /&gt;Laki-laki setengah baya yang masih tampak gagah, perempuan berambut ikal berkulit putih berumur sekitar 40 tahuan dan gadis yang sebaya dengan Osi, serentak menoleh. Tampaklah muka terkejut dari si gadis yang berada di dalam.&lt;br /&gt;“Zidane?!” seru Osa tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zidane pun kaget. Setelah sekian lama berpisah tanpa kabar berita, mereka bertemu juga. Gadis yang pernah begitu dirindukannya itu kini ia temui dalam situasi yang berbeda. Osi dan Osa? Apaka mereka adalah saudara kembar? Oh, kenapa tak pernah terpikir olehnya sebelumnya? Wajah mereka berbeda, tapi sikap dan gerak gerik mereka sama. Bahkan selera parfum mereka juga sama, wangi mawar.&lt;br /&gt;Zidane tak sanggup berkata-kata. Sungguh, ia shock sekali melihat kenyataan bahwa dua gadis yang sama-sama menempati hatinya adalah sepasang saudara kembar. Bagaimana ia tak pernah berhenti memikirkan Osa, walaupun Osa tak pernah berkirim kabar sama sekali.&lt;br /&gt;Melihat wajah Zidane dan Osa yang tampak shock, Osi pun bertanya,” Apakah kalian sudah saling kenal?”&lt;br /&gt;Zidane dan Osa mengangguk, tanpa kata-kata. Suasana mendadak menjadi tegang dan tak mengenakkan. Ayah mereka yang dapat membaca suasana yang tak mengenakkan itu mencoba mencairkan suasana, “Mari masuk, Nak Zidane. Mari duduk bersama kami,” katanya.&lt;br /&gt;Zidane pun mengangguk, lalu melangkah masuk ke ruang tamu diikuti oleh Osa, Osi, serta ayah dan ibu mereka. Dia pun duduk berhadapan dengan ayah Osa.&lt;br /&gt;“Kalau boleh tahu, di mana Nak Zidane tinggal? Om dulu juga berasal dari Jogja. Tapi sejak Osi dan Osa SMA kami pindah ke Bandung, maklum tugas kantor.” katanya.&lt;br /&gt;Zidane pun menyebutkan daerah tempatnya tinggal.&lt;br /&gt;“Dekat kantor pos, Om. Masuk sedikit, ada rumah di kanan jalan yang bercat hijau,” katanya.&lt;br /&gt;“Dekat kantor pos?” tanya Papa Osi dengan kening sedikit berkerut. Ada seberkas raut khawatir dalam roman mukanya.&lt;br /&gt;“Om dulu juga pernah tinggal di sana, Nak Zidane.”&lt;br /&gt;“Oh, iya, to Om? Di daerah mana?” tanya Zidane antusias.&lt;br /&gt;“Ah, tak penting. Hanya masa lalu, kok.”&lt;br /&gt;“Mungkin ada yang Zidane kenal, Om,” sahut Zidane penasaran.&lt;br /&gt;“Kenal Pak Jarwo, Nak?” tanya Ayah Osi.&lt;br /&gt;“Pak Jarwo? Mbah Jarwo, maksud Om?”&lt;br /&gt;Ayah Osi pun mengangguk.&lt;br /&gt;“Itu kakek saya, Om,” sahut Zidane. “Beliau yang merawat saya karena ayah saya pergi entah ke mana,” lanjutnya.&lt;br /&gt;“Pak Jarwo kakekmu, Nak?! “ tanya Ayah Osa setengah tak percaya.&lt;br /&gt;“Ya, Om. Kenal?”&lt;br /&gt;Tiba-tiba meluruhlah posisi duduk Ayah Osa. Dia mendekati Zidane dan bersimpuh di depannya. Dipeluknya Zidane dengan erat. “Zidane, kau anakku. Anak yang telah kusia-siakan selama ini. Maafkan Ayah, Nak…” kata lelaki itu sambil mengiba di depan Zidane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya Zidane yang terkejut. Osa, Osi, dan bunda mereka juga tak kalah terkejutnya.&lt;br /&gt;“Jadi… jadi,” kata Zidane terbata-bata.&lt;br /&gt;“Ya, Nak. Akulah ayahmu yang telah menerlantarkan kamu selama ini. Maafkan Ayah, Nak,” kata laki-laki itu terus mengiba. Airmatamengalir dari kedua mata lelaki paruh baya itu. Tampak jelas penyesalan begitu dalam terpancar dari sana.&lt;br /&gt;Zidane serasa tak percaya. Ayah yang selama ini begitu dirindukan kasih sayangnya ternyata adalah Ayah Osi dan Osa, dua gadis yang dicintainya. Jadi mereka adiknya? Bercampuraduklah segala macam rasa dalam dada Zidane. Marah pada ayahnya yang telah menelantarkannya sekaligus iba karena lelaki perkasa itu yang telah menyesali semua kesalahannya. Sedih karena gadis yang dicintainya adalah adiknya, sekaligus juga lega karena tak harus memilih di antara keduanya. Namun, ia masih begitu shock dengan kejutan-kejutan yang ia alami dalam beberapa menit terakhir. Semuanya pun terdiam, tanpa kata, larut dalam pikiran dan perasaan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah,” kata Zidane setelah terdiam beberapa saat. “Ibu selalu bilang bahwa saya tak boleh marah kepada Ayah. Semua pasti ada hikmah yang bisa kita petik,” lanjutnya. Ia pun merangkul bahu ayahnya yang masih luruh memeluknya.&lt;br /&gt;“Bangkitlah, Ayah, peluklah anakmu yang merindukanmu selama ini,” kata Zidane lagi.&lt;br /&gt;Mendengarkan Zidane berkata begitu, Ayah pun bangkit lalu memeluk Zidane dengan begitu erat. Kebekuan segera mencair karena Osa dan Osi kembali mengeluarkan celoteh riangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, tak disangka kita punya kakak, ya, Sa,” seru Osi, “sudah besar pula.”&lt;br /&gt;“Iya,” sahut Osi. “Ganteng pula,” lanjutnya sambil tertawa.&lt;br /&gt;“Kakak, mau dong dipeluk seperti Ayah,” kata mereka berdua bersamaan&lt;br /&gt;Setelah lepas dari pelukan ayahnya, Zidane pun mengembangkan kedua tangannya menantikan hamburan adik-adiknya sambil tertawa. Bunda si kembar hanya bisa tertawa sambil menahan haru dalam hatinya. Dulu, hampir dua puluh tahun yang lalu, ia dan suaminya, ayah tiga anak itu telah melakukan sebuah kesalahan dengan mengkhianati Ibu Zidane. Dan buah kesalahan itu telah ia rasakan hari ini, di mana ketiga anak itu terlibat dalam hubungan asmara terlarang. Syukurlah, hal ini bisa diketahui sejak dini dan anak-anak itu pun mau menerima kenyataan yang terjadi.&lt;br /&gt;Ia pun menghela nafas panjang. Dalam hati, ia bertekad untuk segera mendatangi ibu Zidane dan meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu. Tawa pun mulai terdengar berderai-derai di semua penjuru rumah itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-2506623756447144991?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/2506623756447144991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/bayang-bayang-masa-lalu-kolaborasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2506623756447144991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2506623756447144991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/bayang-bayang-masa-lalu-kolaborasi.html' title='Bayang-Bayang Masa Lalu (kolaborasi dengan Kopasianer Dian)'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-TXR-tJpvDcg/Tq1E-elIEtI/AAAAAAAAAG4/Lsq6dcHiaSw/s72-c/pcrn.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7773076225547879573</id><published>2011-07-03T08:51:00.000+07:00</published><updated>2011-11-12T19:37:47.849+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Mu'jizat Bersedekah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-WC2PDUuKt1g/Tr5oIEpOCtI/AAAAAAAAAHA/ZwQvCwRoH3U/s1600/sedekah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-WC2PDUuKt1g/Tr5oIEpOCtI/AAAAAAAAAHA/ZwQvCwRoH3U/s1600/sedekah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Jarum jam menunjukkan angka antara sembilan dan sepuluh. Wah, ternyata sudah setengah sepuluh malam, saatnya untuk memberikan hak pada tubuh untuk beristirahat. Aku pun bersiap menuju kamar, akan tetapi, tiba-tiba HP ku berbunyi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ternyata ada SMS masuk, dengan bahasa singkat:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Bu, aku minta doanya ya bu, tadi aku dikasihtahu kepala, aku mau ditarik dibuku tanah. Semoga lancar bu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula bingung juga baca SMS ini. Dari siapa? kok pake bahasa alay begini? nama pengirimnya tidak ada dalam memory HP, kok sok akrab? Setelah dibantu suami, maka aku jadi paham dari siapa SMS tersebut. Ternyata murid yang sudah lulus 3 tahun lalu. Dia anak bungsu yang merawat ayahnya seorang diri. Ibunya sudah meninggal, sedangkan kakaknya sudah berkeluarga semua. ketika temannya mengajak merantau, dia tidak mau karena merawat bapaknya. Setelah lulus SMU, dia mendapat pekerjaan sebagai cleaning service di sebuah RS swasta dengan status tenaga kontrak. Setelah 6 bulan, ternyata kontraknya tidak diperpanjang, dia pun bingung mencari kerja lagi. Setelah sempat menganggur 1 bulan, dia ditawari menjadi OB di kantor pertanahan. Dia pun menerima dengan suka cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebaran tahun 2009 dia berkunjung ke rumah, sempat pula curhat masalah pekerjaannya. Saat itu, sikap dan tutur katanya sudah mulai mengalami peningkatan. Mungkin akibat pergaulan dengan orang-orang kantoran. Sudah mulai agak dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Gaji saya sudah hampir sejuta bu, tapi kok ga ada ‘bekasnya’? serasa kayak masih jadi OB di RS yang hanya dapat gaji 250 rb. Gimana donk bu?” kata dia sewaktu berkunjung dirumah. Suami juga ikut nimbrung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lho? emangnya kamu pake apa aja? mungkin kamu sering hura-hura ma temanmu?” saya balas bertanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Enggak pernah bu, selesai kerja, saya langsung pulang. Paling kalo malam minggu nongkrong di alun-alun. Saya juga tidak merokok, tapi gaji saya kok selalu kurang ya bu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan ibadah kamu? Sholat? Sedekah? rutin ga?” tanya suami saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Itulah pak, kalo untuk sholat 5 waktu, saya rajin pak, tapi sedekah? ga pernah pak.” katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Coba pake rumus Al-Qur’an, ‘Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (sedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir pada tiap bulir, sama dengan seratus biji. Allah melipatgandakan (rejeki) bagi siapa yang Dia kehendaki’ (QS: 2 ;261) begitu lah janji Allah. Kalo kita yakin, insya’allah akan terwujud. Makanya jangan ragu-ragu untuk bersedekah.” kata suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Masak sih pak?” tanyanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Begini, murid saya ada yang sudah membuktikan kekuatan sedekah. Dia, namanya Aris, setiap hari menyempatkan sedekah, walaupun hanya seratus rupiah. Nah, dia sudah sukses dengan kafe burger jamur dan juga menang beberapa perlombaan antar mahasiswa. Dia juga mendapat beasiswa dari UGM, padahal dia tidak pernah daftar. Setiap chatting, dia menyebutkan bahwa semua yang sudah dia capai karena sedekah setiap harinya. Dia sangat percaya bahwa sedekahnya akan dibalas Allah berlipat-lipat.” kata semuani sambil tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia cuma mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih ingat pelajaran Ekonomi? coba sisihkan sebagian gajimu untuk tabungan, jangan semuanya dipake untuk jajan. Suatu saat kamu akan menikmati hasil tabunganmu. Paling tidak, kamu bisa melanjutkan kuliah, disamping tetap bekerja.” Kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik bu, saya akan mencoba dua-duanya.” katanya dengan optimis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu setelah kunjungan kerumahku, dia telpon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bu, saya sudah merasakan manfaat dari sedekah bu, sekarang saya sudah merasa tenang bu.” katanya dengan gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, dia juga sering berkunjung dan mengirimkan kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar terakhir dari dia adalah dia ditawari menjadi staf di kantor pertanahan. Dia juga cerita kalo Kepala kantornya bilang bahwa jarang ada yang baru bekerja 1 tahun tapi sudah ditawari menjadi staf.  Bukan main senangnya dia, bahkan sampai tidak bisa tidur. Ketika saya membalas SMS nya, diapun langsung menelpon dan terdengar sangat bahagia. Dia berjanji mau menuntut ilmu di bangku kuliah dengan tetap bekerja. Saya hanya bisa berpesan supaya dia makin rajin bekerja, banyak bersyukur, serta tetap rajin beribadah. Semoga dengan beribadah, dia tidak terkontaminasi pengaruh buruk rekan-rekannya yang lain, yaitu suap menyuap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7773076225547879573?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7773076225547879573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/mujizat-bersedekah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7773076225547879573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7773076225547879573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/mujizat-bersedekah.html' title='Mu&apos;jizat Bersedekah'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-WC2PDUuKt1g/Tr5oIEpOCtI/AAAAAAAAAHA/ZwQvCwRoH3U/s72-c/sedekah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-5736143754957703363</id><published>2011-07-03T08:48:00.000+07:00</published><updated>2011-11-12T19:57:16.269+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pelajaran Hidup</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JeS0s9jA4fs/Tr5tG1W9tkI/AAAAAAAAAHI/jT8vcdkdPNo/s1600/sepasang.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-JeS0s9jA4fs/Tr5tG1W9tkI/AAAAAAAAAHI/jT8vcdkdPNo/s1600/sepasang.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Satu hal yang baru aku pelajari hari ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Pria dan wanita saling melengkapi, bukan saling bersaing dalam hidup. Maka dari itu namanya perjodohan mutlak perlu. Jika kamu sudah menemukan seseorang yang berbeda denganmu, membuat kamu tertawa dan menangis, maka dialah jodohmu. Yakinlah untuk menghabiskan sisa hidupmu dengan dia. Dunia akan terasa indahnya dengan perbedaan.”&lt;br /&gt;Selamat Mencari Jodoh!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-5736143754957703363?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/5736143754957703363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/pelajaran-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/5736143754957703363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/5736143754957703363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/07/pelajaran-hidup.html' title='Pelajaran Hidup'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JeS0s9jA4fs/Tr5tG1W9tkI/AAAAAAAAAHI/jT8vcdkdPNo/s72-c/sepasang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-431771325564482861</id><published>2011-06-15T11:49:00.000+07:00</published><updated>2011-11-12T20:11:47.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bingung part II</title><content type='html'>&lt;a href="http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/bingung.html"&gt;Edisi sebelumnya&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-womMFIxwx-A/Tr5wdSoVf-I/AAAAAAAAAHQ/102yl5a8uzs/s1600/bingung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-womMFIxwx-A/Tr5wdSoVf-I/AAAAAAAAAHQ/102yl5a8uzs/s1600/bingung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mata sendumu kembali menatap daun-daun yang berguguran di halaman. kembali kamu membisu, diam seribu bahasa. Aku tak sampai hati mengusik lamunanmu. Anganku pun melayang pada kejadian tadi sore. Ibu juga sudah bertanya, kapan aku segera melepas masa lajangku? Apa perlu orang tua turun tangan mencarikan aku pendamping hidup? duh, makin tambah bingung deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ehm… kamu masih menyimak kan? Apa sudah bosan dengar curhatku?” katamu dengan pelan. Aku terkejut hingga tanpa sadar menjatuhkan kue yang sedang kupegang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enggak kok, aku masih menyimak ceritamu.” kataku berbohong.&lt;br /&gt;“Menurut kamu, aku harus pilih yang mana?”&lt;br /&gt;“Emangnya kamu punya pilihan sendiri?” tanyaku&lt;br /&gt;“Kan aku sudah bilang, aku masih menunggu pacarku yang dulu, aku yakin dia akan menepati janjinya.” Katamu dengan gusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ring…….. ring…….. ring………..&lt;br /&gt;HP mu berbunyi dengan nyaring…&lt;br /&gt;“Hallo, siapa nih?” katamu&lt;br /&gt;……..&lt;br /&gt;“Kok nomernya ganti?”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa, mau ketempatku?”&lt;br /&gt;“Oke, aku segera pulang.” katamu dengan ceria&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak binar-binar bahagia menghiasi wajahmu. Mendung diwajahmu sudah terhapus oleh berita dari HPmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku pulang dulu ya, pacarku yang tadi tephon, dia sudah dalam perjalanan ke rumahku. Sampai bertemu lagi, ntar sore aku akan menelponmu.” katamu dengan senyum.&lt;br /&gt;“Hati hati di jalan, jangan lupa kabari aku, kalo tak sempat telpon, SMS juga tak masalah.” sahutku ikut merasa bahagia, sambil mengantar kamu ke halaman.&lt;br /&gt;“Eh iya, tolong pamitkan ke Ibu ya, aku terburu-buru sih.”&lt;br /&gt;“Sip.” kataku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergegas kamu menstater motormu, dan segera saja kamu menghilang di tikungan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun kembali masuk kedalam rumah. Aku melanjutkan mengoreksi pekerjaan anak didikku yang baru ujian semester.Tak terasa, aku mulai terhanyut dalam mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentari terbenam diufuk barat. Semburat jingga diatas cakrawala menghiasi langit sore. Akupun beranjak dari kamarku. Kusambar handuk dan segera masuk kamar mandi. Tak terasa, hari sudah hampir malam. Setelah mandi, terasa kesegaran mengalir dalam tubuh, memberiku energi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tadi siapa yang datang, nduk?” tanya Ibu&lt;br /&gt;“Sari bu, dia bingung karena ada dua pemuda yang meminangnya.” kataku&lt;br /&gt;“Dia pilih yang mana?”&lt;br /&gt;“Belum tau bu, sebelum pamit pulang, dia terima telephon dari pacarnya sewaktu kuliah, yang mau berkunjung kerumahnya, makanya dia terburu-buru pulang, tak sempat pamit dengan ibu.” kataku panjang lebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beruntungnya Sari.” kata ibu sambil tersenyum&lt;br /&gt;“Kok beruntung bu, kan dia jadi bingung banyak pilihan.” kataku agak heran&lt;br /&gt;“Betul, tapi dia kan bisa memilih yang sesuai dengan keinginannya, nduk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalo menurut ibu, jika ingin menikah, maka pilihlah suami yang mengerti dan taat menjalankan agama. Karena kalau hanya melihat tampang yang ganteng, maka suatu saat dia juga pasti menjadi jelek, atau karena kaya raya, jika tidak pandai mengatur kekayaan, nanti juga bisa jatuh miskin. Wajah tampan dan kekayaan mudah dicari,  iman dihatilah yang paling utama, begitu nduk.” kata ibu panjang lebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya bu, saya juga setuju. Syarat yang paling utama adalah mempunyai keyakinan yang kuat.” kataku sambil tersenyum&lt;br /&gt;” Kamu sendiri bagaimana? sudah punya calon suami belum, nduk?” tanya ibu&lt;br /&gt;Deg…. Aku hanya mampu tertunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga mengalami masalah yang sama dengan Sari. Bedanya, orangtuaku tak pernah memaksakan sesuatu pada anak-anaknya. Mereka menyerahkan pilihan sepenuhnya pada anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Adikmu sudah punya calon istri, dan ingin segera menikah. Apakah kamu rela jika didahului adikmu?” tanya ibu lagi&lt;br /&gt;“Saya tidak merasa keberatan jika adik mau menikah duluan.” kataku dengan lirih&lt;br /&gt;Tiba-tiba HP ku berbunyi. Aku pun beranjak ke kamar untuk mengambilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hallo…”&lt;br /&gt;“Aku dilamar pacarku, dan hebatnya lagi, kedua orang tuaku sejutu………” kata Sari sambil teriak&lt;br /&gt;“Selamat ya, kapan rencana pernikahmu?” tanyaku&lt;br /&gt;“Kira-kira enam bulan lagi. Nanti kalau sudah ada kepastian, kamu aku kabari lagi. Sudah dulu ya.” klik, Sari sudah menutup telephonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun kembali duduk disebelah ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari siapa nduk?” tanya ibu&lt;br /&gt;“Sari bu, dia dilamar pacarnya. Orangtuanya sudah setuju. Rencananya Sari menikah enam bulan lagi, bu.”&lt;br /&gt;“Syukurlah, semoga kamu cepat menyusul sahabatmu.” pinta ibu&lt;br /&gt;“Amin….” sahutku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, ibu pun beranjak ke kamarnya. Aku masih termenung di depan TV. Ah, sebaiknya aku serahkan semua pada Yang Kuasa saja, kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-431771325564482861?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/431771325564482861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/06/bingung-part-ii.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/431771325564482861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/431771325564482861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/06/bingung-part-ii.html' title='Bingung part II'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-womMFIxwx-A/Tr5wdSoVf-I/AAAAAAAAAHQ/102yl5a8uzs/s72-c/bingung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-4573520740145455841</id><published>2011-06-15T11:43:00.000+07:00</published><updated>2011-06-26T08:04:07.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Pesona Pulau Batam</title><content type='html'>Pesona Pulau Batam.&lt;br /&gt;Semula aku bekerja di luar negeri. Jadi TKI di Arab Saudi. Aku lahir di sebuah desa kecil di lereng gunung di kabupaten Rembang. Sebagian besar penduduk di desaku bekerja sebagai petani tegalan yang hasilnya tidak cukup untuk menunggu masa panen berikutnya. Akibatnya, banyak pemuda yang tidak betah, kemudian merantau ke kota besar, misalnya Jakarta dan Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Batam menjadi kota yang kupilih karena perkembangan pembangunan disana dan dekat dengan Singapura yang perekonomiannya lebih maju. Berbagai macam usaha sudah aku coba. Dari mulai berjualan barang apa saja, hingga membuat roti. setelah modal yang aku kumpulkan hampir habis, kuputuskan usaha pembuatan rotilah yang mempunyai prospek cerah. Dugaanku tepat. Tidak butuh waktu lama, Roti Jaya, merk perusahaan rotiku, berkembang dengan pesat. Aku mulai kuwalahan memenuhi permintaan dari pelanggan. Bahkan ada yang sempat protes, karena hari itu tidak aku kasih stok, sedangkan pelangganya menanyakan rotiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya dapat memenuhi permintaan dari pelangganku, aku harus menambah tenaga kerja untuk produksi. Pilihanku jatuh pada tetangga dan adik-adikku sendiri. Mereka tidak punya pekerjaan tetap, dan sangat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan  sehari-hari. Akhirnya, setiap aku pulang kampung, maka aku mengajak dua atau tiga pemuda dikampungku untuk bekerja di Batam. Adik-adikku setelah menyelesaikan bangku SMAnya, juga aku ajak ke Batam untuk membantu mengelola pabrik rotiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, karyawanku menjadi 20 orang untuk bagian produksi dan 40 orang untuk bagian pemasaran. Pesona pulau Batam bagaikan lampu yang menarik bagi serangga di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-4573520740145455841?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/4573520740145455841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/06/pesona-pulau-batam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4573520740145455841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4573520740145455841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/06/pesona-pulau-batam.html' title='Pesona Pulau Batam'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-9194694201637125423</id><published>2011-06-15T07:40:00.000+07:00</published><updated>2011-06-26T08:05:35.592+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Pengalaman dengan Telkomsel</title><content type='html'>Pengalaman dengan Telkomsel&lt;br /&gt;Ketika pertama kali produk Handphone (HP)mulai ramai dipasaran,  sekitar tahun 1999, ga kepikir mau membeli. Apalagi statusku saat itu sebagai mahasiswi di kota pelajar yang jauh dari ortu, yang hanya mengandalkan pasokan dana dari ortu. Dari harga HP yang jutaan hingga harga sim card nya yang ga kalah mahal, serta pulsa yang gila-gilaan, maka makin jauh deh impian punya HP. Akhirnya, berhubung ga ingin merepotkan ortu yang tinggal ibu saja, maka aku pun bersumpah tidak akan pake HP jika tidak sanggup “menghidupi” alias isi pulsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai kuliah sambil kerja part time, bulan Januari tahun 2003 kuputuskan untuk pulang kampung, mengabdikan ilmu pada kampung halaman. Dengan berbekal ijazah keguruan, maka tak ada salahnya jika saya mencoba untuk mengabdikan diri pada sekolah. Tujuan pertama saya adalah SMK (SMEA) yang berada di desa sebelah. Jadi perjalanan ke sekolahan cukup dengan naik andong atau naik sepeda, karena jaraknya hanya sekitar dua kilo meter dari rumah. Selain melamar sebagai guru, saya juga mencoba menjadi tutor Kejar Paket. Tak disangka, walaupun saya melamar sebagai guru pada pertengahan tahun ajaran, ternyata lamaran saya di terima. Seminggu dari saya menyerahkan surat lamaran, ada surat panggilan untuk wawancara dengan kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, dua dari tiga surat lamaran yang kukirim ke sekolah dan instansi mendapat sambutan. Akhirnya saya mulai memperoleh gaji dari mengajar di dua tempat. Ketika itu, harga HP juga masih lumayan mahal. Akan tetapi, karena sudah memiliki penghasilan sendiri, sehingga tidak merepotkan orang tua, maka saya pun berani membeli HP. Sim card yang pertama saya beli adalah Simpati beserta antena untuk mencari signal. Maklumlah, saat itu belum banyak menara ponsel, yang ada hanya di kota saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, karena ikut kuis-kuis dari majalah dan TV yang tidak bisa di unreg, maka dengan berat hati, saya berganti kartu simpati. Kebetulan ada promo kartu baru, yang harganya jauh lebih murah dan banyak bonusnya, yaitu kartu As. Ketika berkenalan dengan calon suami, dan dia pake kartu lain operator, saya pun meminta dia untuk berganti ke kartu As. Pokoknya maksa, kalo mau jadi suamiku, harus ganti ke Kartu As…. hehhehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan suami hingga kini adalah pengguna setia kartu As, bagian dari telkomsel dengan 100 juta pelanggannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13063683361378047515&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-9194694201637125423?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/9194694201637125423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/06/pengalaman-dengan-telkomsel.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/9194694201637125423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/9194694201637125423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/06/pengalaman-dengan-telkomsel.html' title='Pengalaman dengan Telkomsel'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-6735572721758244196</id><published>2011-06-01T12:46:00.001+07:00</published><updated>2011-06-26T08:07:32.309+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Gelora Pagi</title><content type='html'>Semilir angin sejuk menerpa wajah&lt;br /&gt;Membuai angan mencipta imajinasi&lt;br /&gt;Menghanyutkan …..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semerah saga memanjang diufuk barat&lt;br /&gt;Tenggelam menghilang dibalik senja&lt;br /&gt;Mengawal malam mulai menjelang&lt;br /&gt;Indahnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersinar sendu menghias cakrawala&lt;br /&gt;Seiring waktu bertambah nyata&lt;br /&gt;Membius mata penyejuk jiwa&lt;br /&gt;Purnama datang bagaikan mata dewa&lt;br /&gt;Agungnya….&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Luat bergelora menyambut purnama&lt;br /&gt;Ikan menggelepar menghindar gelombang&lt;br /&gt;Berenang menyusup dalam karang&lt;br /&gt;Dalam diam menghening cipta&lt;br /&gt;Berharap akan pagi menjelang&lt;br /&gt;Seramnya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geliat Sang Surya diufuk timur&lt;br /&gt;Memecah gelora gelombang laut&lt;br /&gt;Langit membiru terbias laut&lt;br /&gt;Indahnya pagi menghangatkan diri&lt;br /&gt;Menepis malam yang syahdu&lt;br /&gt;Marilah bersemangat menyambut hari baru&lt;br /&gt;Geloranya……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat pagi semua&lt;br /&gt;Semoga hari ini lebih baik dari kemarin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-6735572721758244196?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/6735572721758244196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/gelora-pagi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6735572721758244196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6735572721758244196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/gelora-pagi.html' title='Gelora Pagi'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-4827607189858104506</id><published>2011-05-31T11:33:00.000+07:00</published><updated>2011-06-26T08:08:44.152+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Terapi Jantung Koroner dengan Bawang Putih</title><content type='html'>Terapi Jantung Koroner dengan Bawang Putih. Ketika mendengar kata penyakit jantung korener, pasti terbayang kengerian suatu penyakit yang sangat gawat dan bisa membuat penderita terbunuh. Penyakit inilah yang menyerang tetangga didepan rumahku. Seringkali bu Sri merasakan nyeri dan sesak di dadanya. Apalagi tekanan darah dia juga sering tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sering merasa nyeri dan sesak. Apalagi kalo malam juga susah tidur mbak.” Kata bu Sri&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Apakah sudah diperiksakan ke dokter bu?” tanya saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah mbak, katanya karena penyakit darah tinggi saya ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, dengan diantar suaminya, bu Sri pergi ke RS untuk kontrol. Ketika tiba gilirannya, dengan sabar dokter spesialis penyakit dalam mendengarkan semua keluhannya, dari tangan kesemutan, nyeri di dada, pusing, serta tidak bisa tidur hingga larut malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Coba bu, kita salaman sambil menyilangkan tangan.” kata dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, ketika bersalaman secara perlahan genggaman dari bu Sri menjadi makin lemah, hingga akhirnya terlepas dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu sebaiknya opname saja di RS, supaya kami mengetahui kondisi kesehatan ibu secara menyeluruh.” kata dokter lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan dok?” tanya suami bu Sri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makin cepat makin baik, bagaimana jika langsung hari ini saja?” kata dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik dok.” kata suami bu Sri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Diagnosanya, darah tinggi, pembengkakan katub jantung, dan sinusitis. Maka operasi harus segera dilakukan, minimal operasi untuk menghilangkan sinusitis. Mendengar kata operasi, bu Sri menjadi ketakutan. Dia sudah berkali-kali menjalani operasi, dari operasi tumor rahim, hingga operasi karena kecelakaan sebanyak 3 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bu Sri dan keluarga sepakat untuk pindah RS, dan di RS yang kedua, penyakit sinusnya cukup ditetesi dengan obat tetes, sehingga tidak perlu operasi. Sedangkan untuk pembengkakan jantung, penyebabnya adalah karena katub jantungnya tersumbat lemak. Nah tekanan darahnya yang selalu tinggi, juga karena jantungnya tidak berfungsui secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi penyakit jantung bu Sri, ada dua cara, yaitu operasi by pass dan pemasangan ring di katub jantung. Akan tetapi, keduanya harus melalui jalan operasi, tentu saja bu Sri menolak. Hampir saja bu Sri putus asa, tidak mau melanjutkan pengobatan. Syukurlah, ada seorang doter yang mengatakan bahwa penyakit jantung bu Sri adalah penyakit jantung koroner. Jika tidak mau operasi, harus melakukan terapi di RS, dengan penyinaran, dan berpantang makanan yang mengandung lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditemani seluruh keluarga, setiap seminggu sekali bu Sri melakukan penyinaran, dan setiap hari mengkonsumsi bawang putih. Ketika memakan bawah putih, bu Sri merasakan dadanya sangat panas, beberapa saat kemudian, dia menjadi semakin kuat beraktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, bu Sri sudah dapat berjalan dan melakukan aktivitas seperti biasanya, walau tidak lama seperti waktu belum jatuh sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-4827607189858104506?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/4827607189858104506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/terapi-jantung-koroner-dengan-bawang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4827607189858104506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4827607189858104506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/terapi-jantung-koroner-dengan-bawang.html' title='Terapi Jantung Koroner dengan Bawang Putih'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-4965600007647646104</id><published>2011-05-24T08:17:00.000+07:00</published><updated>2011-05-30T06:26:59.087+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Sembuh dengan Blau</title><content type='html'>Sembuh dengan Blau. Seminggu sudah Miftah, keponakanku yang baru kelas 2 SD, sakit leher karena salah posisi tidur. &lt;br /&gt;Dia tidah bisa menongok ke kanan maupun ke kiri. &lt;br /&gt;Jika ingin melihat di sampingnya, maka dia harus memutar seluruh badannya, entah kekanan maupun ke kiri. &lt;br /&gt;Bahkan menelan makanan pun terlihat kesakitan karena penyakitnya tersebut. &lt;br /&gt;Istilah jawanya Tengengen.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Orang tuanya sudah memberikan bermacam-macam obat, dari obat sakit kepala hingga obat untuk radang. &lt;br /&gt;Karena memang belum saatnya sembuh atau  memang obatnya kurang manjur, akibatnya, bukannya jadi sembuh, justru disertai panas juga. &lt;br /&gt;Kasihan, Miftah kelihatn sangat tersiksa.&lt;br /&gt;Karena kasihan, teman ayahnya memberi tahu obat alternatif, yaitu dengan  melulurkan Blau, sejenis batu yang mudah larut, berwarna biru, yang biasa digunakan untuk memutihkan pakaian. &lt;br /&gt;setelah beberapa kali diberi lulur Blau disekitar lehernya, maka Miftahpun dapat tersenyum kembali. &lt;br /&gt;Kemarin ketika saya berkunjung kerumahnya, dia sudah ceria dan bersemangat belajar kembali. &lt;br /&gt;Makan yang banyak dan jaga kesehatan ya Tah :D&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-4965600007647646104?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/4965600007647646104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/sembuh-dengan-blau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4965600007647646104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4965600007647646104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/sembuh-dengan-blau.html' title='Sembuh dengan Blau'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7702525664653098161</id><published>2011-05-18T13:19:00.000+07:00</published><updated>2011-05-18T13:19:46.354+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Dengar Adzan, Istirahat Dulu Ah... part I</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-MstzUOTjyjc/TdNkmf0d3RI/AAAAAAAAAB0/SjQ1Wpo-HeM/s1600/tugu.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-MstzUOTjyjc/TdNkmf0d3RI/AAAAAAAAAB0/SjQ1Wpo-HeM/s1600/tugu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Siang ini cuaca mendung, tetes air hujan sudah sampai membasahi bumi. Kang Tarjo dan Yu Jum duduk di beranda melepas lelah setelah bekerja. Yu Jum membantu tetangga mencuci dan menyetrika baju, Kang Tarjo bekerja di pabrik meubel, yang bikin hutan gudul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menikmati segelas es teh dan sepiring pisang goreng, mereka berbincang dengan seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dek, ada pengalaman unik nih. Mau dengar ga?” tanya Kang Tarjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau donk. Asal beneran lho.” sahut Yu Jum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mosok ga beneran sih?” Kang Tarjo jadi keki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya iya, seringnya kan hanya godain doang…. ntar yang jadi sasaran aku lagi…” kata Yu Jum sambil merengut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ok deh… sekarang tokohnya ga kamu kok say….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana ceritanya?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Denger baik-baik ya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kisah ini terjadi ketika aku masih bujang, dan baru dua tahun merantau di Jakarta ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, setelah dua tahun hidup di Jakarta dan berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan yang lain, aku dan kawan-kawan yang berjumlah enam orang, kedatangan satu lagi personil dari kampung. Jakarta yang sudah sumpek menjadi bertambah sumpek karena urbanisasi ini. Bagaimana tidak tertarik, sebagian besar industri ada di Jakarta, sepertinya mencari uang di Jakarta sangat mudah, sehingga setiap tahunnya Jakarta selalu kebanjiran. Baik kebanjiran air maupun kebanjiran orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Mas Toer, orangnya sangat lugu dan bersemangat. Setelah di jemput Bang Rijal, ipar Mas Toer yang asli Batak, dari terminal Kampung Rambutan, kami duduk duduk dulu di depan rumah. Suasana makin ramai dengan kedatangan tetangga kiri kanan rumah. Jadilah depan rumah tempat nongkrong kagetan. Setelah bertegur sapa sejenak, dan mencicipi buah tangan asli Jogja, geplak dan bakpia, Kang Paijo membuka tebak tebakan. Aku dan teman-teman yang lain sudah paham dengan maksud Kang Paijo, diam saja sambil tersenyum dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh… dengar aku punya cerita nih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sauasana jadi hening…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian tahu patung Selamat Datang di depan HI yang melambai kan?” tanya kang Paijo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahu lah, kan tiap hari kalo berangkat kerja dilewati.” sahut Mr. One&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, ternyata… patung itu duduk dulu kalo mendengar suara adzan….“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masak ada patung bisa duduk?” tanya Mas Toer keheranan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gak percaya? buktikan aja sendiri…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi aku kan baru datang, belum tahu jalan-jalan di Jakarta.” kata Mas Toer agak menghiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan kuatir adikku sayang, ntar abang antar jalan-jalan ya..” kata Bang Rijal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan di depan rumah bubar setelah terdengar adzan magrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya, malam itu Mas Toer tidak bisa tidur dengan nyenyak, masih memikirkan cerita Kang Paijo.&lt;br /&gt;Tunggu kelanjutannya ya....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7702525664653098161?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7702525664653098161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/dengar-adzan-istirahat-dulu-ah-part-i_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7702525664653098161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7702525664653098161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/dengar-adzan-istirahat-dulu-ah-part-i_17.html' title='Dengar Adzan, Istirahat Dulu Ah... part I'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-MstzUOTjyjc/TdNkmf0d3RI/AAAAAAAAAB0/SjQ1Wpo-HeM/s72-c/tugu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-4668818291012260799</id><published>2011-05-15T08:32:00.000+07:00</published><updated>2011-05-15T12:34:51.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Desa Kajen, Ada Apa Denganmu?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JATb0Rs9QM4/Tc8o-gEjJ0I/AAAAAAAAABs/_oirq3wMX-8/s1600/kajen%2Bngaji.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-JATb0Rs9QM4/Tc8o-gEjJ0I/AAAAAAAAABs/_oirq3wMX-8/s320/kajen%2Bngaji.jpg" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebelum berkembang menjadi desa dengan pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang sangat pesat, desa Kajen merupakan desa yang dihuni oleh ribuan santri dari berbagai daerah. Bertahun-tahun yang lalu, aku sering berziarah ke makam desa Kajen, karena ada makam ulama yang sangat kharismatik, yaitu KH. Ahmad Mutamakkin, yang sering diziarahi oleh para pejabat baik pejabat pusat maupun pejabat daerah, bahkan presiden ke empat RI,yaitu KH. Abdurrahman Wahid, setelah selesai dilantik menjadi presiden pergi berziarah ke makam tersebut.&lt;br /&gt;Desa Kajen sangat aku kagumi karena keberadaannya sebagai desa yang memegang teguh ajaran Agama Islam, dengan keberadaan puluhan podok pesantren, sehingga terkenal dengan sebutan kota santri, yang diramaikan dengan kegiatan mencari ilmu dan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an. Apalagi jika hari kamis malam jum'at, dapat dipastikan setiap pondok dan surau yang ada disetiap RT pasti akan ramai oleh berbagai macam pengajian, dari membaca Asma'ul Husna (nama-nama Allah yang indah) juga hafalan Al-Qur'an yan dibaca secara &lt;i&gt;tartil&lt;/i&gt; (pelan). Suasana desa Kajen menjadi sejuk dan damai. Tak hanya anak-anak dan remaja yang belajar di Desa Kajen, bahkan para orang tua juga ikut nyantri di desa Kajen. Bukan sebagai santri yang tinggal di Pondok pesantren, tapi santri yang setelah belajar pulang kembali ke rumahnya, dalam istilah pesantren disebut santri kalong (mirip hewan kalong, yang pulang pada pagi hari). &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Masih terngiang di telingaku alunan lagu dari Nasyidaria (sebuah kelompok nasyid yang terdiri dari beberapa santriwati dari kota Semarang) yang menggambarkan tentang suasana di kota santri yang asyik dan menyenangkan hati. Aku sendiri tidak begitu mengetahui, apakah lagu itu menggambarkan desa Kajen atau daerah lain, yang jelas keadaan desa Kajen saat itu persis seperti lantunan lagu Nasyidaria itu. Lagu yang juga dipopulerkan kembali oleh duet Anang dan Syahrini dengan judul yang sama "Kota Santri". Ini syair dari lagu tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Suasana Di Kota Santri&lt;br /&gt;Asik Senangkan Hati&lt;br /&gt;Suasana Di Kota Santri&lt;br /&gt;Asik Senangkan Hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tiap Pagi Dan Sore Hari&lt;br /&gt;Muda Mudi berbusana rapi&lt;br /&gt;Menyandang kitab suci&lt;br /&gt;Hilir mudik silih berganti&lt;br /&gt;Pulang pergi mengaji"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian tahun, keadaan Kajen sebagai kota santri tetap tidak berubah. Akan tetapi, suasana yang digambarkan dalam alunan lagu Nasyidaria sedikit demi sedikit mulai terkikis oleh kemajuan jaman dan teknologi. Betapa tidak, Kebiasaan santri yang setiap malam disibukkan dengan halaqah-halaqah (kelompok) pengajian, kini mulai tergeser dengan "mengaji" di depan monitor alias mantengin internet dan Play Station (PS).  Tumbuh dan berkembang puluhan warung-warung internet dan games (PS) di desa Kajen berimbas pada kegiatan santri yang sekarang lebih menyukai berlama-lama di depan layar monitor daripada membaca kitab kuning, yang merupakan sumber ilmu dari ulama' salaf (kuno). Hampir setiap sudut desa Kajen yang tak begitu luas ini bertebaran warnet-warnet yang buka hingga 24 jam non stop. Sehingga dalam salah satu blog, pernah aku baca slogan baru bagi desa Kajen yakni "Kampung Warnet". Duh….&lt;br /&gt;Pernah suatu waktu, aku membutuhkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) untuk sebuah keperluan. Untuk mendapatkan NUPTK tersebut, harus  melalui jaringan internet.  Dan hasilnya, aku harus kecewa karena seluruh warnet yang ada di desa Kajen semua penuh dengan pelanggan yang kebanyakan para santri. Entahlah, apakah mereka memang mendapat tugas dari sekolah formalnya untuk mencari bahan pelajaran di Internet ataukah untuk bersenang-senang saja.&lt;br /&gt;Kemajuan teknologi yang mestinya tepat guna, ternyata bagaikan pisau bermata dua, dan dapat menjadi boomerang yang bisa mengancam akhlak para santri. Diakui atau tidak, keberadaan warung-warung internet yang sangat menjaga kenyamanan pengunjung dengan ruang ber AC serta tertutup sangat rapat dapat memicu tindak pornografi dan pengguna internet dapat mengakses situs porno dengan leluasa. Apalagi ditambah dengan tidak adanya software antipornografi yang terinstal di PC masing-masing warnet, serta tidak adanya kontrol dari pihak yang berwenang, sangat berbahaya bagi keberlangsungan akhlak para santri.&lt;br /&gt;Telah banyak akibat negatif dari kemajuan tehnologi satu ini.  Para pakar dan pengamat informatika sendiri mengamini bahwa banyaknya penculikan, pelecehan seksual di kalangan remaja merupakan salah satu dampak negatif dari tehnologi ini. Sebelum virus pornografi menyebar di kalangan santri, peran orang tua, guru, ustad, kyai dan para pengelola warung-warung internet sangat dibutuhkan untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut.  Jangan sampai desa Kajen yang mendapat julukan sebagai kota santri, yang dulu sangat aku kagumi, kini hanya tinggal slogan saja.&lt;br /&gt;gambar antarafoto.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-4668818291012260799?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/4668818291012260799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/desa-kajen-ada-apa-denganmu.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4668818291012260799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4668818291012260799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/desa-kajen-ada-apa-denganmu.html' title='Desa Kajen, Ada Apa Denganmu?'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JATb0Rs9QM4/Tc8o-gEjJ0I/AAAAAAAAABs/_oirq3wMX-8/s72-c/kajen%2Bngaji.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-269431584830269071</id><published>2011-05-14T09:21:00.000+07:00</published><updated>2011-05-19T18:15:49.663+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Si Pelit Pulsa</title><content type='html'>&amp;nbsp;Ring-ring-ring,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sapa sih malam2 begini SMS?” kata Yu Jum dalam hati (kalo diucap, ntar bangunin tetangga, maklum Yu Jum tinggal di komplek sumpek)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu Jum mengambil HP yang tergeletak di sampingnya, suaminya Kang Rojali bertanya sambil menahan kantuk” Sapa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tau… ni baru mau dibuka….” jawab Yu Jum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah tekan kunci lalu tanda bintang, muncul pengirim SMS… oalah… dari Mr. One (ga jelas profesinya, entah dukun apa pengusaha). Isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah ya Robbi dipenghujung bulan September yang masih banyak hujan dan angin dan banjir ini kuiringkan doaku untuk orang-orang yang kuhormati, saudaraku, beri mereka kesehatan, tawadhu dalam iman, keluarga yang bahagia, rizki yang barokah dan berlimpah serta terimalah dengan ridha-Mu amal ibadahnya agar mereka dapat terselamatkan di akhirat kelak. Amin ya Rabbal Alamin. Kami sekeluarga mohon maaf lahir batin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yu Jum tekan balas: “Amin” kemudian di klik send, terkirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Rojali penasaran plus curiga, “Siapa malam-malam SMS?”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Mr. One”, Yu Jum menjawab singkat. ” Woam…. kirain siapa”, kata Kang Rojali sambil menguap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua siap-siap tidur lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba…. Ring……..Ring……..Ring…. HP Yu Jum berbunyi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sapa lagi si….” kedumel Yu Jum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata dapat balasan dari Mr. One&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dua belas kelebihanmu yang membuatku terpesona:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lucu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terampil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisius&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo disingkat: SI PELIT PULSA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak…. HP dibanting Yu Jum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehehe… keki jadinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-269431584830269071?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/269431584830269071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/si-pelit-pulsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/269431584830269071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/269431584830269071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/si-pelit-pulsa.html' title='Si Pelit Pulsa'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7518718027458606688</id><published>2011-05-11T06:12:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T06:20:26.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Mandi Abu Gosok part II</title><content type='html'>Setelah semalaman gak tidur karena gatal, esoknya Kang Rojali pergi ke dokter. Dengan masih garuk sana, garuk sini dan antri di ruang tunggu selama satu jam, barulah namanya dipanggil….&lt;br /&gt;“Bapak Rojali…..silahkan” panggil suster cantik bin seksi di depan pintu praktek dokter.&lt;br /&gt;Kang Rojali bergegas menuju suster seksi …. Eit, bukan mau peluk, tapi ikut masuk ruang praktek dokter.&lt;br /&gt;“Pagi dok….” Sapa Kang Rojali&lt;br /&gt;“Pagi… silahkan duduk…. Sakit apa?” Tanya dokter&lt;br /&gt;” Ni dok, semalam habis makan mie ayam langsung gatel-gatel . Ini juga masih gatel-gatel dok.” Kata Kang Rojali sambil tetep garuk-garuk&lt;br /&gt;” Coba saya periksa dulu, mari pak ….”&lt;br /&gt;Suster cantik sudah mempersiapkan tempat tidur. “Silahkan pak….”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kang Rojali terlentang, kancing baju bagian atas dibuka si Suster. Dag dig dug debar jantung Kang Rojali, tiba-tiba nongol tampang dokter…&lt;br /&gt;Setelah tempel sana tempel sini, buka mata buka mulut Kang Rojali, Dokter kembali duduk. Dengan dibantu Suster cantik, Kang Rojali segera mengikuti dokter, duduk di depan dokter.&lt;br /&gt;“Bapak terkena alergi.”&lt;br /&gt;“Lho kok bias dok?”&lt;br /&gt;” Iya Pak, alergi bisa menyerang siapa saja, baik orang tua sampai anak-anak. Alergi bukan merupakan infeksi dan tidak menular. Sentuhan, makanan, suntikan atau menghirup benda-benda tertentu dapat menyebabkan gelagat atau ruam yang gatal pada orang yang alergis.” Kata dokter&lt;br /&gt;“O….”&lt;br /&gt;“Gelagat atau bidur (jawa) merupakan bilur-bilur atau bercak-bercak yang timbul dan terlihat seperti sengatan lebah, dan gatalnya luar biasa. Waspadalah terhadap setiap reaksi yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu, terutama penicillin atau antibisa yang dibuat dari serum kuda. Bilur seperti ini dapat terjadi beberapa menit sampai 10 hari, setelah obat itu disuntikkan.” Lanjut dokter&lt;br /&gt;“Bagaimana pertolongan pertamanya dok?” Tanya Kang Rojali&lt;br /&gt;“Langkah pertama, hentikan pemakaian obat, jauhkan penyebab alergi, jangan sekali makan makanan yang menyebabkan alergi.” Jawab dokter&lt;br /&gt;“Kalo seperti saya, gatelnya minta ampun, apa harus mandi pake abu gosok?” Tanya Kang Rojali dengan polosnya&lt;br /&gt;Dokter tersenyum, dan menjawab&lt;br /&gt;“Tidak perlu pake abu gosok pak, ntar bukan sembuh tapi makin sakit. Usahakan mandi dengan air sejuk dan gunakan kompres dingin, yaitu kain yang dibasahi dengan air dingin atau air es. Dapat pula kompres dengan tepung terigu. Rebus tepung terigu di dalam air, lalu saring dan stelah airnya dingin, dapat digunakan sebagai kompres. Jika gatalnya sangat hebat, minumlah antihistamin, yaitu obat yang digunakan untuk mengobati alergi, dan mengendalikan muntah. Obat ini dapat menyebabkan kantuk.”&lt;br /&gt;“Gitu ya Dok. Masak Dok, malam-malam saya disuruh istri mandi pake abu gosok, ya ogah donk…” curhat Kang Rojali&lt;br /&gt;“Gak usah pake abu gosok, ini saya beri resep, obatnya diminum, semoga saja besok bangun tidur sudah sembuh.” Kata dokter&lt;br /&gt;“Terima kasih dok.”&lt;br /&gt;Setelah membayar biaya konsultasi dokter dan melirik senyum suster cantik, Kang Rojali ke Apotek, nebus obat. Uang hasil peras keringat selama seminggu, ludes deh. Hehehe&lt;br /&gt;Salam &lt;br /&gt;Sumber: “Apa yang Anda Kerjakan Bila Tidak Ada Dokter” karya David Werner, Yayasan Essentia Medica&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7518718027458606688?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7518718027458606688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/mandi-abu-gosok-part-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7518718027458606688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7518718027458606688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/mandi-abu-gosok-part-ii.html' title='Mandi Abu Gosok part II'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-3133427672352415959</id><published>2011-05-10T11:05:00.000+07:00</published><updated>2011-05-10T14:01:31.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Mandi Abu Gosok part I</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;Hujan turun dari sore  dilanjut  hingga malam, dalam kontrakan yang sempit, Kang Rojali  bercengkrama dengan istrinya Yu Jum.&lt;br /&gt;“Dingin-dingin begini enaknya makan mie ayam ya….” Kata Kang Rojali&lt;br /&gt;“Ya, tapi aku males keluar,  Akang aja ya yang beli,” jawab Yu Jum&lt;br /&gt;“Tapi kan masih hujan…. “sahut Kang Rojali&lt;br /&gt;” Mau ndak?”balas Yu Jum&lt;br /&gt;“Ok deh…”akhirnya, KAng Rojali pasrah. Dan segera mengeluarkan motor buntutnya&lt;br /&gt;“Beli yang jualan didepan kuburan aja Kang..”  teriak Yu Jum&lt;br /&gt;Kang Rojali  segera tancap gas. Tak berapa lama, Kang Rojali pulang.&lt;br /&gt;“Kok cepet, emang ga ada yang beli?” sambut Yu Jum&lt;br /&gt;“Ada, tapi cuma dua orang, dan sudah makan disana. Cepet ambil mangkok, ntar  keburu dingin lho…” sahut Kang Rojali&lt;br /&gt;Tak berapa lama, mie ayam pun ludes, maklum saja, sudah hampir setengah delapan belum makan malam, jadi kelaparan kan…&lt;br /&gt;Tiba-tiba tangan Kang Rojali berdansa, garuk sana garuk sini kayak satpol PP pas penertiban.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Apaan sih Akang ni….” Yu Jum menyela aktifitas garuk-menggaruk suaminya&lt;br /&gt;“Tau dek, tiba-tiba aja badanku gatel semua…” sahut Kang Rojali sambil terus garuk-garuk&lt;br /&gt;Badan kang Rojali jadi bentol-bentol mengerikan.&lt;br /&gt;“Alah… Akang belum mandi kali….” Kata Yu Jum  sambil mencibir.&lt;br /&gt;“Lho, tadi kan aku madi bareng dirimu, “&lt;br /&gt;“Hust…. Jangan keras-keras, ntar dikira tetangga beneran, padahal kan aku mandi dikamar mandi sebelah…”&lt;br /&gt;“Aduh, gimana nih… masih gatel kok…” rintih Kang Rojali&lt;br /&gt;“Ke dokter aja yuk…” ajak Yu Jum&lt;br /&gt;“Ga ah… dah malam, emang ada dokter yang masih buka? ” Sahut Kang Rojali&lt;br /&gt;Yu Jum pun kembali terdiam.&lt;br /&gt;” Coba liat, mana yang gatel..” kata Yu Jum sambil menarik tangan suaminya.&lt;br /&gt;“Waduh, kok bias bentol-bentol begini… kayak kena ulat bulu.” lanjut Yu Jum&lt;br /&gt;“Iya nih… mana gatel benget lagi.” timpal Kang rojali&lt;br /&gt;“Kata orang tua, kalo bentol-bentol kayak begini, bisa sembuh kalo mandi pake abu gosok. Akang mau?” Kata Yu Jum&lt;br /&gt;“Apa? mandi pake abu gosok? Emang aku wajan? Gak ah… aku ga mau” teriak Kang Rojali sambil terus garuk-garuk&lt;br /&gt;Dasar Yu Jum….. asbun… asal bunyi…..hehhehehe&lt;br /&gt;tunggu lanjutannya ya…&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-3133427672352415959?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/3133427672352415959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/mandi-abu-gosok-part-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3133427672352415959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3133427672352415959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/mandi-abu-gosok-part-i.html' title='Mandi Abu Gosok part I'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7179618841805395819</id><published>2011-05-08T19:48:00.000+07:00</published><updated>2011-05-08T19:51:12.994+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Sudah Sembuh, Kamu Boleh Pulang</title><content type='html'>Siang yang terik, Kang Paijo bertemu dengan Mr. One dan Yi PK yang sedang duduk di warung kopi. Kang Paijo ikut bergabung , sekalian mendinginkan badan yang mulai berkeringat. Sedang asik bercerita, tiba-tiba datang Ong Ang. Dia terkenal jago main tebak-tebakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…..” sapa Ong Ang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wa’alaikum salam….” sahut Kang Paijo n the gank&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tumben ngumpul, ada berita apa nih?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ga ada, cuma ngobrol biasa aja.” kata Yi PK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh… tadi ada kejadian lucu, mau tau ga?” tanya Ong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mau dong. dari pada ngomong-ngomong ga jelas…” sahut Mr. One&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini ceritanya…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di RSJ, dokter sedang meneliti kondisi pasien. Dari catatanya, tampaknya ada 3 pasien yang siap dikembalikan ke masyarakat. Untuk meyakinkan, dokter ingin memberi tes terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tolong panggil Supar, Sableng dan Sinting!” kata dokter pada perawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, ketiga pasien itu datang dengan diantar perawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada apa dok?” tanya Supar, maklum, sudah hampir sembuh, jadi sudah agak normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Silahkan duduk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga “S” segera duduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut catatan saya, kalian bertiga sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Sebelum saya mengijinkan kalian pulang, maka saya ingin bertanya pada kalian bertiga, masing-masing satu pertanyaan. Bagaimana, siap?” kata dokter panjang lebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siap dok!” mereka menjawab kompak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik, yang pertama Supar. Apa nama buah yang berambut?” tanya dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rambutan dok.” Kata Supar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia ingat, kemarin baru di jenguk keluarganya dan dibawakan rambutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Betul…sudah sembuh, kamu boleh pulang.” kata dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan riang, Supar keluar ruang untuk pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Selanjutnya Sableng, apa nama buah yang berduri?” tanya dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah gampang dok. kalo buah yang berambut, namanya rambutan, maka buah yang berduri pasti durian… ya kan?” kata Sableng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah… betul… berarti kamu sudah sembuh, boleh pulang.” kata dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, untuk Sinting, dengarkan baik-baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini pertanyaan yang sulit, kalo kamu bisa menjawab, maka kamu sudah sembuh dan boleh pulang.” kata dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ong Ang berhenti beberapa detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh… bagaimana lanjutannya Ong?” tanya kang Paijo penasaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sabar donk, minum dulu ya… haus ni.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah menyeruput kopi, Ong Ang melanjutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini…” kata dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buah apa yang kulitnya hijau, buahnya merah ada titik-titik hitamnya?” tanya dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinting terdiam beberapa saat….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semangka… masak begitu saja tidak bisa!” teriak Kang Paijo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah sembuh, kamu boleh pulang.” sahut Ong Ang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha….ha…ha…ha….ha… Mr. One dan Yi PK tertawa terbahak-bahak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kang Paijo: “!?!?!?!?!?!?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7179618841805395819?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7179618841805395819/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/sudah-sembuh-kamu-boleh-pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7179618841805395819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7179618841805395819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/sudah-sembuh-kamu-boleh-pulang.html' title='Sudah Sembuh, Kamu Boleh Pulang'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-6436989779515482584</id><published>2011-05-07T19:47:00.000+07:00</published><updated>2011-05-07T20:03:13.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Cara Menyeberang Jalan</title><content type='html'>Tebakan ini dari suami yang seneng humor. Mungkin anda sudah pernah membaca atau mendengar tebak-tebakan ini, saya harap anda tetap terhibur. Mohon maaf  jika ada yang tersinggung, bukan maksud saya  menyinggung anda. Piss :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu pagi, ditemani teh hangat dan sepiring singkong goreng, kami bersantai di teras rumah. Setelah membahas pekerjaan masing-masing,  kemudian disambung dengan rencana-rencana masa depan, tiba-tiba suami mengajak main tebak-tebakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tebak-tebakan yuk….” ajak suamiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ogah ah, pasti aku yang kalah.” jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ratusan kali main tebak-tebakan, pasti ga bisa ngalahin suami, jadi males. Tapi tetap aja suami ngotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Begini ceritanya…” kata suamiku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Lho, katanya tebak-tebakan, kok jadi cerita?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Makanya, dengar dulu dek…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada seorang yang pincang, bersahabat dengan orang gempor (jalannya ngesot) dan orang yang buta sebelah.” kata suami selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mereka mencoba menyeberang jalan. Biasanya, mereka jalan berbarengan. Berhubung diseberang jalan ada cewek cantik, nah…. bagaimana caranya supaya mereka bisa menyeberang jalan, tanpa diketahui kalo mereka cacat?” kata suamiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayo, itu tadi pertanyaanya…. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gimana ya?Nyeberang aja rame-rame.” jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salah, ga bisa ngeceng donk, ketahuan kalo cacat……….” jawab suamiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…………………..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nyerah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebentar…. Lewat jembatan penyeberangan, kan ga ketahuan ma ceweknya.” jawabku ngaco&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ga ada jembatanya….” sahut suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya deh, nyerah….” pasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengar baik baik ya,  si pincang menyiapkan kapur, menyeberang jalan dengan membuat garis lurus, siapapun baik itu bongkok atau tidak, kalau membuat garis di jalan pasti membongkokkan badan. Selanjutnya, si buta sebelah, menyeberang jalan sambil menaruh tangan dimuka seperti orang mengira-ngira sudah lurus apa belum garisnya sambil berkata, "Wah garisnya kurang lurus!". Lalu, si ngesot menyeberang jalan dengan ngesot sambil berkata: “Ah, garis ga lurus aja dibuat, hapus aja…” nah begitu cara menyeberang tiga sekawan tadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“wkwkkwkwkwkkwkwk…….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-6436989779515482584?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/6436989779515482584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/cara-menyeberang-jalan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6436989779515482584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6436989779515482584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/cara-menyeberang-jalan.html' title='Cara Menyeberang Jalan'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-4876512432490145123</id><published>2011-05-01T14:36:00.000+07:00</published><updated>2011-05-06T13:17:03.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Apa sih Terapi Itu Mbak?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=924108006488&amp;amp;id=fe6a099e7ca1337b683bfd2762b5f23e&amp;amp;url=http%3a%2f%2flca.wisc.edu%2f%7eemraffer%2fImages%2fLP%2fpas20.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="195" src="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=924108006488&amp;amp;id=fe6a099e7ca1337b683bfd2762b5f23e&amp;amp;url=http%3a%2f%2flca.wisc.edu%2f%7eemraffer%2fImages%2fLP%2fpas20.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setiap pagi, saya selalu mendapat kunjungan dari penjual sayur dan ikan keliling, istilah di tempatku &lt;i&gt;bakul tereng&lt;/i&gt;. Profesi yang sering dijalankan ibu-ibu untuk menambah uang belanja.&lt;br /&gt;Ibu yang berjualan ini sering saya panggil Mbak, karena masih muda, baru  berusia empat puluh tahunan. Mbak Pat, namanya, sudah mempunyai cucu  dari anak keduanya yang perempuan. sebentar lagi juga mau &lt;i&gt;nguduh mantu&lt;/i&gt;  untuk anak sulungnya yang sekarang berkerja jadi TKI di Arab Saudi.  Masih ada dua orang anaknya yang bersekolah SD dan SMP. suaminya sudah  mulai sakit-sakitan, sehingga otomatis beban menghidupi keluarga berada  di pundaknya. Selain berjualan keliling (bakul tereng), dia juga menjual  sisa dagangannya di rumah, dan juga memelihara beberapa ekor kambing.  Bisa dibayangkan bagaimana repotnya dia menjalani hidup setiap harinya.  Subuh, setelah menyiapkan sarapan untuk kedua anak dan suami, cucian  siap untuk di jemur. setelah itu, pergi ke pasar dengan diantar suami.  Setelah selesai berburu belanjaan berupa berbagai macam ikan, sayuran,  bumbu dapur dan kue-kue, jam 06.30 WIB pulang dengan naik dokar, dan  menuju kesekitar rumahku untuk menawarkan barang dagangannya. Pundak  kanan menggendong, tangan kiri dan kanan menenteng belanjaan.  Benar-benar Super Women dia. Pernah saya iseng bertanya, “Apa tidak  berat mbak?” jawabnya dengan lugu: ” Enggak mbak, dah terbiasa kok.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Suatu hari, saya sedang menulis di depan laptop untuk kompasiana di  ruang tamu, yang terlihat dari teras. Tiba-tiba, Mbak Pat datang&lt;br /&gt;“Belanja mbak….” Sapaan khas dipagi hari&lt;br /&gt;“Iya mbak, tunggu sebentar mbak…” jawab saya sambil bergegas ke dalam untuk mengambil dompet.&lt;br /&gt;Setelah memilih sayur dan ikan, saya bersiap untuk membayar. Sambil  menerima uang, dia bertanya: “Apa yang ada di dalam itu mbak?” tanyanya  sambil menunjuk laptop yang masih menyala.&lt;br /&gt;“O… itu laptop mbak.”&lt;br /&gt;“Televisi ya mbak…?” lanjutnya dengan nada bingung. Karena susah menjelaskan, saya jawab seadanya&lt;br /&gt;“Ya, semacam itulah mbak. Tapi dengan benda itu, kita bisa lebih banyak melakukan pekerjaan.”&lt;br /&gt;“Bagus ya mbak… ” katanya dengan polos&lt;br /&gt;Wah, susahnya memberikan penjelasan pada orang yang sederhana ini. Kataku dalam hati&lt;br /&gt;Kali yang lain, sewaktu melihat tetanggaku yang sedang sakit jantung dan  penyumbatan di otak, dengan lugu Mbak Pat mulai mengajukan pertanyaan  pula:&lt;br /&gt;“Mbak, tadi saya lihat Bu Sri dibawa naik mobil, apakah dia mau dioperasi di Surabaya ya mbak?”&lt;br /&gt;“Wah, kurang tau Mbak, kayaknya belum dioperasi. bahkan kondisinya sudah mulai membaik kok.” jawab saya&lt;br /&gt;Saya memang termasuk orang yang tidak suka bergosip, makanya sangat  jarang mengetahui kabar dari tetangga yang lain. Nah, justru lewat mbak  Pat inilah yang sering membawa info&amp;nbsp; tentang tetanggaku. hehhehehe&lt;br /&gt;“Atau mungkin sedang diterapi ya mbak?” tanyanya lebih lanjut&lt;br /&gt;“Wah, mungkin saja mbak.” jawabku singkat&lt;br /&gt;“Apa sih yang dimaksud dengan terapi mbak? kemarin pas saya nengok bu Sri, dia cerita kalo harus di terapi mbak.”&lt;br /&gt;“Terapi itu memberikan obat pada orang yang sakit mbak.” jawabku&lt;br /&gt;” Tapi mbak, kemarin saya lihat Pak prabu, di sinetron Amira, diterapi,  kok disuruh jalan dibawahnya seperti ada listriknya, kan tidak ada  obatnya. Terus&amp;nbsp; kalo bu Yayuk, katanya diterapi, tapi hanya berbaring  dengan ditempeli alat yang membuat hangat tubuhnya juga tidak minum  obat. Sebenarnya terapi itu bagaimana mbak? saya masih bingung nih…”  katanya dengan menggebu-gebu.&lt;br /&gt;” Begini mbak, suami mbak memijit orang yang sakit, kemudian sembuh, itu  namanya suami mbak melakukan terapi. Mbak kalo sedang flu meminum  setetes minyak gosok, kemudian sembuh, itu namanya juga terapi, kemudian  ada orang yang berjalan diatas kerikil untuk melancarkan aliran  darahnya, itu juga namanya terapi. Apapun yang dilakukan manusia supaya  bisa sembuh dari penyakitnya, entah dengan minum obat atau melakukan  sesuatu dengan anggota badannya, namanya terapi.” kataku dengan panjang  lebar.&lt;br /&gt;“Iya mbak, teman-teman saya juga heran, kok saya tidak pernah sakit.  Padahal, kalo saya pilek atau batuk, tinggal minum setetes minyak angin&amp;nbsp;  atau menjilati balsam…. hehheheh. Bagi orang miskin seperti saya ini,  tidak boleh sakit berat, cukup yang ringan saja. Obatnya juga yang  murah, setetes minyak angin.” katanya dengan senyum ceria&lt;br /&gt;“Betul mbak, semoga kita tidak usah sakit yang berat ya mbak…” sahutku&lt;br /&gt;“O… begitu ya mbak. Gara-gara kata terapi tadi, bikin saya ga enak makan  ga enak tidur, mikirin artinya,&amp;nbsp; mbak.” sambungnya dengan polos&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=810479061598&amp;amp;id=c4374fc2b0fe28673460100992102e2b&amp;amp;url=http%3a%2f%2fwww.sjukgymnastteamet.se%2fwp-content%2fuploads%2f2010%2f08%2fU2E9345.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="249" src="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=810479061598&amp;amp;id=c4374fc2b0fe28673460100992102e2b&amp;amp;url=http%3a%2f%2fwww.sjukgymnastteamet.se%2fwp-content%2fuploads%2f2010%2f08%2fU2E9345.jpg" width="415" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hehhehehehe…….. saya hanya bisa tersenyum.&lt;br /&gt;Ah mbak, perjuangan beratmu mencari nafkah untuk keluarga tercinta kamu hadapi dengan bersemangat, sudah cukup mbak.&lt;br /&gt;Saya salut dengan semua jerih payahmu.&lt;br /&gt;Pic. Bing&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;img alt="1304219581601334766" class="alignnone size-full wp-image-106374" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/1304219581601334766.png" title="1304219581601334766" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-4876512432490145123?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/4876512432490145123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/apa-sih-terapi-itu-mbak-pertanyaan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4876512432490145123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/4876512432490145123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/05/apa-sih-terapi-itu-mbak-pertanyaan.html' title='Apa sih Terapi Itu Mbak?'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-5532133787822579646</id><published>2011-05-01T09:09:00.002+07:00</published><updated>2011-05-02T17:03:30.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Puisi Pagi (menyambut May Day)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=894452116836&amp;amp;id=03c3cbb100503f93be857162bc6ac4c5&amp;amp;url=http%3a%2f%2fstatic.flickr.com%2f4011%2f4667981557_449a584329_z.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="229" src="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=894452116836&amp;amp;id=03c3cbb100503f93be857162bc6ac4c5&amp;amp;url=http%3a%2f%2fstatic.flickr.com%2f4011%2f4667981557_449a584329_z.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pagi menjelang datang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semburat jingga di ufuk timur&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kokok ayam bersahutan diudara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Membangunkan mimpi yang mulai menguar&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hai shobat…. Selamat pagi semua&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semoga hari ini menjadi hari yang indah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Penuh makna dan rasa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Memberi arti bagi semesta&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tak hanya sekedar datang tuk buang lara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menambah duka di dada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tapi………………….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kini saatnya menghias hari dengan ceria&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tetap semangat menyambut hari yang indah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berteman dengan sepiring sarapan dan segelas teh manis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Awali hari ini dengan berdoa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Semoga menjadi hari yang memberi manfaat&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Berbagi kasih dengan sesama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mengharapka menuai barakah dari Illahi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tercipta damai dan sejahtera di bumi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Selamat May Day&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=767593874782&amp;amp;id=7840afc67384bd911f06dca07700d274&amp;amp;url=http%3a%2f%2fmitglied.multimania.de%2fhichamchbani%2fsemsar_siahaan%2fpaintings%2fhakberserikat.gif"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="206" src="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=767593874782&amp;amp;id=7840afc67384bd911f06dca07700d274&amp;amp;url=http%3a%2f%2fmitglied.multimania.de%2fhichamchbani%2fsemsar_siahaan%2fpaintings%2fhakberserikat.gif" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;pic: bing&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;salam damai,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="130421212932229866" class="alignnone size-full wp-image-106343" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/05/130421212932229866.png" title="130421212932229866" width="102" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-5532133787822579646?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/5532133787822579646/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/puisi-pagi-menyambut-may-day.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/5532133787822579646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/5532133787822579646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/puisi-pagi-menyambut-may-day.html' title='Puisi Pagi (menyambut May Day)'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-8422672011721808191</id><published>2011-05-01T09:09:00.000+07:00</published><updated>2011-05-02T16:51:53.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><title type='text'>Nostalgia KKN Di Gunung Kidul</title><content type='html'>Setelah mengikuti teori dan praktek kuliah selama 3 tahun, saatnya  kami melaksanakan kuliah kerja nyata alias KKN. setelah mengambil  undian, saya dan 6 teman dari berbagai bidang keilmuan meperoleh tempat  di dusun Dadapan desa Dadapayu.&lt;br /&gt;Ketika mendengan pengumuman bahwa tempat KKN ku di Gunung Kidul, badan  jadi lemes, membayangkan tanah gersang, tanpa air. Bagaimana nanti kalau  mandi dan buang hajat?&lt;br /&gt;Akhirnya, mau tak mau harus berangkat juga. Dengan diantar bus kampus,  kami sampai di lokasi KKN. Kami berjumlah sekitar 34 kelompok yang  ditempatkan di kecamatan Semanu. Sedangkan yang berada di desa Dadapayu 7  kelompok, selanjutnya disebut pos, dengan anggota 7 orang tiap  kelompok.&amp;nbsp; Setiap kelompok ditempatkan pada dusun yang berbeda-beda. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya ditempatkan di Dusun Dadapan, dan tinggal dirumah pak Kepala Dusun.  Rumah pak Kadus sudah semi modern, dindingnya dari beton, lantai masih  dari tanah. Disebelah rumah beton, terdapat rumah dari kayu jati, yang  berbentuk joglo. Di depan rumah beton, terdapat kandang sapi dan  kambing. Sedangkan sebelah kiri rumah, terdapat lapangan yang cukup  luas, yang sering digunakan anak-anak untuk bermain.&lt;br /&gt;Kejadian yang paling lucu adalah ketika kita tanya warga tentang rumah  seseorang. Jawabnya, dekat kok, hanya seplintengan (sejauh tembakan  ketapel) saja. Ketika kita ikuti, busyet deh…. jauh banget, melewati  satu gunung kecil. Kalo sejauh ini sih, namanya seplintengan raksasa ,  gerutu saya dan teman-teman. hehehhe&lt;br /&gt;Ternyata duagaan saya sebelumnya bahwa saya tidak akan bisa mandi dan  buang hajat sangat keliru. Di Dusun Dadapan telah mendapat aliran air  dari sungai bawah tanah goa Bribin. Ah sudahlah, dibawah ini beberapa  foto kegiatan&amp;nbsp; ketika KKN di Gunung Kidul. Silahkan dinikmati  hehhehehehe&lt;br /&gt;Berpose dengan pak Kadus di depan rumah pak Kadus yang menjadi pos KKN.&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303891283996194077" class="alignnone size-full wp-image-105461" height="415" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303891283996194077.jpg" title="1303891283996194077" width="460" /&gt;&lt;br /&gt;membantu warga membersihkan ketela hasil panen dari kebun. Sebagian besar hasil sawah penduduk adalah ketela&lt;br /&gt;&lt;img alt="13038895041745243272" class="alignnone size-full wp-image-105449" height="376" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038895041745243272.jpg" title="13038895041745243272" width="434" /&gt;&lt;br /&gt;Biarin calon bapak-bapak yang kerja keras pasang rambu-rambu pos KKN, kita narsis aja …. (sadis deh)&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303887387528039499" class="alignnone size-full wp-image-105438" height="330" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303887387528039499.jpg" title="1303887387528039499" width="436" /&gt;&lt;br /&gt;Mengajari adik-adik membaca al Qur’an di Musholla dusun. Tahu kalau difoto, mereka pasang tampang paling caem. hehhehehe&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303889727868785638" class="alignnone size-full wp-image-105450" height="377" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303889727868785638.jpg" title="1303889727868785638" width="503" /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengaji Al-Qur’an, juga ada kegiatan mendongengnya lho, supaya adik-adik makin betah belajar mengajinya&lt;br /&gt;&lt;img alt="13038904711903934354" class="alignnone size-full wp-image-105454" height="365" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038904711903934354.jpg" title="13038904711903934354" width="491" /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan membuat bunga dari sedotan untuk acara PKK :D&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303888947831265909" class="alignnone size-full wp-image-105446" height="363" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303888947831265909.jpg" title="1303888947831265909" width="454" /&gt;&lt;br /&gt;Syukuran warga satu dusun dalam rangka memperingati HUT RI tanggal 17  Agustus, yang dipimpin oleh pak Kadus. Menunya, nasi tumpeng komplet dan  teh manis&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303888694182458066" class="alignnone size-full wp-image-105445" height="349" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303888694182458066.jpg" title="1303888694182458066" width="417" /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka memeriahkan HUT RI tanggal 17 Agustus, maka diadakan berbagai perlombaan, diantaranya makan krupuk&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303890020574451440" class="alignnone size-full wp-image-105451" height="344" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303890020574451440.jpg" title="1303890020574451440" width="459" /&gt;&lt;br /&gt;Disela-sela padatnya kegiatan KKN, kami menyempatkan untuk jalan-jalan ke gua-gua yang ada di sekitar dusun&lt;br /&gt;Ini sebagian anggota jelajah gua di gunung kidul. Peralatan yang wajib dibawa : Air minum, tali, senter dan kamera.&lt;br /&gt;Walaupun siang hari, didalam gua betul-betul gelap, sehingga sangat membutuhkan senter sebagai penerang&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303890764552964026" class="alignnone size-full wp-image-105457" height="447" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303890764552964026.jpg" title="1303890764552964026" width="596" /&gt;&lt;br /&gt;Memanjat masuk dan keluar dari gua dengan menggunakan tali. Pengalaman yang sungguh mendebarkan&lt;br /&gt;&lt;img alt="13038872841231396086" class="alignnone size-full wp-image-105437" height="350" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038872841231396086.jpg" title="13038872841231396086" width="468" /&gt;&lt;br /&gt;kalau gua yang ini masih bisa dipanjat dengan tangan kosong, walaupun ngos-ngosan juga&lt;br /&gt;&lt;img alt="13038901911873798655" class="alignnone size-full wp-image-105452" height="377" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038901911873798655.jpg" title="13038901911873798655" width="449" /&gt;&lt;br /&gt;Goa Bribin di desa Dadapayu. Di dalam goa terdapat sungai bawah tanah,   yang telah diambil airnya untuk kebutuhan masyarakat. Jika ingin masuk   ke Goa ini, harus bawa helm dan senter. Sekarang sungainya sudah   dibendung untuk proyek Bribin II. Asli, ini satu-satunya bendungan bawah   tanah pertama didunia dan hanya ada di Indonesia, dijamin indah  banget.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dyahsp.staff.uns.ac.id/files/2009/06/s61.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="482" src="http://dyahsp.staff.uns.ac.id/files/2009/06/s61.jpg" width="529" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pic. Vivaforum&lt;br /&gt;Satu minggu sebelum selesai KKN, warga dusun ingin mempersembahkan  kebudayaan yang berkembang di sana, yaitu tarian Jathilan. Tarian ini  bisa menyebabkan penarinya kesurupan. ditempat lain, tarian ini disebut  Jaran Kepang. Dalam Jathilan, selain kesurupan, pemainnya juga makan  bunga, kaca bahkan mengupas kelapa memakai giginya. Tarian Jathilan ini  diiringi dengan seperangkat gamelan, yaitu gong, gendang dan bonang.  Suasana menjadi lebih magis, ketika pawang/dukunnya membakar kemenyan  untuk memanggil roh halus. hiiiiii&lt;br /&gt;Berpose sebelum mulai menari Jathilan.&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303887581903947658" class="alignnone size-full wp-image-105439" height="411" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303887581903947658.jpg" title="1303887581903947658" width="466" /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kesurupan, masing-masing penari menari dengan kuda-kudaan (jaran kepang) dan masih belum berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;img alt="13038881331706430450" class="alignnone size-full wp-image-105442" height="424" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038881331706430450.jpg" title="13038881331706430450" width="458" /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah tarian ketika mereka sudah kesurupan, tidak memakai kuda  lagi. Seakan-akan, yang menari buka diri mereka sendiri. Bahkan pada  saat ini, pawangnya juga mengalami kesurupan, ketika mencoba menyadarkan  salah satu penari. Sang Pawang tiba-tiba melaompat dan merebut gendang  yang sedang ditabuh. Dia memeluk gendang sangat erat dan tidak boleh  dibunyikan. Akibatnya, para penari yang masih kesurupan menjadi  beringas. Untunglah pemain gendang yang asli segera merebut gendangnya,  dan memainkan lagi. penonton perempuan sempat menjerit dan berlari  ketakuatan, termasuk saya…. hehehehhe&lt;br /&gt;&lt;img alt="13038884821758787600" class="alignnone size-full wp-image-105444" height="436" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038884821758787600.jpg" title="13038884821758787600" width="461" /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pengalaman saya selama KKN. Selain itu, kami juga membuka TK yang selanjutnya dikelola oleh desa.&lt;br /&gt;Semoga TKnya masih berjalan hingga kini.&lt;br /&gt;semua gambar selain&amp;nbsp; gua bribin, adalah koleksi pribadi&lt;br /&gt;Salam manis,&lt;br /&gt;&lt;img alt="13038913991841937175" class="alignnone size-full wp-image-105464" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13038913991841937175.png" title="13038913991841937175" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-8422672011721808191?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/8422672011721808191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/nostalgia-kkn-di-gunung-kidul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8422672011721808191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8422672011721808191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/nostalgia-kkn-di-gunung-kidul.html' title='Nostalgia KKN Di Gunung Kidul'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-3114595860149575704</id><published>2011-05-01T09:08:00.001+07:00</published><updated>2011-05-02T16:55:17.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Masak-Masak Yuk...</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;Saya suka bereksperimen di dapur. Kadang kala berhasil, lebih sering gagal. Hehehehehe…&lt;br /&gt;Tapi kegagalan tidak membuat saya patah arang, lalu tidak mau ke dapur.  Justru makin membuat saya bersemangat untuk masak. Tentu saja yang jadi  korban adalah suami….. maaf beib…… hehehehhehe&lt;br /&gt;Nah, sekarang saya mencoba beberapa resep dari berbagai masakan hasil eksperimen saya yang berhasil. disimak ya… &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Garang Asem&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=818197890830&amp;amp;id=e8b5bc68ba2c2cc4954d385359a797ef&amp;amp;url=http%3a%2f%2f4.bp.blogspot.com%2f_xLFxw7-pzm0%2fS1mlxfNTJQI%2fAAAAAAAAAjM%2fdAvfDdpiPPQ%2fs400%2fGarang-Asem2.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="202" src="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=818197890830&amp;amp;id=e8b5bc68ba2c2cc4954d385359a797ef&amp;amp;url=http%3a%2f%2f4.bp.blogspot.com%2f_xLFxw7-pzm0%2fS1mlxfNTJQI%2fAAAAAAAAAjM%2fdAvfDdpiPPQ%2fs400%2fGarang-Asem2.jpg" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=870465539849&amp;amp;id=edf61fd8fe038e01fede72146272da33&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_xLFxw7-pzm0%2fS1mlxAc7suI%2fAAAAAAAAAjE%2f87dGpJrs0Ws%2fs400%2fGarang-Asem1.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="198" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=870465539849&amp;amp;id=edf61fd8fe038e01fede72146272da33&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_xLFxw7-pzm0%2fS1mlxAc7suI%2fAAAAAAAAAjE%2f87dGpJrs0Ws%2fs400%2fGarang-Asem1.jpg" width="264" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;bundanyafalih.blogspot.com&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;1/2 kg ayam potong kecil-kecil&lt;br /&gt;Bumbu:&lt;br /&gt;- 10 buah cabe rawit, iris serong tipis&lt;br /&gt;-5 buah cabe merah, iris serong tipis&lt;br /&gt;- 5 siung bawang merah, iris tipis&lt;br /&gt;-3 siung bawang putih, iris tipis&lt;br /&gt;- 5 buah tomat,&amp;nbsp; diiris tipis&lt;br /&gt;- 1 cm lengkuas memarkan&lt;br /&gt;-1 batang sereh memarkan&lt;br /&gt;-5 lembar daun salam&lt;br /&gt;-400 ml santan&lt;br /&gt;- 1 1/2&amp;nbsp; sendok teh garam&lt;br /&gt;cara membuat:&lt;br /&gt;Masukkan semua bahan dan bumbu kedalam panci, kukus selama 1 jam. Dan garang asem siap dinikmati.&lt;br /&gt;Kalau membuat dalam porsi besar, dibungkus saja memakai daun pisang. Untuk ayam 1/2 kg masih muat jika dikukus dalam panci.&lt;br /&gt;2. CapJay&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=678390076360&amp;amp;id=ca5a6a7fc170f3acafda7bb1a1faa1bb&amp;amp;url=http%3a%2f%2fwww.evennachang.com%2fwp-content%2fuploads%2fblogger%2f_jUWzRpZ_baA%2fRi14ix0dGzI%2fAAAAAAAAAM0%2fvRDkVYltBcQ%2fs1600-h%2fCap%252Bjay%252Bgoreng.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="253" src="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=678390076360&amp;amp;id=ca5a6a7fc170f3acafda7bb1a1faa1bb&amp;amp;url=http%3a%2f%2fwww.evennachang.com%2fwp-content%2fuploads%2fblogger%2f_jUWzRpZ_baA%2fRi14ix0dGzI%2fAAAAAAAAAM0%2fvRDkVYltBcQ%2fs1600-h%2fCap%252Bjay%252Bgoreng.jpg" width="292" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;evanchang.com&lt;br /&gt;Bahan:&lt;br /&gt;- 1 ikat sawi hijau, cincang kasar&lt;br /&gt;- 2 buah wortel, iris tipis&lt;br /&gt;- 4 buah putren, iris tipis&lt;br /&gt;- 1/4 bunga kol, siangi per bonggol&lt;br /&gt;- 2 buah kentang, potong kotak&lt;br /&gt;- 1/4 kg dada ayam, potong kecil-kecil&lt;br /&gt;- 1/4 kg udang, buang kulitnya&lt;br /&gt;- 5 buah bakso, belah jadi 4&lt;br /&gt;-2 batang seledri, iris halus&lt;br /&gt;-1 sendok makan minyak untuk menumis&lt;br /&gt;-200 ml air putih&lt;br /&gt;Bumbu:&lt;br /&gt;- 2 siung bawang putih, dikeprek&lt;br /&gt;-4 buah bawang merang, iris tipis lalu goreng sampai garing&lt;br /&gt;- 1 sendok teh merica&lt;br /&gt;-4 buah cabe rawit potong jadi 4&lt;br /&gt;-garam secukupnya&lt;br /&gt;-1 sendok teh saus tiram&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;Tumis bumbu selain bawang goreng sampai harum, masukkan semua bahan.  Tunggu 15 menit. Angkat dan taburi bawang merah goreng. Sajikan selagi  hangat.&lt;br /&gt;3. Mangut Kepala Ikan Manyung&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_LaYeAcrWipw/TJOZiVLnE0I/AAAAAAAAASw/7_w83QSZbQk/s1600/mangutPe.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="292" src="http://2.bp.blogspot.com/_LaYeAcrWipw/TJOZiVLnE0I/AAAAAAAAASw/7_w83QSZbQk/s1600/mangutPe.jpg" width="360" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(sayang dapat gambarnya mangut ikan pari dari:  kulinerseputarpati.blogspot.com. ga papa deh, bentuknya mirip kok, cuma  yang dibuat mangut kepala ikan manyung)&lt;br /&gt;bahan:&lt;br /&gt;- 2 buah kepala ikan manyung yang sudah diasapi ukuran sedang&lt;br /&gt;- 4 buah tahu, gorng lalu potong tipis&lt;br /&gt;-4 buah tempe, potong tipis&lt;br /&gt;- 4 butir telur ayam matang, kupas kulitnya&lt;br /&gt;- 250ml santan kental&lt;br /&gt;-200 ml santan encer&lt;br /&gt;Bumbu:&lt;br /&gt;- 1 sendok teh ketumbar&lt;br /&gt;-1 sendok teh merica&lt;br /&gt;- 4 siung bawang putih&lt;br /&gt;-5 siung bawang merah&lt;br /&gt;-10 buah cabe rawit utuh&lt;br /&gt;-2 cm kunyit&lt;br /&gt;- 1 cm kencur, jahe, dan lengkuas&lt;br /&gt;- 4 lbr daun salam&lt;br /&gt;-2 lembar daun jeruk&lt;br /&gt;- 1 sendok makan kemiri&lt;br /&gt;-2 sendok teh garam&lt;br /&gt;Semua bumbu dihaluskan selain daun salam, kemudian goreng hingga harum.&lt;br /&gt;Cara Membuat:&lt;br /&gt;Masukkan bumbu dan bahan selain santan kental kedalam panci, setelah  mendidih, masukkan santan kental. Jika sudah mendidih lagi, angkat dan  taburi bawang merah goreng. Mangut kepala ikan manyung siap dihidangkan.&lt;br /&gt;Ah, sudah dulu ya, mau masak garang asem nih….&lt;br /&gt;selamat makan siang,&lt;br /&gt;semoga bermanfaat&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;img alt="1303880862809317324" class="alignnone size-full wp-image-105417" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303880862809317324.png" title="1303880862809317324" width="102" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-3114595860149575704?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/3114595860149575704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/masak-masak-yuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3114595860149575704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3114595860149575704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/masak-masak-yuk.html' title='Masak-Masak Yuk...'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_LaYeAcrWipw/TJOZiVLnE0I/AAAAAAAAASw/7_w83QSZbQk/s72-c/mangutPe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-7842811997338287682</id><published>2011-05-01T09:07:00.001+07:00</published><updated>2011-05-02T17:29:14.858+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bunny Kelinci yang Suka Makan Coklat</title><content type='html'>Bunny adalah seekor anak kelinci yang sangat lucu, bulunya putih bersih, telinganya panjang dan ekornya bulat pendek. Bunny anak kelinci yang baik, tapi sayang, Bunny tidak suka menggosok gigi. Apalagi Bunny suka sekali menikmati makanan yang manis-manis seperti permen dan berbagai macam coklat.Bunny kelihatan sangat menggemaskan dengan gigi kelincinya yang putih, akan tetapi bunda Bunny khawatir dengan kesehatan giginya, karena &lt;i&gt;hobby&lt;/i&gt; Bunny makan manisan sementara Bunny malas menggosok gigi, terutama menjelang tidur. Semua coklat dan manisan sangat disukai Bunny. Akibat lainnya adalah badan Bunny semakin gemuk. Setiap berangkat sekolah, Bunny membawa bekal susu coklat dan permen coklat. Padahal bunda Bunny sudah menyiapkan bekal air putih dan salad, akan tetapi selalu ditukar kembali oleh Bunny. &lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Hari ini ayah Bunny datang dari kota. Ayah membawa oleh-oleh coklat lima kotak. Coklatnya mungil dan berbentuk lucu-lucu, ada yang seperti beruang, kapal, mawar, strowbery dan lain-lain. Warnanya juga sangat menarik. Bunny senang sekali dengan oleh-oleh yang dibawa ayahnya. "Wah, Ayah lucu sekali coklatnya, asyik … hari ini aku bisa makan coklat sekenyang-kenyangnya nih. Terimakasih Ayah." Kata Bunny. Bunny sudah tidak sabar segera melepas seragam sekolah. Sambil menikmati coklat kesukaannya Bunny pun duduk bersantai-santai di depan tv. "Bunny, coklatnya jangan dihabiskan sendiri, bagi juga dengan temanmu Mili, Flo dan Chiko ya!" Kata bunda. Bunny hanya bergumam tak jelas.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=870477140411&amp;amp;id=136f6adc6af6b27052770bcdc712b1ad&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_ozTwqPw20-c%2fTSJ6qSK90_I%2fAAAAAAAADaA%2fDtuqXEZRltI%2fs1600%2fP1008468.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="225" src="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=870477140411&amp;amp;id=136f6adc6af6b27052770bcdc712b1ad&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_ozTwqPw20-c%2fTSJ6qSK90_I%2fAAAAAAAADaA%2fDtuqXEZRltI%2fs1600%2fP1008468.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“O, iya nanti sore nenek dan kakek datang, ingat, coklatnya jangan kamu habiskan sendiri ya Nak.” Lanjut Bunda. "Ah Bunda, coklat-coklat ini ini enak sekali, Bunny mau menghabiskan sendiri saja." Kata Bunny sambil memasukan coklat-coklat&amp;nbsp; ke toples &lt;i&gt;hello kitty&lt;/i&gt; kesayangannya.“Itu kan banyak Nak, bagilah teman-temanmu. Jadilah anak yang pemurah.” Nasehat Bunda. Bunny diam saja dan tetap memeluk toples &lt;i&gt;hello kitty&lt;/i&gt;-nya &amp;nbsp;"Apalagi jika terlalu banyak makan coklat&amp;nbsp; dapat membuat sakit gigi, apalagi kamu kadang malas gosok gigi." Kata Bunda lagi. "Ah Bunda liat, walaupun aku malas gosok gigi, tapi gigiku tetap bagus kok!" sahut Bunny sedikit sombong. Bunda hanya bisa geleng-geleng kepala dengan kelakuan Bunny. Dari pulang sekolah hingga menjelang sore Bunny asyik menikmati coklat-coklat&amp;nbsp; dengan aneka rasa dan bentuk tersebut, tanpa memperdulikan nasehat bundanya.&lt;br /&gt;Tok…tok… tok . Pintu depan diketuk dari luar. "Pasti nenek dan kakek." Pikir Bunny, sambil segera melesat ke luar untuk membukakan pintu. Sudah setahun lebih Bunny tidak bertemu kakek dan nenek. Mereka tinggal di luar kota dan sibuk mengurus kebun buahnya. Bunny membuka pintu dan berteriak "Nenek...Kakek..." Sambil merentangkan tangannya. Tampak kakek dan nenek Bunny berdiri di depan pintu sambil tersenyum. &lt;a href="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=838003461960&amp;amp;id=0667836f46584beb00d387f7acfb5b1b&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_VJfN7BCCV_E%2fTMfFo35yEcI%2fAAAAAAAAAQY%2fxW5ZSn8PLkM%2fs400%2fbride%2brabbit.JPG"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="264" src="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=838003461960&amp;amp;id=0667836f46584beb00d387f7acfb5b1b&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_VJfN7BCCV_E%2fTMfFo35yEcI%2fAAAAAAAAAQY%2fxW5ZSn8PLkM%2fs400%2fbride%2brabbit.JPG" width="214" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi tiba-tiba &amp;nbsp;Bunny terkejut dan berlari menjauh sambil menutup muka dengan ketakutan, "Haah Kakek dan Nenek kok jadi ompong, kemana gigi–gigi mereka?" kata Bunny dalam hati dan tidak jadi memeluk mereka. "Kenapa Bunny, kamu takut ya sama Nenek dan Kakek?" Tanya nenek Bunny sambil berjalan masuk rumah. Di keranjang jinjing nenek tampak buah pisang dan mangga yang telah masak. "He….he….he…. itu dia salah satu penyebab gigi Nenek dan Kakek habis!" kata Kakek terkekeh geli, sambil menunjuk coklat-coklat yang masih tergeletak di sofa tempat Bunny tiduran. Malam hari Bunny tidur dengan gelisah. Tiba-tiba Bunny sudah berada di sekolahan. Dia malu sekali ketika semua teman dan ibu gurunya menertawai dia. ”Ha… ha… ha… liat, Bunny ompong, tidak punya gigi. Giginya habis karena makan coklat, makanya, jadi anak jangan serakah, semua colat dihabiskan sendiri!" Kata Flo salah satu sahabatnya. "Tidaak… tidak… tidak…. aku tidak mau ompong!" Teriak Bunny ketakutan, teringat sore tadi melihat senyum kakek dan neneknya yang aneh karena gigi-giginya habis. "Bunny… Bunny… bangun Nak, kamu bermimpi ya…." Kata bunda membangunkan Bunny yang masih tertidur. Bunny bangun dan langsung berlari ke depan kaca. Bunny pun tersenyum. Olala gigi kelincinya masih ada. "Ah aku bermimpi Bunda.” Kata Bunny masih pucat. "Pasti kamu bermimpi seram ya? Sampai teriak segala.." kata Bunda. "Iya Bunda, Bunny bermimpi gigi Bunny habis dan &amp;nbsp;jadi ompong seperti Kakek dan Nenek. Teman-teman semua mentertawakan Bunny." Kata Bunny "Bunny tadi ketika mau tidur belum gosok gigi ya! Seharian ini kan Bunny banyak makan coklat Nak, bisa-bisa Bunny benar-benar menyusul Nenek dan Kakek jadi ompong lho.” Lanjut Bunda sambil membelai Bunny. “Tidak Bunda, aku tidak mau ompong. Aku malu ditertawain teman-teman dan bu guru, apalagi semua orang mengagumi gigi kelinciku ini.” Kata Bunny ketakutan. “Kalau kamu tidak ingin gigimu ompong jangan banyak makan cokat, atau permen. Bunny juga harus rajin menggosok gigi, minimal 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur.” Kata Bunda. “Baiklah Bunda, Bunny akan menuruti nasehat Bunda.” Kata Bunny memeluk Bundanya. "Sekarang, Bunny gosok gigi dulu, kemudian membaca doa dan tidur lagi ya." Kata Bunda lembut. Bunny pun ke kamar mandi untuk menggosok gigi, kemudian berdoa dan kembali tidur. Bunny bermimpi sangat indah, dia pun tersenyum manis.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=888824410541&amp;amp;id=1168764d37f8ba77a1d9f58745f673f6&amp;amp;url=http%3a%2f%2fwww.zulva.com%2fimages%2fgood_job%2fimages%2fkelinci-kartun.gif"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="285" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=888824410541&amp;amp;id=1168764d37f8ba77a1d9f58745f673f6&amp;amp;url=http%3a%2f%2fwww.zulva.com%2fimages%2fgood_job%2fimages%2fkelinci-kartun.gif" width="131" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolaborasi : Noorhani Laksmi dan Diah Chamidiyah (no. 158)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-7842811997338287682?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/7842811997338287682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/bunny-kelinci-yang-suka-makan-coklat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7842811997338287682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/7842811997338287682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/bunny-kelinci-yang-suka-makan-coklat.html' title='Bunny Kelinci yang Suka Makan Coklat'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-2751322085215906983</id><published>2011-05-01T09:06:00.001+07:00</published><updated>2011-05-02T18:08:46.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Mercy Berhati Tulus (cerpen)</title><content type='html'>Di  pinggir kerajaan Pelangi hiduplah seorang kakek tua bersama cucu  perempuannya Mercy. Setiap hari mereka bersama-sama berkebun, menanami  halaman rumah dengan berbagai macam bunga, yang diolah menjadi minyak  wangi yang sangat harum, kemudian mereka jual di pasar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kakek  Robin amat menyayangi Mercy, baginya Mercy adalah segala-galanya,  apapun yang diinginkan oleh cucunya pasti akan dipenuhi. Demikian pula  sebaliknya Mercy pun amat menyayangi kakek Robin, yang menjadi  satu-satunya keluarganya dan merawatnya sejak kecil. Kedua orang tua  Mercy sudah meninggal dunia karena kecelakaan kereta sewaktu dalam  perjalanan ke kota.&lt;br /&gt;Matahari  bersinar cerah, terasa hangat, Mercy dan kakek Robin asyik menyiangi  tanaman bunganya. Tiupan angin yang berhembus terasa segar dan harum  karena bunga-bunga sedang bermekaran dan siap untuk diolah menjadi  minyak wangi.“Kakek,  Mercy mau memetik bunga mawar yang disebelah sana ya, biar besok kita  bisa membuat minyak wangi dan lusa kita menjualnya ke pasar. Mercy ingin  membeli pakaian hangat buat kita, karena sebentar lagi musim dingin  akan tiba.” Kata Mercy.&lt;br /&gt;“Iya  Mercy, Kakek setuju, sekalian kita beli persediaan makanan buat musim  dingin. Biar kakek saja yang memetik bunga mawar karena duri-durinya  bisa melukaimu, kamu teruskan menyiangi bunga lily saja.” Kata kakek  Robin.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=646807822371&amp;amp;id=9372664aad18e9f8a3df09a135ab15fa&amp;amp;url=http%3a%2f%2fblog.ub.ac.id%2fazkafirmansyah%2ffiles%2f2010%2f05%2fkebun-mawar.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="134" src="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=646807822371&amp;amp;id=9372664aad18e9f8a3df09a135ab15fa&amp;amp;url=http%3a%2f%2fblog.ub.ac.id%2fazkafirmansyah%2ffiles%2f2010%2f05%2fkebun-mawar.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mercy pun melanjutkan untuk menyiangi bunga lily. Kakek Robin mulai beranjak untuk memetik bunga mawar  yang sudah mekar dan siap untuk dijadikan minyak wangi. Berdua mereka asyik bekerja hingga menjelang sore.&lt;br /&gt;Tiba-tiba “Aduh, aduh…. Mercy tolong Kakek.” Seru kakek Robin&lt;br /&gt;Kakek Robin ternyata tertusuk duri mawar dan langsung tergeletak.&lt;br /&gt;“Kakek,  Kakek kenapa? Tolooong..toloong…tolooong…!” Teriak Mercy ketakutan. Tak  terbayangkan jika kakeknya meninggal,&amp;nbsp;dengan siapa lagi ia akan hidup.  Bukankah dia menjadi gadis sebatang kara?&lt;br /&gt;Para  tetangga berdatangan mendengar teriakan Mercy. Mereka segera membantu  Mercy, dan mengangkat tubuh kakek robin untuk dibaringkan di bale-bale.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=879101028626&amp;amp;id=8e416f791ce38233cee09f554828679f&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_YFupAKbYnKI%2fTNn9FTLOtuI%2fAAAAAAAAAzA%2fRqzuokZbJ4M%2fs1600%2fspencesleepingfull.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="108" src="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=879101028626&amp;amp;id=8e416f791ce38233cee09f554828679f&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_YFupAKbYnKI%2fTNn9FTLOtuI%2fAAAAAAAAAzA%2fRqzuokZbJ4M%2fs1600%2fspencesleepingfull.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sudah  beberapa hari Kakek Robin bagaikan tertidur, beberapa tabib dipanggil  untuk menyembuhkan penyakitnya tapi tak seorangpun yang mampu.“Kakek  bangunlah kek… Mercy takut kek… kakek jangan pergi…kalau Kakek pergi,  dengan siapa lagi Mercy hidup kek… Kakek jangan tinggalkan Mercy.” Ratap  Mercy. Sekeras apapun Mercy menangis kakek tercintanya tidak bangun  juga.Untuk  melanjutkan hidupnya Mercy tetap bekerja mengurus tanaman-tanamannya  dan mencoba untuk membuat minyak wangi sendiri, walaupun hasilnya tidak  sebanyak jika bersama kakek Robin. Dengan sabar Mercy merawat kakeknya  walaupun dia tidak tahu harus menunggu berapa lama agar kakek bangun  dari&amp;nbsp;mati suri.Setiap malam Mercy selalu berdoa memohon agar kakeknya diberi kesembuhan dan dapat membahagiakan sisa hidup kakeknya.“Kakek  apa yang harus Mercy lakukan biar Kakek bisa sehat kembali?” Ratap  Mercy sambil membelai dahi kakeknya, air matanya terus menetes hingga  akhirnya rasa capai membuat dia tertidur di sebelah kakek Robin. Mercy  pun bermimpi. Dalam mimpinya, Mercy bertemu dengan peri Mawar. &lt;br /&gt;“Mercy  jangan takut, aku adalah peri Mawar yang tinggal di kebunmu. Kamu  jangan bersedih, kakekmu tertusuk oleh duri jahat yang dimiliki peri  Duri Racun yang memang jahat sekali. &amp;nbsp;Peri Duri Racun adalah saudaraku.  Sebenarnya sudah lama ia ingin mencelakai kamu atau kakek Robin. Dia  tidak suka jika mawar-mawar itu kalian olah menjadi minyak wangi. Di  negeri kami sebenarnya kami menghargai dan merasa sangat bahagia jika  kalian menjadikan kami menjadi lebih bermanfaat. Karena Tuhan memang  menciptakan kami untuk memenuhi kebutuhan manusia, tetapi Peri Duri  Racun selalu berselisih paham dengan kami, menurut dia lebih baik bunga  mawar mati membusuk saja dari pada diolah menjadi minyak wangi, dia  benar-benar kesal jika kalian memanfaatkan mawar-mawar itu.” Jelas Peri  Mawar.&lt;br /&gt;“Carilah  bunga Mawar kehidupan yang berada di Timur. Percayalah, kakekmu akan  sembuh dengan tetesan sari bunga mawar kehidupan. Saranku pergilah kamu  ke arah matahari terbit, tidak usah khawatir meninggalkan kakekmu,  percayalah aku akan menjaganya.” Janji Peri Mawar.&lt;br /&gt;Mercy  terbangun dari mimpinya, rasanya mimpinya bagaikan nyata. Perkataan  peri Mawar bagainya merupakan satu-satunya jalan untuk menyembuhkan  kakeknya. Mercy bertekad untuk menemukan sari tetes bunga mawar  kehidupan demi kesembuhan kakek tercintanya. &lt;br /&gt;Pagi  sekali, sebelum matahari terbit, Mercy mulai melakukan perjalanan ke  arah timur. Hujan dan Panas datang silih berganti menerpa tubuhnya. Dia  tetap berjalan kearah matahari terbit, melewati hutan,gunung dan  menyeberangi sungai. Hingga pada suatu hari ia berpapasan dengan seorang  anak muda yang kelaparan dan pakainnya compang-camping.&lt;br /&gt;“Bagilah sedikit makananmu , aku sangat lapar. Sudah tiga hari ini aku  belum makan cuaca yang dingin dan hujan yang deras membuatku sakit dan  aku tidak menemukan apapun yang bisa kumakan. Semua pintu rumah yang  kuketuk, tak ada yang mau membuka. Tak seorangpun mau menolongku” Iba  pemuda compang-camping tersebut. Sekilas  Mercy menatap pemuda yang ada di depannya, sepertinya masih muda tetapi  wajah dan pakainnya sangat kotor, bau lagi! Tapi Mercy merasa kasihan  dengan wajahnya yang sangat memelas dan kelaparan.“Ini masih ada sepotong roti. Jangan khawatir aku masih ada bekal,  makanlah.” Kata Mercy sambil mengulurkan roti. Pemuda compang-camping,  langsung melahap habis bekal Mercy tanpa sisa.&lt;br /&gt;“Terima kasih gadis yang pemurah, kalau boleh tahu mau kemanakah kau pergi?” Tanya pemuda tersebut. Mercy  pun menceritakan apa yang menimpa kakeknya dan harus menemukan sari  tetes mawar kehidupan yang dia sendiri masih bingung dimana harus  mencarinya. “Yah  aku pernah mendengar sari tetes mawar kehidupan yang kau maksud,  sepertinya tumbuh di lembah&amp;nbsp; Alpenia yang terletak di arah matahari  terbit, berjalanlah terus menuju matahari terbit. Aku hanya bias  mendoakan kamu supaya kamu lekas menemukannya.” jelas pemuda yang  menjadi lebih segar karena sudah menghabiskan bekal Mercy. Mercy  merasa mempunyai kekuatan dan semangat yang baru setelah mendapat  penjelasan dari pemuda itu bahwa jalan yang ditempuhnya sudah benar,  walaupun bekalnya sudah habis,&amp;nbsp;hanya  air minum yang tersisa. Ditengah perjalan tiba-tiba&amp;nbsp; terdengar rintihan… ”Nak tolonglah nenek… Nenek haus sekali. Dari kemarin Nenek tidak menemukan setetes airpun.” Rintih seorang nenek. “Oh  kasihan sekali, minumlah Nek” kata Mercy sambil mengulurkan tempat  minumnya. Setelah meminum air, nenek itu terlihat lebih segar. “Anak  yang cantik ini mau kemana? Dan tujuannya apa?” Tanya nenek tersebut.  Lalu Mercy juga menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.&lt;br /&gt;“Alangkah  bahagianya kakekmu mempunyai cucu yang cantik dan berhati tulus,  lanjutkan perjalananmu Nak, Nenek percaya kamu akan menemukan sari tetes  bunga mawar kehidupan tersebut.” Angin  bertiup semakin kencang. Rasa lapar dan haus mulai mendera, hanya  tersisa kain hangat yang melindungi Mercy dari terpaan angin yang  kencang. Mercy terus berjalan dengan tabah. Kembali Mercy bertemu dengan kakek renta, ”Nak tolonglah kakek nak,  Kakek sangat kedinginan.” Ratap seorang kakek renta yang menggigil kedinginan. Tanpa  ragu-ragu Mercy langsung memakaikan kain hangatnya kepada kakek tua  tersebut.&amp;nbsp;”Terima kasih ya Nak, Kakek merasa lebih hangat, lanjutkanlah  perjalananmu. Doa Kakek menyertaimu.” Mercy  melanjutkan perjalanan tanpa bekal apapun. Semuanya telah habis.  Makanan, minuman dan baju hangatnya sudah diberikan pada orang yang  lebih membutuhkan. Lapar,  haus dan dingin menyerang Mercy hingga rasanya Mercy sudah tidak  sanggup lagi untuk berjalan. Akhirnya Mercy tiba di tepi sungai. Tampak  di seberang sungai tumbuh bunga mawar yang berbunga, diantara  bunga-bunga yang sedang bermekaran, tampak sekuntum bunga mawar yang  berwarna biru bersinar.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=863793782753&amp;amp;id=419f1ee8aec8dc693b9bf8a52206e5d3&amp;amp;url=http%3a%2f%2f1.bp.blogspot.com%2f_nmfyyeCLlAQ%2fS-Hc3pRDPfI%2fAAAAAAAAAZM%2fuHqDW6scZXM%2fs1600%2fblue-rose.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="200" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=863793782753&amp;amp;id=419f1ee8aec8dc693b9bf8a52206e5d3&amp;amp;url=http%3a%2f%2f1.bp.blogspot.com%2f_nmfyyeCLlAQ%2fS-Hc3pRDPfI%2fAAAAAAAAAZM%2fuHqDW6scZXM%2fs1600%2fblue-rose.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;”Oh  itulah mawar kehidupan yang aku cari, indah sekali sinar yang  dipancarkannya.” Mercypun bergegas menyeberangi sungai. Tetapi badannya  sangat lemah, ia pun tidak&amp;nbsp;kuat menahan arus air sungai yang deras.  Mercy pun hanyut tidak sadarkan diri. Akan tetapi, sebelum pingsan,  sekilas Mercy melihat sepasang tangan yang sangat kuat menariknya dari  sungai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Setlah  beberapa saat, Mercypun siuman. Mercy tidak tahu dimana dia berada,  tempat tidurnya sangat indah dan baju yang dia pakai juga menawan bak  puteri raja.“Aku dimana? bunga mawar kehidupan… ah, aku tidak bisa mengambil bunga mawar kehidupan.” Mercy merintih lemah “Tenanglah  Mercy kamu berada di istanaku. Jangan khawatir, kakekmu akan sembuh.  Kamu telah berhasil menemukan sari tetes bunga mawar kehidupan, dan  lulus dari berbagai ujian yang mengahadangmu. “ Kata seorang&amp;nbsp;pemuda yang  tampan.“Siapakah kamu? kenapa aku berada di sini?” Mercy bertanya dengan heran “Kamu  masih ingat dengan pemuda yang kelaparan? akulah pemuda kelaparan yang  kamu tolong dalam perjalananmu. Sebenarnya aku seorang pangeran yang  sedang menyamar, nenek dan kakek yang kamu tolong mereka adalah raja dan  ratu. Mereka adalah kedua orang tuaku.” Kata pangeran tampan.“Aku  sudah mengikuti perjalananmu dari mulai kamu keluar dari desa sampai  akhirnya kamu hanyut di sungai. Akulah yang menolongmu ketika kamu  hanyut, dan ini, terimalah sari tetes bunga mawar kehidupan ini untuk  kesembuhan kakekmu.”&lt;br /&gt;“Oh  terima kasih.”Mata Mercy berbinar bahagia karena kakeknya akan sembuh  dan akan bersama denganya lagi. Setelah sembuh, Mercy berpamitan pada  keluarga kerajaan yang sangat baik budi, kemudian bergegas kembali ke  desanya. Setelah menempuh perjalanan yang terasa lebih singkat, Mercy  pun sampai di rumah. Mercy segera menemui kakeknya, dan memercikkan  setetes sari bunga mawar kehidupan yang dibawanya. Setelah  dipercikan dengan sari tetes bunga mawar kehidupan, kakek Robin pun  sembuh dan terbangun dari tidur panjangnya. Mercy sangat berbahagia  karena dapat hidup kembali bersama kakek yang sangat dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;salam,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Pic: bing&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-2751322085215906983?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/2751322085215906983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/mercy-berhati-tulus-cerpen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2751322085215906983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2751322085215906983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/mercy-berhati-tulus-cerpen.html' title='Mercy Berhati Tulus (cerpen)'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-6388065527340997685</id><published>2011-05-01T09:05:00.005+07:00</published><updated>2011-05-02T18:14:07.221+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Shine Putri yang Durhaka (cerpen)</title><content type='html'>Di  bawah kaki gunung Maha Tinggi, hiduplah seorang ibu dan anak  perempuannya yang menginjak remaja. Shine nama gadis itu. Dia tumbuh  menjadi seorang gadis yang jelita. Dialah satu-satunya putri ibu Ranti,  setelah suaminya meninggal karena wabah penyakit kusta yang menyerang  desa mereka. Shine masih sangat kecil sewaktu ayahnya meninggal dan  sejak saat itu, ibu Ranti berjuang dengan sekuat tenaga untuk bisa  menghidupi diri&amp;nbsp;dan anaknya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untunglah  ibu Ranti mempunyai kesaktian yang tidak dimiliki oleh orang lain.  Ketika masih muda ibu Ranti, mendapat anugerah dari Yang Maha Kuasa  berupa kesaktian dalam memasak dan membuat pakaian, baik dengan cara  dijahit maupun ditenun. Kesaktian ibu Ranti sudah terkenal hingga  pelosok negeri, sehingga banyak yang meminta untuk dibuatkan makanan dan  pakaian. Ibu Ranti mendapatkan kesaktian tersebut karena  ibu Ranti orang yang sangat rajin dan baik budi. Kesaktiannya ini hanya  dapat diberikan pada keturunannya. Jika hal itu dilakukan maka  kesaktiannya sudah berpindah, ibu Ranti sendiri&amp;nbsp;akan kehilangan  kesaktian tersebut. Shine  sangat disayang dan dimanja, apa yang jadi permintaannya pasti  dikabulkan oleh ibunya, walau dengan susah payah. Bahkan sering kali ibu  Ranti bekerja sendiri karena Shine lebih suka bermain dan bersolek dari  pada membantu ibunya bekerja. Tapi hal ini tidak pernah membuat ibu  Ranti marah dan mengeluh. Beliau sudah berjanji pada mendiang suaminya  akan menjaga anak semata wayang mereka dengan baik. Sementara  di negeri seberang, Negeri Kaya Raya, sang Pangeran Hero sedang memilih  calon istri, maka disebarlah pengumuman ke mana-mana. Semua gadis dapat  mengikuti sayembara&amp;nbsp; yang diadakan oleh Pangeran Hero. Syarat sayembara  yang dicantumkan tidaklah mudah, karena Pangeran menginginkan seorang  istri, selain cantik juga harus pandai memasak dan menjahit layaknya  wanita sejati. Gadis-gadis  menyambut antusias sayembara Pangeran Hero. Berita tersebut juga telah  sampai ke desa tempat tinggal Shine. Shine pun mempunyai keinginan  yang&amp;nbsp;sama dengan kebanyakan gadis untuk mengikuti sayembara tersebut. “Ibu aku ingin mengikuti sayembara Pangeran Hero” Kata Shine menjelang tidur.  “Siapa tahu kalau aku terpilih sebagai istri Pangeran, maka kehidupan kita akan berubah” lanjutnya. “Shine,  Ibu setuju saja tapi syarat dari sayembara tersebut&amp;nbsp; berat, kamu  sendiri tidak pernah membantu Ibu memasak atau menjahit.” Kata ibu  Ranti. “Shine  tahu Ibu, tolonglah Shine Bu, ajari Shine biar bisa seperti Ibu, dan  Shine bisa bersaing dengan&amp;nbsp;peserta sayembara lainya. Kalau Shine menang  dan menjadi istri pangeran, kita berdua bisa hidup bahagia, dan Ibu  tidak perlu membanting tulang lagi.” Kata Shine dengan manja. Shine  pun beranjak untuk tidur. Ibu Ranti termenung, dia teringat pesan  ketika menerima kesaktian tersebut. ”Kesaktian kamu hanya bisa diberikan  pada keturunanmu.” &lt;br /&gt;“Ah…  mungkin ini saat yang tepat melepaskan kesaktianku untuk kuberikan pada  anak semata wayangku, toh aku sudah tua dan aku ingin menikmati masa  tuaku berbahagia dengan Shine.” Pikir Ibu Ranti. Tengah malam, ibu Ranti  beranjak ke kamar Shine. “Nak bangunlah,” kata ibu Ranti membangunkan Shine. “Ada apa Bu, aku ngantuk sekali” Kata Shine. “Bangunlah aku akan memberikan kesaktianku, bukankah kamu ingin mengikuti sayembara Pangeran Hero?” “Benarkah Bu?” kata Shine dengan riang. Kantuknya pun sudah lenyap. “Ketahuilah  Nak, Ibu rela melepaskan semua kesaktian Ibu kepadamu, besok kamu sudah  pasti sangat ahli menjahit dan memasak seperti Ibu. Ikutilah sayembara  tersebut.” Kata ibu Ranti. Kemudian ibu Ranti memegang kepala Shine dan  berdoa. Pagi sekali&amp;nbsp;Shine sudah berangkat untuk mengikuti sayembara Pangeran Hero, diiringi doa ibunya. ”Hati-hati  di jalan Nak,beri kabar pada Ibu jika sayembaranya sudah selesai.” Kata  ibu Ranti dengan berlinang air mata, rasanya berat melepas anak semata  wayangnya.&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;Banyak  sekali gadis-gadis yang mengikuti sayembara, Shine gembira dengan  kepandaian yang mendadak dia miliki, dia menjadi mahir memasak dan  menjahit, padahal selama ini dia tidak pernah becus memasak maupun  menjahit. Banyak  yang terkagum-kagum dengan kepandaiannya, bahkan Pangeran Hero pun  langsung jatuh hati, karena selain cantik, Shine juga pandai memasak dan  menjahit, seperti yang diinginkan sang pengeran. Keinginan  Shine menjadi kenyataan, Pangeran Hero menyuntingnya untuk menjadi  permaisuri. Shine hidup bahagia, apalagi Pangeran Hero amat  memanjakannya. Kebahagiaan  yang dirasakan membuat Shine lupa akan ibunya yang tidak berdaya. Ibu  Ranti menajdi lemah dan sakit-sakitan, semenjak kesaktiannya diberikan  ke Shine. Meskipun begitu ibu Ranti selalu mendoakan Shine, dan berharap  Shine akan kembali dan menjemputnya, tetapi apa yang dinanti tak  kunjung datang. Jangankan untuk menengok, mengingat ibu dan kehidupannya  yang dulu Shine pun malu untuk mengakuinya. Di hadapan Pangeran Hero,  Shine mengatakan kalau ibunya sudah tiada. Kerinduan  ibu Ranti sudah tidak tertahan lagi, dengan sisa kekuatan dan bekal  yang seadanya, ibu Ranti mencari buah hatinya. Sampai akhirnya ibu Ranti  menginjakan kaki di negeri seberang di mana Shine menjadi permaisuri.  “Pengawal  yang baik, ijinkanlah aku menemui anakku Shine, aku sangat  merindukannya.”pinta ibu Ranti kepada penjaga gerbang istana. “Benarkah Ibu adalah ibunda permaisuri Shine?” Tanya pengawal dengan heran. “Iya .” Jawab ibu Ranti lemah. “Baiklah Bu, tunggu sebentar, saya akan menyampaikan kepada permaisuri Shine.” kata pengawal istana. Belum sempat pengawal masuk, tiba-tiba permaisuri Shine sudah berdiri di depan pintu dan berteriak. ”Pengawal…  usir wanita tua itu! kalau perlu seret ke penjara, berani-beraninya dia  mengaku sebagai Ibuku! Ibuku sudah meninggal dunia sejak aku lahir!  Jangan sampai istana ini dikotori wanita tua! Dan jangan sampai Pangeran  Hero tahu ada tamu tak layak di istana ini!” Teriak Permaisuri Shine. Pengawal  istana langsung menyeret Ibu Ranti dengan kasar tanpa memperdulikan  ratapannya. ”Shine… aku Ibu yang membesarkanmu, Nak. Ibu sangat  merindukanmu.” tangis ibu Ranti menyayat hati. Betapa  pilu hati ibu Ranti, pengorbanannya selama ini dibalas dengan empedu  yang sangat pahit, segala kesaktian dan kasih sayang sudah dicurahkan  pada putrinya, tetapi balasan yang di peroleh dari buah hatinya sungguh  menyakitkan. “Ya Tuhan, Yang Maha Pengasih berikan pelajaran buat putriku.” Doa ibu Ranti. Sepekan  setelah peristiwa itu, tanpa sebab musabab tiba-tiba kulit&amp;nbsp; Permaisuri  Shine yang mulus mengeluarkan bercak-bercak seperti sisik dan bau yang  sangat menusuk dan menjijikan, banyak orang yang pingsan ketika tercium  bau menusuk yang keluar dari tubuh permaisuri, bahkan pangeran Hero  suaminya pun mengasingkan permaisuri Shine ke tempat lain. “Dosa  apa yang telah kamu lakukan Permaisuriku, hingga kamu menderita sakit  dan tidak ada satupun tabib yang bisa menyembuhkanmu?” tanya pangeran  Hero yang putus asa. “Pangeran,  tolong pertemukan saya dengan Ibuku, saya sudah durhaka dan menyakiti  hatinya. Saya&amp;nbsp; tega mengusirnya sewaktu beliau datang ke istana ini,”  ratap permaisuri Shine. Segera pangeran Hero memerintahkan pengawal istana untuk mencari ibu Ranti. Dengan bersusah payah, akhirnya  mereka dapat menemukannya ibu Ranti yang sangat renta ditepi sungai dan  membawanya kembali ke istana untuk bertemu dengan permaisuri Shine. “Ibu …. maafkan Shine, maafkanlah anamu ini , hukumlah Shine yang telah durhaka pada Ibu,” ratap Shine “Ibu…. Shine sudah tidak kuat lagi menanggung sakit ini Bu…” tangis Shine sambil merintih. Ibu  Ranti tak bergeming. Dia masih teringat caci maki Shine, rasanya luka  itu belum sembuh, berat sekali untuk memaafkan anak yang sebenarnya amat  dicintai, tetapi naluri keibuannya tidak tega melihat derita anaknya  yang dari kecil ditimang dan disayang berubah menjadi monster yang  mengerikan dan berbau busuk pula. “Ampuni Shine Ibu, ampuni,” raung Shine dan memeluk kaki ibunya. Kedua  ibu dan anak saling berpelukan, dan ajaib air mata yang mengalir deras  dari mata ibu Ranti menghilangkan penyakit sang permaisuri. ”Shine sangat menyesal Ibu.” “Ibu sudah memaafkanmu Nak.” Kata ibu Ranti yang terkulai lemah. Dia pun meninggal dalam pelukan putri tercinta. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=847082291621&amp;amp;id=ab7778bc2fe3f8e80ecbb4e0ac0968e5&amp;amp;url=http%3a%2f%2fstat.ks.kidsklik.com%2ffiles%2f2010%2f01%2fibu-n-anak.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="185" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=847082291621&amp;amp;id=ab7778bc2fe3f8e80ecbb4e0ac0968e5&amp;amp;url=http%3a%2f%2fstat.ks.kidsklik.com%2ffiles%2f2010%2f01%2fibu-n-anak.jpg" width="244" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kolaborasi : Noorhani Laksmi dan Diah Chamidiyah (no.158)&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Salam,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Noorhani Laksmi dan Diah Chamidiyah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-6388065527340997685?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/6388065527340997685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/shine-putri-yang-durhaka-cerpen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6388065527340997685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/6388065527340997685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/shine-putri-yang-durhaka-cerpen.html' title='Shine Putri yang Durhaka (cerpen)'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-3479448198711732721</id><published>2011-05-01T09:04:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T09:59:07.796+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Bu....Pak... Bagi Recehannya</title><content type='html'>Menghitung receh demi receh&lt;br /&gt;Menebar mata mencari bayangan&lt;br /&gt;Adakah yang akan menoleh barang sejenak&lt;br /&gt;Sambil melempar deting sepotong logam&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kaki terjulur menentang jalan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tertangkap mata membuang pandang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Jijik tampak pada sorotan orang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Nanah dan darah menetes lamban&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Oh…… Tuhan….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Sanggupkah aku menanggung radang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Dendam dan laraku menjadi rintihan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Akankah semua berakhir terang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Menjelma menjadi bahagia&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=856330613045&amp;amp;id=017b5b59c053314f9345df2119a25138&amp;amp;url=http%3a%2f%2fsrv.fotopages.com%2f2%2f6583673%2fPengemis.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="199" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=856330613045&amp;amp;id=017b5b59c053314f9345df2119a25138&amp;amp;url=http%3a%2f%2fsrv.fotopages.com%2f2%2f6583673%2fPengemis.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;Kembali tanganku menengadah&lt;br /&gt;Memohon belas kasihan orang yang lalu lalang&lt;br /&gt;Berharap dapat meringankan beban&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=845668090692&amp;amp;id=ea15ed158d2786fe70f0157cd0dd3f79&amp;amp;url=http%3a%2f%2farrahmah.com%2fimages%2fstories%2f09%2fpengemis-jalanan.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="148" src="http://ts1.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=845668090692&amp;amp;id=ea15ed158d2786fe70f0157cd0dd3f79&amp;amp;url=http%3a%2f%2farrahmah.com%2fimages%2fstories%2f09%2fpengemis-jalanan.jpg" width="198" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tampak gadis berparas ayu&lt;br /&gt;Sambil membuang muka melempar recehan&lt;br /&gt;Tak tahan pada muka yang kelam&lt;br /&gt;Kaki penuh darah dan nanah&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=668770571806&amp;amp;id=c761f885e8d6d12f17abdce2c00046f7&amp;amp;url=http%3a%2f%2fsagoeleuser5.files.wordpress.com%2f2008%2f09%2f2629242493_ab2674a98a_m4.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="106" src="http://ts3.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=668770571806&amp;amp;id=c761f885e8d6d12f17abdce2c00046f7&amp;amp;url=http%3a%2f%2fsagoeleuser5.files.wordpress.com%2f2008%2f09%2f2629242493_ab2674a98a_m4.jpg" width="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Beginilah nasib orang jalanan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Tanpa sanak dan kadang menyambang&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hanya beralas koran bekas bungkus makan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Mengharap belas kasihan&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=879863542875&amp;amp;id=3068399f9ce2705e2053d9735071f6b3&amp;amp;url=http%3a%2f%2faceh.tribunnews.com%2ffiles%2fphotos%2fmedium%2fecaa249afba1b92b9449f6ddf70b049f7e3d67ea.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="157" src="http://ts4.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=879863542875&amp;amp;id=3068399f9ce2705e2053d9735071f6b3&amp;amp;url=http%3a%2f%2faceh.tribunnews.com%2ffiles%2fphotos%2fmedium%2fecaa249afba1b92b9449f6ddf70b049f7e3d67ea.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Satu hari datang saat yang naas&lt;br /&gt;Petugas berseragam datang menghadang&lt;br /&gt;Tak berdaya ku hanya terdiam&lt;br /&gt;Tanpa ampun akupun&amp;nbsp; turut disita&lt;br /&gt;Menghalang pemandangan kota, katanya&lt;br /&gt;Bagai tanpa harga berdiri dalam bak&lt;br /&gt;Dalam catatan dinas kota&lt;br /&gt;Terdaftar sebagai orang cacat&lt;br /&gt;Diberikan bekal berbagai ketrampilan&lt;br /&gt;Untuk merubah nasib buram&lt;br /&gt;Sayang tanpa uluran tangan dermawan&lt;br /&gt;Ketrampilan menjadi tersia-siakan&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=613515139257&amp;amp;id=be8c842f3b8e3379b3e866dfbde7eb79&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_GF-eTmZpqRM%2fTHG7mdqe47I%2fAAAAAAAABlQ%2fh8ABbfG-UtM%2fs320%2fpengemis_splima.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="158" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=613515139257&amp;amp;id=be8c842f3b8e3379b3e866dfbde7eb79&amp;amp;url=http%3a%2f%2f3.bp.blogspot.com%2f_GF-eTmZpqRM%2fTHG7mdqe47I%2fAAAAAAAABlQ%2fh8ABbfG-UtM%2fs320%2fpengemis_splima.jpg" width="211" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kembali ke jalan lama&lt;br /&gt;Mengais receh demi receh&lt;br /&gt;Mengharap belas kasih dari pengguna jalan&lt;br /&gt;Inilah kisah tragis pengemis jalanan&lt;br /&gt;(Pic: Bing)&lt;br /&gt;&lt;img alt="13032657981853919162" class="alignnone size-full wp-image-103541" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13032657981853919162.png" title="13032657981853919162" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-3479448198711732721?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/3479448198711732721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/bupak-bagi-recehannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3479448198711732721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3479448198711732721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/bupak-bagi-recehannya.html' title='Bu....Pak... Bagi Recehannya'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-2898793308163539470</id><published>2011-05-01T09:03:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:14:01.179+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Asal Usul Desa Kajen Pati</title><content type='html'>&lt;div style="color: black;"&gt;Dahulu kala, ada seorang ulama muda berasal dari Tuban. Namanya adalah  Mutamakkin. Suatu hari dia berdiri di tepi pantai, dan melihat cahaya  yang terang dari barat. Dia menjadi menjadi penasaran, masak ditengah  laut ada cahaya yang sangat terang? keesokan harinya, dia berpamitan  pada orang tuanya untuk mencari sumber cahaya tersebut. Dengan menumpang  kapal, dia mencari sumber cahaya tersebut. Malangnya, ditengah laut  terjadi badai yang sangat besar. Nahkoda kapal meminta semua penumpang  kapal untuk berdoa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;” Bulan ini belum musim angin dan badai, tapi kenapa laut seolah marah?  Marilah kita semua berdoa kepada yang Maha Kuasa agar kita selamat  sampai tujuan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Setelah bebebrapa saat berdoa, tiba-tiba ada salah satu penumpang kapal yang berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Saya baru saja mendapat ilham dari Yang Maha Kuasa, ternyata kapal kita  kelebihan muatan, sehingga salah satu penumpang harus ada yang  dibuang ke laut supaya laut tidak marah lagi dan kita selamat sampai tujuan.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Tentu saja tidak ada satu pun penumpang kapal yang mau berkorban untuk di lempar ke laut.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Baiklah, karena tidak ada yang mau berkorban, maka kita adakan undian  saja. Barang siapa yang memperoleh gundu ini, maka dia yang harus  dilempar ke laut.” kata Nahkoda kapal&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Gundu untuk undian dilempar. Semua penumpang kapal bersorak, hanya  seorang yang tidak ikut bersorak yaitu Mutamakkin, karena dia&amp;nbsp; yang  mendapatkan gundu tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Baiklah saudara-saudara sekalian, saya rela dibuang ke laut. Tapi saya  ingin berdoa dahulu, setelah itu, barulah saya ikhlas kalian lempar  kelaut.” kata Mutamakkin&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Mutamakkin pun melaksanakan berdoa pada Allah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Ya Allah, jika ini memang menjadi takdir-Mu, saya rela menjalaninya.  Hanya kepada-Mu saya berserah diri. Engkaulah yang Maha Pengasih dan  Penyayang. Ampunilah saya ya Allah.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Baiklah saudara-saudara, saya siap dilempar ke laut.” Kata Mutamakkin pasrah&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Satu…. dua… tiga….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Byuuuuurrrrrr&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Penumpang kapal yang lain bersorak ketika tubuh Mutamakkin jatuh kelaut.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ajaib, ombak dan badai yang bergulung-gulung seketika menjadi reda. Laut pun menjadi tenang kembali.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Bagaimana dengan Mutamakkin? Apakah dia tenggelam? Apakah dia dimakan ikan hiu?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ternyata, ketika Mutamakkin dilempar ke laut, Allah memberikan  pertolongan dengan menyuruh seekor ikan Mladang, sejenis ikan gabus yang  sangat besar, untuk menyelamatkan Mutamakkin yang pingsan. Berhari-hari  ikan ini membawa Mutamakkin di dalam mulutnya. Akhirnya, si ikan  memuntahkan Mutamakkin di pantai utara pulau jawa disebelah barat Tuban.  Setelah beberapa saat kemudian banyak penduduk yang datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Hai lihat kemari, ada  manusia yang terseret ombak.” Kata salah seorang nelayan ditepi pantai&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Ayo kita tolong…..” kata yang lain&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Wah, ternyata sudah mati….”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Setelah itu, para nelayan mengerumuni Mutamakkin yang dikira sudah mati. Tiba-tiba, Mutamakkin siuman dan membuka mata.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“E…. Jebul-jebul melek!” seru para nelayan. Desa tempat terdamparnya  Mutamakkin sampai saat ini disebut Tjebolek atau Cebolek, dari  kata Jebul-jebul melek (tiba-tiba membuka mata).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Saya berada dimana?” Tanya Mutamakkin&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Ki sanak diselamatkan dari laut oleh seekor ikan mladang. Kemudian ki sanak di lepeh (muntahkan) disini.” Kata nelayan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena haus, maka Mutamakkin menancapkan tongkatnya di pantai, sehingga  mengalir air sumur yang tidak asin. Sampai sekarang sumurnya bernama  sumur KH Ahmad Mutamakkin, dan terletak di desa Bulumanis.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Maaf ki sanak, saya berasal dari Tuban, nama saya Mutamakkin. Saya  sedang berlayar mencari cahaya yang sangat terang yang telihat sampai  Tuban. Apakah ki sanak ada yang tahu dari mana asal cahaya tersebut  berasal?” Tanya Mutamakkin&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Wah… kami tidak tahu ki sanak, coba ki sanak berjalan saja kearah barat. Semoga ki sanak menemukan cahaya yang ki sanak cari.”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Mutamakkin meneruskan langkah menuju arah barat dari pantai tersebut.  Setelah berjalan lebih dari setengah hari, sampailah dia di depan sebuah  rumah yang sangat kokoh, berdinding kayu dan beratap rumbia. Lantainya  lebih tinggi dari jalan di depannya. Semacam rumah panggung. Disekitar  rumah itu terdapat rimbunan pohon resulo (sagu) yang tumbuh subur. Di  depan rumah tampak seorang laki-laki sedang duduk.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Selamat sore, saya adalah seorang pengembara yang tersesat, nama saya Mutamakkin.” Kata Mutamakkin memperkenalkan diri&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Selamat datang ki sanak, silahkan mampir ke gubug saya. Mengaso sajalah  dulu di sini. Kalau mau melanjutkan perjalanan, besok pagi saja. Karena  jalan disini masih berupa hutan belantara.” Kata laki-laki tersebut&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=828789822837&amp;amp;id=aff030332014c28b2dca569c6e028e18&amp;amp;url=http%3a%2f%2fi.ytimg.com%2fvi%2fSjjVzGGp6JI%2f0.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="225" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=828789822837&amp;amp;id=aff030332014c28b2dca569c6e028e18&amp;amp;url=http%3a%2f%2fi.ytimg.com%2fvi%2fSjjVzGGp6JI%2f0.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Akhirnya Mutamakkin menginap dirumah panggung tersebut. Laki-laki  pemilik rumah tersebut bernama Haji Syamsudin. Beliaulah satu-satunya  Haji didesa itu, sehingga desanya disebut Kajen (Kaji Ijen, satu-satunya  yang sudah berhaji).&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Setelah beberapa lama menetap di desa Kajen, Mutamakkin menyunting putrid dari Haji Syamsudin, dan membuka pesantren.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;Hingga  saat ini, desa Kajen merupakan salah satu desa dengan jumlah pondok  pesantren lebih dari dua puluh buah. Selain banyaknya pondok pesantren,  juga terdapat lima madrasah(perguruan Islam) dari tingkat Madrasah  Ibtidaiyah (SD) hingga Madrasah Aliyah (SMU) dan satu lembaga pengajaran  Bahasa Arab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;karya: Diah Chamidiyah (no.75)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://fiksi.kompasiana.com/prosa/2011/04/23/dongenganaknusantara"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;salam,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;img alt="1303455099296687207" class="alignnone size-full wp-image-104135" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1303455099296687207.png" title="1303455099296687207" width="102" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-2898793308163539470?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/2898793308163539470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/asal-usul-desa-kajen-pati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2898793308163539470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/2898793308163539470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/asal-usul-desa-kajen-pati.html' title='Asal Usul Desa Kajen Pati'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-9212648718127777581</id><published>2011-05-01T09:00:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:15:24.143+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Dengki Menyiksa Hati</title><content type='html'>Saya pernah berjanji pada teman, suatu saat akan memposting kisah rekan kerja yang berwarna-warni, kayak pelangi, hehhehehe….&lt;br /&gt;salah satu kisahnya seperti ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ibu dari bu Ani meninggal dunia, kebetulan bu Ani masih  single dan mendapat warisan yang banyak. Sebuah rumah joglo besar  beserta mobil Carry, serta tambak ikan yang luasnya 2 hektar. Jadilah bu  Ani gadis yang kaya raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah bu Jean, rekan kerja bu Ani dan bu Wahid, yang terkenal  sebagai orang yang suka memamerkan kekayaannya. Memang bu Jean memiliki  rumah dua lantai serta mobil kijang tahun 1990. Dia mudah merasa iri  jika ada orang yang lebih kaya dibandingkan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai melawat di rumah bu Ani, sebulan kemudian bu Wahid cerita pada bu Jean.&lt;br /&gt;“Jeng, tahu gak, setelah ibunya meninggal, bu Ani dapat warisan banyak  lho… apalagi ayahnya juga sudah meninggal lebih dahulu, dia tidak punya  saudara lain, makanya semua harta orang tuanya jatuh ke dia. Nah,  kemarin saya ketemu bu Ani, mobilnya sudah diganti dengan kijang  innova.” kata bu Wahid mengompori bu Jean.&lt;br /&gt;“Ah, masak sih… kayaknya masih sama deh…” kata bu Jean agak sangsi.&lt;br /&gt;Agaknya bu Jean sudah mulai terpancing dengan bualan bu Wahid, terbukti sorenya dia langsung menghubungi bu Ani&lt;br /&gt;“Bu, besok ada acara? bisa ketemu di pasar?” tanya bu Jean via telpon pada bu Ani.&lt;br /&gt;“Ga ada bu, emang ada apa bu?” jawab bu Ani&lt;br /&gt;“Pokoknya besok kita ketemuan dipasar ya, jam 08.00 pagi lho!” ulang bu Jean.&lt;br /&gt;“Ok deh…” sahut bu Ani&lt;br /&gt;Bu Ani sendiri bingung, ada apa dengan bu Jean, tumben ngajak ketemuan  di pasar, biasanya juga kalo mau nongkrong ke mall atau restoran. Kenapa  tempatnya jadi pindah pasar ya? apa mau belanja cabe? batin bu Ani.&lt;br /&gt;Esoknya, bu Ani segera meluncur ke pasar yang berjarak 4 kilo dari  rumahnya. Stelah tengok kanan kiri, di depan kios buah tampak bu jean  melambaikan tangan. Bu Ani segera menghampiri bu Jean.&lt;br /&gt;“Ada apa bu, kayaknya ada yang penting banget.” tanya bu Ani&lt;br /&gt;“Gini bu, kata bu Wahid kamu beli mobil baru ya, kijang innova?” tanya bu Jean tanpa basa basi&lt;br /&gt;“Enggak bu, mobil saya masih yang lama kok.” kata bu Ani dengan bingung&lt;br /&gt;“Wah, kalo begitu aku dah dibohongi bu Wahid nih, awas kalo ketemu!” sungut bu Jean&lt;br /&gt;“Eh, emang ada apa bu?” tanya bu Ani makin bingung&lt;br /&gt;“Ga apa-apa bu, sudah ya, aku mau pulang. Da… sampai ketemu besok pagi.”  kata bu Jean tanpa merasa bersalah meninggalkan bu Ani yang masih  terbengong-bengong. Bingung…..&lt;br /&gt;hahahhahaha dasar bu Jean, ga mau liat orang lain senang….&lt;br /&gt;Salam Damai&lt;br /&gt;&lt;img alt="1302527129681338735" class="alignnone size-full wp-image-101540" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1302527129681338735.png" title="1302527129681338735" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-9212648718127777581?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/9212648718127777581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/dengki-menyiksa-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/9212648718127777581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/9212648718127777581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/dengki-menyiksa-hati.html' title='Dengki Menyiksa Hati'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-3811688459927726762</id><published>2011-05-01T08:59:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:18:04.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Realita'/><title type='text'>Buku dan Aku</title><content type='html'>&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span&gt;Walaupun  usiaku belum genap tujuh tahun, aku sudah didaftarkan di SD. Bukan  tanpa sebab, aku sudah tidak mau lagi berangkat ke TK, karena bosan dan  tidak ada teman sebaya lagi, semua sudah masuk SD, atau belum saatnya  masuk TK. Akhirnya ibu bosan dengan kesukaanku memanjat pohon atau  nongkrong di pagar rumah, maka akupun &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;di  masukkan SD. Kata ibu pada guru, kalau memang tidak patut naik, tidak  usah dinaikkan saja, lagi pula umurnya belum sampai kok. Istilahnya,  nunut dulu. Hehhehe….. &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;Dan ternyata SD hanya 6 tahun aku jalani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span&gt;Hari senin pun tiba, aku berangkat sekolah beriringan dengan mbakku, setelah sebelumnya sarapan dahulu, &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;mengenakan sepatu baru, dan seragam putih merah, berdasi dan memakai topi merah. Rambutku yang panjang &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;berkuncir dua, memakai pita merah pula. Wui, manis juga. Hehhehehe…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span&gt;Sampai  di sekolah, sudah hamper jam tujuh. Aku bingung, kemana harus meletakkan  tasku ya? Untunglah, setelah meletakkan tasnya di kelas, mbakku  menemani aku mencari tempat duduk di dalam kelas. Semua tempat duduk  bagian depan sudah terisi, tinggal di bagian belakang. Akhirnya aku  mendapat tempat duduk di belakang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span&gt;Teng-teng-teng……&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span&gt;Lonceng  pun berbunyi. Kami semua berlarian ke halaman untuk mengikuti upacar  bendera. Setelah upacara selesai, kami kembali ke kelas masing-masing.  Ibu guru mulai perkenalan dan meminta kami satu persatu maju  memperkenalkan diri. Denngan malu bercampur takut, kami maju kedepan  kelas, menyebutkan nama dan alamat rumah. Setelah acara perkenalan  selesai, ibu guru membagikan buku pelajaran bahasa Indonesia yang boleh  di bawa pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="mso-bidi-font-family: Arial; mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;img alt="13025847752103818159" class="alignnone size-full wp-image-101642" height="309" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13025847752103818159.jpg" title="13025847752103818159" width="263" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;(cari yang jilid 1 tidak ada, ketemu ini dan copas dari teman)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingat, inilah &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;buku  pertama yang kubaca. Buku Bahasa Indonesia kelas 1 SD yang sampulnya  bergambar tiga anak, paling besar perempuan, agak besar laki-laki dan  paling kecil juga laki-laki. Dari buku inilah pertama kali aku belajar  membaca secara ilmiah, degan bimbingan guru, yang dengan sabar &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt; &lt;/span&gt;mengajari  mengeja huruf A, B, C, dan seterusnya hingga menjadi rangkaian kata dan  kalimat. Terimakasih bu Bien, jasamu tek mungkin dapat terbalaskan.&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya aku habiskan di perpustakaan sekolah yang banyak  buku-buku ceritanya. Setelah&amp;nbsp; semua buku di perpustakaan habis terbaca,  aku mulai mengorek ngorek buku-buku lama di rumah. Ibuku selalu  menyimpan buku-buku yang sudah tidak terpakai di almari, dikamar paling  belakang. Seringkali aku membongkar-bongkar buku lama hingga berjam-jam.  Jika ada saudara yang pergi ke kota, maka oleh-oleh yang ku pesan  adalah buku. Tak peduli buku baru maupun buku lama. Masih terekam dalam  ingatan ketika menjadi mahasiswa, bungkus nasi pun tak lupa untuk ku  baca. Hehhehehe…&lt;br /&gt;Kegemaran membaca buku aku bawa sampai sekarang. Koleksi bukuku sudah  mencapai ratusan bahkan mungkin ribuan buah. Aku ingin membuat  perpustakaan pribadi. Sebagian besar koleksi bukuku adalah novel, baik  terjemahan maupun karya anak bangsa sendiri. Dan novel karya Proamoedya  Ananta Toer-lah yang paling banyak, dari Arus Balik hingga Tetralogi  (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Rumah Kaca dan Jejak Langkah).  Diantara koleksi bukuku, terdapat pula buku tentang kesehatan, judulnya  “Apa yang Anda Kerjakan Bila Tidak Ada Dokter?” karya David Werner, yang  sangat berguna untuk pertolongan pertama bila jatuh sakit. Aku telah  merasakan berbagai manfaat dari buku. Ketika sedih, maka aku membaca  buku yang lucu-lucu, akupun akan terhibur. Ketika aku bosan, ku baca  komik donal bebek. Ketika aku sakit, ku baca buku yang dapat menambah  motivasiku.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=525447467225&amp;amp;id=e4ace413c70248468ed676af11fea348&amp;amp;url=http%3a%2f%2fladangkata.com%2fwp-content%2fuploads%2f2008%2f09%2fpat.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="207" src="http://ts2.mm.bing.net/images/thumbnail.aspx?q=525447467225&amp;amp;id=e4ace413c70248468ed676af11fea348&amp;amp;url=http%3a%2f%2fladangkata.com%2fwp-content%2fuploads%2f2008%2f09%2fpat.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(pic. Bing)&lt;br /&gt;Di daerahku, setiap bulan Muharram ada kegiatan bazzar buku, yang  diprakarsai oleh distributor buku dari Kudus. Tentu saja kesempatan ini  tidak pernah aku sia-siakan. Minimal 5 buah buku berhasil berpindah  tempat ke almariku. Tentu saja pasti aku baca. Dan oleh-oleh yang wajib  dibawa ketika pergi adalah buku. Aku sadar, buku merupakan jendela  dunia.&lt;br /&gt;Mari kita budayakan membaca buku, agar pengetahuan kita semakin bertambah…..&lt;br /&gt;&lt;img alt="1302584361316408821" class="alignnone size-full wp-image-101640" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/1302584361316408821.png" title="1302584361316408821" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-3811688459927726762?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/3811688459927726762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/buku-dan-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3811688459927726762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/3811688459927726762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/buku-dan-aku.html' title='Buku dan Aku'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-1651059290597749012</id><published>2011-05-01T08:58:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:19:51.187+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Love You Mom, Renungan Hari Kartini</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;Bagiku, sosok Kartini, pejuang emansipasi  wanita yang juga menjadi pahlawan nasional justru aku temukan pada  ibuku. Bukan tanpa alasan, betapa berat perjuangan beliau mengentaskan  kami, ke sembilan anaknya tanpa ada suami disisinya. Perjuangan ibuku  ini tidak hanya mendapat apresiasi dari anak-anaknya, tapi juga dari  semua orang yang mengenal beliau.&lt;br /&gt;Inilah sekelumit kisah ibuku…&lt;br /&gt;Pada usia 18 tahun, beliau menikah dengan bapak, setahun kemudian,  lahirlah anak perempuan yang cantik dan cerdas. Walaupun ibu mempunyai  ketrampilan menjahit, bordir, serta merajut, tetapi beliau tidak  diperbolehkan bapak mengembangkan semua ketrampilannya. Maklum, ibu yang  sangat cantik, sehingga bapak menjadi kuatir bila ibu berpaling ke  orang lain. Apalagi usaha konveksi bapak juga sedang berkembang pesat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, setiap dua atau tiga tahun sekali, ibu melahirkan anak  laki-laki, hingga berjumlah 5 orang anak, satu perempuan dan 4  laki-laki. Dapat dibayangkan, bagaimana ramainya rumah kami jika ke  empat saudaraku yang laki-laki sedang bertengkar, entah rebutan makanan  ataupun rebutan mainan.&amp;nbsp; Bapak yang sering tidak sabar hanya menanggil  ibu supaya melerai anak-anaknya yang sedang bertengkar. Berbeda dengan  ibu, jika anak-anaknya bertengkar, ibu hanya memberikan gunting&amp;nbsp; dan  pisau ke dalam genggaman anak-anaknya yang sedang bertengkar, ” Nah,  daripada ribut, ditangan kalian ada gunting dan pisau, mau diapakan  terserah.” kata ibu sambil berlalu. Biasanya sih, kakak-kakakku akan  reda, ga jadi berantem lagi. Hehehhehe….&lt;br /&gt;Walaupun punya enam anak, ibu tidak pernah kerepotan, karena ada yang  membantu memasak, ada pula yang membatu membersihkan rumah, serta ada  pula yang membantu mengasuh anak yang masih balita. Kehidupan beliau  seperti putri raja saja, semua sudah ada yang melayani.&lt;br /&gt;Selain kelima anaknya, kedua orangtuaku juga mengijinkan saudara sepupu  dari pihak ibu, paman kami memanggilnya, untuk tinggal dan bersekolah di  dekat rumah, apalagi kondisi&amp;nbsp; paman tersebut juga sakit-sakitan, bahkan  kalau berangkat sekolah harus digendong. Dengan telaten, bapak  mengantar dan menjemput paman bersekolah, hingga tamat SMA.&lt;br /&gt;Begitulah roda kehidupan berputar. Setelah merasakan hidup yang  bergelimang harta dan dilayani bagaikan putri raja, ibu juga mengalami  masa-masa yang dangat sulit. Bermula ketika bapak kepincut bujukan  kakaknya untuk meminjam uang di bank, serta bujukan teman-temannya untuk  main rollet (judi) menjadikan usaha konveksi yang telah dirintis dan  sempat berkembang pesat mengalami kemunduran. Ditambah lagi dengan  penyakit gula yang datang menyerang, akibat selalu begadang di meja  judi. Harta benda yang dikumpulkan sedikit demi sedikit mulai habis  terkuras. Alhamdulillah, Bapak bertaubat setelah hartanya hanya tinggal  rumah untuk bernaung. Beliau  menjadi sangat rajin beribadah, dan tidak  pernah ketinggalan sholat lima waktu berjama’ah di masjid. Dan ketika si  bungsu berusia setahun, bapak meninggal dunia. Semoga bapak mendapat  pengampunan dari Allah…. Amin.&lt;br /&gt;Dalam masa sulit, berturut-turut lahir anak ke 6 hingga ke sembilan.   Dari sembilan anaknya tersebut, hanya 3 yang perempuan dan sisanya   laki-laki. Kami semua juga diharuskan bersekolah di Madrasah, supaya   memiliki bekal agama yang kuat, dan minimal pendidikan kami setingkat   SMA. Masa-masa sulit ini menjadi bertambah sulit karena wafatnya bapak.&lt;br /&gt;Melihat kondisi keluarga yang mulai diambang kehancuran, ibu pun  mengambil langkah sigap. Ibu membuka kursus menjahit dan bordir, serta  berjualan hasil karyanya. Dalam semalam, bisa menghasilkan 5-10 buah  kerudung bordiran yang siap pakai. Pagi harinya, ibu menjual hasil  karyanya di pasar-pasar. Selain itu juga membuka usaha persewaan semua  perlengkapan hajatan, mulai tenda, meja, kursi, piring, gelas dan  laian-lain. Modalnya, dari menyisihkan hasil jualan kerudung dan baju.&lt;br /&gt;Masa-masa sulit kami lewati dengan bersemangat. Kakak perempuanku  menyelesaikan kuliah dengan biaya seadanya, serta sambil memberikan les  privat, kemudian ikut suaminya merantau ke pulau Andalas dan berprofesi  sebagai PNS. Kakakku yang kedua, laki-laki,&amp;nbsp; setelah menamatkan MA (SMA)  kemudian mengabil kursus olahraga (KGO) selama 3 bulan, setelah lulus  langsung diangkat sebagai guru SD. Adiknya, laki-laki tidak mau  melanjutkan sekolah setelah tamat MA, dia lebih suka membantu ibu  mencari nafkah dengan berdagang sandal dan sepatu di pasar dan sukses  memilik tiga kios dan berhektar-hektar kebun jati. Anak yang nomer&amp;nbsp;  empat, setelah menyelesaikan MA, mengabdikan ilmunya di almamater  sebagai tenaga tata usaha. Selanjutnya anak nomer lima ingin memperdalam  pelajaran agama, maka diapun belajar di pesantren dan menghafalkan  Al-Qur’an. Selanjutnya, berturut-turut nomer 6, sarjana dan sekarang  sudah menjadi paniter. Anak ke tujuh, perempuan belajar di pesantren dan  menghafalkan Al-Qur’an pula. Anak ke delapan menyelesaikan S1 dan  sekarang mengajar di MA. Si bungsu,&amp;nbsp; setelah menyelesaikan S1, memilih  menjadi wiraswasta yang sukses.&lt;br /&gt;Ketika mengantarkan anak-anaknya melanjutkan jenjang pendidikan, ibu  selalu berpesan: “Jika memang mau bersekolah yang tinggi, harus rajin  dan mau bersusah payah. Tak mungkin ibu sanggup memberikan bekal yang  besar, maka kamu harus menerima apa adanya.”&lt;br /&gt;Adalagi kata-kata bijak ibu yang selalu terngiang setiap saat, ” karena  ibu hanya orang bodoh dan tidak punya harta benda, maka ibu hanya dapat  memberikan warisan ilmu, sebab ilmu lah yang dapat menjaga kalian hingga  akhir nanti.”&lt;br /&gt;Inilah potret kartini masa kini, dengan semangat baja mengantarkan sembilan anaknya mencapai cita-citanya.&lt;br /&gt;Kami sangat menghormati beliau, dan kami bangga menjadi anak-anak  belaiu. Bagi kami, surga memang benar-benar berada di telapak kaki ibu.  Semoga dapat mengispirasi kita untuk menjadi orang tua yang baik.&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Love You Mom&lt;br /&gt;&lt;img alt="13025747741898802147" class="alignnone size-full wp-image-101606" height="83" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/04/13025747741898802147.png" title="13025747741898802147" width="102" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-1651059290597749012?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/1651059290597749012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/love-you-mom-renungan-hari-kartini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1651059290597749012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1651059290597749012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/love-you-mom-renungan-hari-kartini.html' title='Love You Mom, Renungan Hari Kartini'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-1122430770776989481</id><published>2011-05-01T08:56:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:21:50.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nostalgia'/><title type='text'>Nostalgia Senja di Jogjakarta</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;Siang sedang beranjak menuju sore, gelap pun  mulai menyapa. Saat aku mulai selesai mandi sore, tiba-tiba saja  sahabatku datang untuk mengajak jalan-jalan sore, keliling kota Jogja.&lt;br /&gt;“Emang mau jalan kemana?” tanyaku&lt;br /&gt;“Aku mau membeli aksesoris motor.” jawabnya dengan santai&lt;br /&gt;Meskipun dia perempuan, tapi sahabatku ini sangat tomboy…. olahraganya  pencak silat, bajunya T-shirt dan celana jins, rambutnya pendek, wah  tampilan persis cowok deh.&lt;br /&gt;(aku dan sahabat, dok. pribadi)&lt;br /&gt;“Kamu tau tempatnya?” agak sangsi aku bertanya&lt;br /&gt;Kami berdua sama-sama bukan asli jogja, jadi wajar kalo aku agak kuatir  dia salah jalan. Apalagi baru dua minggu ini dia dapat kiriman sepeda  motor dari ortunya.&amp;nbsp; Selama ini, kalo jalan-jalan pasti naik bis atau  benar-benar jalan kaki. hehehe…..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Tenang, aku dah dapat peta jalan-jalan di Jogja kok.” Katanya dengan yakin&lt;br /&gt;“Oke deh, tapi cari makan dulu ya…. aku laper nih, belum makan dari tadi siang…”&lt;br /&gt;“Nah, urusan makan, kamu yang tau tempat yang sip kan?” sahutnya&lt;br /&gt;“Tapi jangan protes ya… kamu mungkin ga pernah makan ditempat ini, tapi pasti kamu ingin balik lagi nantinya.”&lt;br /&gt;“Awas, jangn yang aneh-aneh lho!” Dia agak kuatir dengan tempat&amp;nbsp; makan yang kupilih&lt;br /&gt;“Sip…………..”&lt;br /&gt;Setelah berganti baju dan memakai atribut bermotor lengkap (helm, jaket,  kaos kaki, sarung tangan, masker dan kaca mata), kamipun melaju ke arah  jalan raya. sampai di perempatan gang Guru, kami berbelok ke arah kiri.  Kalo ke kanan, ntar dimarahi pengendara lain, kan jalurnya dah dibagi  dua. hehehehe…&lt;br /&gt;Setelah kira-kira&amp;nbsp; empat kilo dari gang Guru, kami sampai di tempat tujuan. Warung angkringan spesial depan Kanisius.&lt;br /&gt;“Berhenti di depan ya, tuh warung yang rame itu.” kataku&lt;br /&gt;“Kok disini, emang enak? ini kan angringan?” sambil ngomel-ngomel, dia mencari tempat parkir yang sudah penuh&lt;br /&gt;” Santai aja, ntar kamu tau sendiri kenapa tempat ini rame.” katakku sambil tersenyum&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, kami memesan nasi lengkap, yaitu nasi plus sambal  goreng teri dan tumis kacang panjang taoge, memesan dua gelas es jeruk,  serta mengambil sepiring mendoan yang masing panas, kamipun berusaha  menemukan tempat yang pas untuk duduk. Setelah liat kanan kiri, depan  belakang, akhirnya kami mendapat tempat duduk diserambi toko.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/11/angkringan1-300x214.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="214" src="http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2009/11/angkringan1-300x214.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Angkringan jogja, remang-remang dari cahaya lampu teplok. dok. bisnis ukm.com)&lt;br /&gt;Sambil menunggu pesanan datang, kami mengobrol sambil makan mednoan.  Tiga puluh menit kemudian, tampak cewek-cewek cantik dengan kaos ketat  dan celana atau rok menghampiri kami, membawa pesanan kami. Bagi  pengunjung yang tidak sabar menunggu, biasanya lanngsung mengambil nasi  bungkus didepan penjual.&lt;br /&gt;“O… ini penyebabnya angkringan ini jadi rame banget.” kata sahabatku sambil melirik mbak-mbak yang melayani kami&lt;br /&gt;” Yup, salah satu trik marketing sudah dijalankan pemilik angkringan ini.” sahutku&lt;br /&gt;Dengan hanya bermodal Rp. 10.000,00 kami berdua cukup kenyang untuk melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/museum-and-monument/80x80.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="230" src="http://www.yogyes.com/en/yogyakarta-tourism-object/museum-and-monument/80x80.jpg" width="230" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Tugu jogja, merupakan simbol pusatnya kota Jogja. dok.Yogyes.com)&lt;br /&gt;Selanjutnya, kami terus kearah utara, hingga sampai di pertigaan ring  road, kemudian menyusuri ringroad sampe ke perempatan Kentungan,  kemudian menuju ke arah Tugu Jogja, berbelok ke arah jalan P.  Mangkubumi. Ternyata, sepanjang jalan sudah rame oleh pedagang kaki lima  atau istilahnya pedagang klitikan. Berbagai macam barang dijual disini,  mulai dari aksesoris motor dan mobil,sepatu, sandal,&amp;nbsp; baju,&amp;nbsp; sampai Hp,  laptop, bahkan mesin ketik tangan juga masih bisa ditemui. Ramai  banget. Hanya diterangi oleh lampu-lampu dari toko yang telah tutup  dengan dibantu oleh lampu patromaks, transaksi pun berjalan dengan seru.&lt;br /&gt;Sahabatku mencari lampu belakang untuk motornya. Setelah tawar-menawar,  akhirnya lampu belakang kristal berpindang tangan dengan harga sepertiga  dari harga toko.&lt;br /&gt;Kami pun melanjutkan perjalanan pulang, setelah membeli durian monthong  yang aromanya sangat mengganggu sejak menyusuri jalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-1122430770776989481?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/1122430770776989481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/nostalgia-senja-di-jogjakarta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1122430770776989481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/1122430770776989481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/nostalgia-senja-di-jogjakarta.html' title='Nostalgia Senja di Jogjakarta'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-8500112245326758278</id><published>2011-05-01T08:55:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:23:05.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Sekelumit Catatan Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>Hampir&amp;nbsp; setiap malam pada bulan ini aku mengikuti acara pembacaan   puisi-puisi cinta untuk Nabi. Benar-benar indah. Apalagi dibaca dengan  nada-nada yang  syahdu. Jadi semakin indah saja (walo kata misua  syairnya jadi lucu).  Mungkin ada sebagian yang protes, kok menyanjung  Rasul SAW setinggi lagit,  apa tidak mengada-ada? walaupun Muhammad SAW  tidak minta di sanjung, Beliau  sudah menempati tempat yang tinggi, baik  di sisi Allah maupun di hati  umatnya kan? Benar memang, bahwa Muhammad  SAW tidak minta disanjung, dan  juga tidak mengharapkan sanjungan.  Momen kelahiran Beliau pada   bulan Rabiul Awal ini, bisa mengingatkan  kita kembali untuk menyadari  bahwa Muhammad SAW mengajarkan kita pada  kebaikan, kebajikan, toleransi dan juga cinta kasih. Banyak kisah  teladan  yang bisa kita ambil manfaatnya dari kehidupan Muhammad SAW.  Tentang  toleransi pada umat beragama lain, kasih sayang pada semua  mahluk hidup,  kejujuran, pantang menyerah, sopan santun, menuntut ilmu,  berpolitik,  kesehatan, mencari rejeki dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Banyak hal bisa kita teladani dari Muhammad SAW…..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/00/Mehmooni2.jpg/240px-Mehmooni2.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="234" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/00/Mehmooni2.jpg/240px-Mehmooni2.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada saat berjanjen (istilah di kampung untuk membaca karya Imam Burdah,  kalo tidak salah),&lt;br /&gt;Aku paling suka pada syair:&lt;br /&gt;“Tholaal badru alaina..&lt;br /&gt;Min tsaniyatil wada…….&lt;br /&gt;Wa jaba syukru alaina..&lt;br /&gt;Ma daallillahi da….”&lt;br /&gt;(walo kurang tau artinya, jadi nyentuh di hati)&lt;br /&gt;Mungkin jika dikota-kota besar atau di negara lain tidak ada acara  seperti dzibaan  ini. Tapi di kampungku masih ada. Bahkan setiap malam  diadakan acara  ini, sampe tanggal 12 nanti, dan tidak hanya satu ronde,  bisa dua atau tiga  ronde untuk pembacaan burdah.&lt;br /&gt;Adakah dampak positifnya?&lt;br /&gt;Banyak sekali….&lt;br /&gt;Minimal, mengingatkan kita akan kelahiran utusan Allah yang memberikan   petunjuk dalam mengarungi kehidupan. Ada lagi dampak positifnya, karena   diadakan secara berkeliling, kita jadi bersilaturrahmi dengan tetangga.   Yang paling ajaib dari bulan ini, tetanggaku yang semula bermusuhan,   jadi akur. Mereka duduk dalam satu ruang, satu tikar dan satu semangat,   mengenang kelahiran Muhammad SAW…. tuh kan, indah banget…&lt;br /&gt;Nah teman2, jika sesuatu yang baru(dzibaan) itu banyak memberikan kebaikan dari  pada kejelekan, kenapa tidak kita lakukan…&lt;br /&gt;Selamat Hari Maulid Nabi, semoga kita bisa meneladani dan mengikuti  jejak kehidupan Beliau….&lt;br /&gt;Salam damai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-8500112245326758278?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/8500112245326758278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/sekelumit-catatan-tentang-maulid-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8500112245326758278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8500112245326758278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/sekelumit-catatan-tentang-maulid-nabi.html' title='Sekelumit Catatan Tentang Maulid Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-8314420939707575309</id><published>2011-05-01T08:54:00.003+07:00</published><updated>2011-05-02T15:15:51.442+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Untuk Mesir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Mentari memancar terik&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bergegas ku cari langit biru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Disudut kota tampak kelam&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Pengap dengan bara dan asap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Hingga langit tak jadi biru&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kelabu, menghitam layu&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sementara………&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Desingan peluru menyambar&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tepat mengenai dada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Darah bercecer diatas luka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Meradang, merintih, menjerit, meratap….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Ambruk menghujam tanah….&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tanah berpasir makin merah&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Negeri sejuta menara merana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bergulat mencari asa&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kawan berpaling muka&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Menyimpan sesal di dada&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kenapa terjadi bencana&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tanpa banyak bicara&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Doa kami, semoga tak ada duka lagi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Langit biru kembali&amp;nbsp; di negeri piramida&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Amin&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.google.com/images?q=tbn:AUBAzHUCs_2GcM::1.bp.blogspot.com/_SQzsfG-C-8M/SlPq3CYvZJI/AAAAAAAAAUU/XL6ZVovKO1Q/s1600/Mesir&amp;amp;t=1&amp;amp;h=78&amp;amp;w=108&amp;amp;usg=__2rJpFWgY_d6hKcntqZNi2xg1Or4="&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="109" src="http://www.google.com/images?q=tbn:AUBAzHUCs_2GcM::1.bp.blogspot.com/_SQzsfG-C-8M/SlPq3CYvZJI/AAAAAAAAAUU/XL6ZVovKO1Q/s1600/Mesir&amp;amp;t=1&amp;amp;h=78&amp;amp;w=108&amp;amp;usg=__2rJpFWgY_d6hKcntqZNi2xg1Or4=" width="152" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;gbr dr mbah google&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-8314420939707575309?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/8314420939707575309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/untuk-mesir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8314420939707575309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/8314420939707575309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/untuk-mesir.html' title='Untuk Mesir'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-5123882653329635291</id><published>2011-05-01T08:54:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:25:41.578+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Bingung</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.google.com/images?q=tbn:CcsSHpxd5Y1jBM::3.bp.blogspot.com/_SDEH7AHcWM4/TRxRv7EE4wI/AAAAAAAAABU/J9ADBkK9Nek/s1600/pacaran.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=78&amp;amp;w=78&amp;amp;usg=__nVUtz29cW-X1CyW558JR1CGpBa8="&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="157" src="http://www.google.com/images?q=tbn:CcsSHpxd5Y1jBM::3.bp.blogspot.com/_SDEH7AHcWM4/TRxRv7EE4wI/AAAAAAAAABU/J9ADBkK9Nek/s1600/pacaran.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=78&amp;amp;w=78&amp;amp;usg=__nVUtz29cW-X1CyW558JR1CGpBa8=" width="190" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;(Mbah google) &lt;br /&gt;Semilir angin membelai lembut rambut lebatmu. Dengan bermuram muka kamu menguraikan masalah yang sedang menimpamu.&lt;br /&gt;“Aku bingung….”&lt;br /&gt;“Bingung kenapa?”&lt;br /&gt;“Kemarin ada dua cowok yang datang kerumah. Memang tidak bersamaan, tapi  kedatangan mereka sudah cukup membuat aku repot.” katamu lebih lanjut&lt;br /&gt;“Memangnya kenapa dengan mereka?” tanyaku&lt;br /&gt;“Mereka berdua berniat melamarku….” jawabmu dengan murung&lt;br /&gt;“Kenapa jadi sedih? kamu tinggal memilih saja, mana yang lebih cocok.  Bukankah kamu juga sudah didesak orang tuamu untuk segera menikah?”&lt;br /&gt;“Betul….” jawabmu tanpa minat&lt;br /&gt;“Lalu kenapa jadi bingung?” kataku tak kunjung mengerti.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang susah jika usia sudah mencapai kepala tiga, tetapi belum ada yang  mengajak menikah, menjadi dilema tersendiri. Apalagi untuk kami yang  tinggal di desa. Pandangan masyarakat menjadi sinis pada gadis yang  telah berumur tapi belum menikah. Hal itu pula yang sedang menimpa  sahabatku ini. Dia tidaklah jelek, dengan kulit putih, wajah yang ayu,  cerdas serta tinggi semampai, maka seharusnya tidak sulit untuk  menemukan calon pendamping. Nyatanya, sampai berumur lebih dari 30  tahun, belum berumah tangga.&lt;br /&gt;“Masalahnya, aku masih teringat dengan pacarku. Kami sempat berjanji  untuk saling setia, tapi hingga saat ini, dia tak pernah kirim kabar.”  katanya dengan sedih&lt;br /&gt;“Apa kelebihan pacarmu yang tak tau diri itu? kasihan orang tua kamu.  Mereka sudah mulai sakit-sakitan. Jangan sampai karena menunggu pacar  yang tak jelas, kamu akan menyesal kemudian. Siapa tahu, salah satu dari  mereka berdua memang jodohmu.” kataku memberi nasehat&lt;br /&gt;“Aku masih ragu…” katanya dengan lirih&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu ragu?”&lt;br /&gt;“Dua-duanya tidak sesuai dengan harapanku.”&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan orang tuamu?” tanyaku lebih lanjut&lt;br /&gt;“Ibuku terserah padaku saja, beda dengan ayah, dia memaksaku menerima  Andi, karena ayahnya teman kerja ayahku.” katanya makin sedih&lt;br /&gt;Ayahnya memang sangat keras dalam mendidik anak-anaknya. Bahkan adiknya  yang laki-laki juga tidak berani menentang kemauan ayahnya. ” Jam malam”  juga berlaku dikeluarganya, yaitu setelah jam sembilan malam dilarang  keluar rumah, kecuali untuk hal hal yang sangat penting, dan didampingi  oleh sang ayah. Larangan sang ayah menyebabkan temanku ini agak sulit  untuk bergaul. Teman dekatnya hanya hitungan jari, termasuk aku salah  satunya. Sikap keras sang ayah sering menuai protes anak-anaknya,  termasuk temanku ini. Dia pernah melarikan diri, dan menginap di rumahku  selama seminggu. Setelah dibujuk oleh ibuku, barulah dia mau pulang.  Orang tuanya sudah angkat tangan dengan sifat keras kepalanya. Agaknya,  sifat keras kepalanya ini merupakan warisan dari ayahnya. Masalahnya  hanya sepele, dia tidak mau kuliah pada jurusan yang dipilhkan ayahnya,  yaitu menejemen. Dia ingin kuliah di jurusan IT, karena ayahnya tidak  mau mengalah, kabur menjadi solusi yang diambil. Akhirnya ayahnya  merestui pilihan yang diambil putrinya.&lt;br /&gt;bersambung aja &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3830196505518506450-5123882653329635291?l=diahchamidiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/feeds/5123882653329635291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/bingung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/5123882653329635291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3830196505518506450/posts/default/5123882653329635291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://diahchamidiyah.blogspot.com/2011/04/bingung.html' title='Bingung'/><author><name>Chamidiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02684105452837534954</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-s0alx8E6TEw/TcOxqBnAzHI/AAAAAAAAABE/uGUfvchcyTg/s220/Snapshot_20101118_2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3830196505518506450.post-2596982464245091453</id><published>2011-05-01T08:53:00.001+07:00</published><updated>2011-05-14T10:28:27.077+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner'/><title type='text'>Resep Koeweh-koeweh Tempo Doeloe</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;setelah sebelumnya pernah memposting tulisan  tentang Koeweh koeweh tempo doeloe, maka sekarang saya mencoba  menuliskan resepnya. Semoga saja bermanfaat….&lt;br /&gt;1.&lt;strong&gt; &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Nagasari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://www.google.com/images?q=tbn:C7SIf5Hu-KzriM::4.bp.blogspot.com/_cAcOF9zKv-M/TRFQKaic2aI/AAAAAAAAA5s/vdz5Cb_zDcM/s1600/nagasari.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=78&amp;amp;w=91&amp;amp;usg=__aq1eNSaEPzJepdLyHRCW3sr9jO0="&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="78" src="http://www.google.com/images?q=tbn:C7SIf5Hu-KzriM::4.bp.blogspot.com/_cAcOF9zKv-M/TRFQKaic2aI/AAAAAAAAA5s/vdz5Cb_zDcM/s1600/nagasari.jpg&amp;amp;t=1&amp;amp;h=78&amp;amp;w=91&amp;amp;usg=__aq1eNSaEPzJepdLyHRCW3sr9jO0=" width="91" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Bahan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1/4 kg tepung beras,&amp;nbsp; 150 ml santan kental matang yg masih hangat, 5  buah pisang (pisang raja, pisang tanduk, atau pisang kepok), 1 lbr daun  pandan, garam secukupnya, daun pisang untuk membungkus, dan lidi&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Cara membuat:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;aduk tepung beras dengan santan, garamdan daun pandan, potong-potong  pisang sesuai selera, ambil satu potong pisang dan adonan, bungkus  dengan daun pisang dan semat dengan lidi, kemudian kukus selama 30  menit.&amp;nbsp; Angkat dan dinginkan.&lt;br /&gt;Nagasari siap untuk disantap.&lt;br /&gt;2. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Lemper&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=""&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="107" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCABOAGgDASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAgMBAQEAAAAAAAAAAAAABQYDBAcAAgH/xAA9EAACAQMCAwYDBQYEBwAAAAABAgMABBEFIQYSMRMiQVFhcRSBkSMyUqGxBxUzQtHhFmKS8ENTcoKiwfH/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAgMBBAX/xAAeEQADAAIDAQEBAAAAAAAAAAAAAQIDERIhMRNBUf/aAAwDAQACEQMRAD8AEvbXFgqRahE6Bh9lL1Vh6EbH/Ypk0CRLCF55MAOeUjqGH/qlWC4nhDCCWSNWG6Bu6fcdKrXd1O64eRmAGAOgUeAA8qlOZQ9nmoY+LuILSBWSCXnlI5Sq+WfH1G9Il3rF5dnleZlUDYLtvUd1EXJJy2fMVWZCp3FF5Xb2YzTdAuw0MTZ+8Afypw0+5IAIkYZ8mNZJw7qZjQQPjuHb2p40nWIwQHx7mpSmqOyL2jQ7W5YdXY+5ojBKXPeY4PrSxaX0cqgow+VFobtETLsFHmTiu5LaN5BO5P2YAO/tmo40k/Ev+j+9QxzdsAVOVHiOlWkZUHM7BR5scUeINkbxy/jT/Sf60l8cFjpNrG7AiW5jGAMefrTJ/iKzmtO3i5uXfHMOU5BxgjqDn0pZ40ik1Cz0+CzCyMJCWBcDAC4GxqVZJ4tbKzL2VrOF4ZwQsc0pYYBmKYQkFjk+ZA2rq+6bpt5YzxF2hUFCjyDLeOQQnTcKgx4fr1c2PNxnTQ7ivxmcqAwBjIPsaimQgd5SKK6hwdf2Fq1xNui4zyHJGfGgy2krZZbp0CjOzbn5UZJp9M8zi0QSQ5XYjbyqBrYtvy7UY07SXlmT4rVZVhz3gIUd/wA8UZ14aDp0EUFiJru6kQOZpmCrGM9OVQBn0zt60TjevQc9CWkLwXCScrAA5OB4U36ZYXFwEaIhgRkEHaoNPaF0DGOMsp2DIDn5HrV6TWrq4s7r92QC3mQd9VjA7gO/L4DqOnh0p9DS1I06akVoUhubmFJfws2/0oJ+0nVJbaaysIZMR8nbsynIYkkAfQH60pW947sDJLIoB37NsE/UUct7i1u7zspYla2eEK4kOWYg7Enz9sVZU9aB1taR90njC7to0j5t875zuvj4im2x4mj1W2mWW2ISJTIgjlzkgHGQem/uKQtT0BLMtJZXfaxn+RtmX0z0/SqNlevaXStkho2z5fKjk/AinL7NBiuV1CD4eC6WB2A5HPVm6b/T86O3k9raJDLOyryxhWGyrzY3HpuDSJIWuLVZbMdiXGfukofX+4qtqNtqWqxCae8d39e8o9MDce9cvza3tnZOZPwZpeIbE3Kxwso727eHXz8dq6lLS4jp8pGo2CTRuuEcODjyx866oVgbfRSc/XbHi81Bu98TNgY/hrjP0FZ1rU7XF0Z4QkaP9wKuMD1x4174k174FXtbFs3J/iT9eQ+S+vrQrTblruxXtWzIh3Pia9G0mefVbRasIJspcvOxaKRWCoeUHHn86L39smrRfaFIplJaMouAD5H0qiF5Ldd8c2MgeNMWl6ZqF0oNtaSMh8eTb6moqX4YlsUrV3V2glJidDyvjrn0ovZ2tvM6xu0kiMe8jOSCfOiPFHDF9BB8e9rIjLgSMBsw8CabOA+Eo3tY77Ul5uYZjhOwx5nz9qbRsw29ClqvDfaxCbT07KYDdM7PVjgfhqa/vjPfQMlvbtyuH2y3gK1qHTbUNITaRx5J6AEY8/Shun6eNH1ee2iY/BXSdsiHcRuDhgPQ5B+tUSKLE09sKw6dZxWnw4giMbDBUqMGsf4o4UKcVpaQoyxyzAKQOqNvkewDD5e1bJcTJbW7SkgRp3iScBR4k0rcU6nYQ6nYOWaS85ikSwjmIRgCWPpkChrZTJMtBm3s7NbBIZoERFAAVlxgdMUg8W6Vb6VrkUGmjsDcI0pRAQFIPUeWcnp5Ua1viXVFtiINPKoo700oB38MDIPX0NL0rXMl3DeaiS97Cv2vIMCMEEKpA28ST7iivBeSbSRWu0W4iLuoDEkSDGz4/m9DXV15cC4kZv5QpXm889T9Nh711JKeilcdmf6dZC8uZVnJDLnIPnViztDBqLW0a7SHug+NH5bCMy9uFKS/iHj71CYJRdxToFLxnyq1dnHMGgcCaFaiS8+Lghmnt5QkchXIHdycZp3WRY3ECxMj9S3LsfnQ7Rp7OOwjbBjkkXnfbdmPU16W/VXPfPNzEK2PCsS6OmUpCVyYLy0mikUSwuhRh5jxFAeFOIbS+torIXKC6hVUdWwCcbfXapdS1R47OcWtqLidlIUc3KpPqaSeHeFo55Vur888obmC+RzRoKp8lo1osqgZIGTjc9aRNdjm1rWJA1xJDb2+YlWI/wATfck48/0o0Cg5EfmbkORztnH1qkYrmS9Zra2PIx7xHeH9qdSbb5dEkkT/AAIgE08yMOU9rKTkUAvLGC0vBcQW6iYDBVT94efpTJcX1lpy4v7q0tz4rJKOb5KMmlnVOLdAtwzw2019IwzsOyQ/Xf8AKjSFrjrskklvdShCQD4bw7SQb/8Ab6+tBdb/AHfw9ZSR31wwlYZZH3kf2TwHq31qHV+MdRkR4rIR2EfJuLZcNn/rO/0xSVrETyhTIWZyqgk7ljt1NDaXpGr/AIXZ9Slu7xE5Oyt0lTCA7sM9WP8AvFdX2aERzscb86frXVF0L2D4tQ1ux/hXUhQf8wBx+dXoeN9UiwtxY2NwP80GCfpRm904xtiQo2+AB0qpPYRwOByhpCNj4Ckdp+gnS8ZPD+0ydAFk0eInp9nOwqzH+0kyN3dGbmA3PxJ2/KhQ02EydmAOZt2cj9K+PaQDEUcYVRufM0bQ31yf0JSftFumUmLSwF6ZMx/pUR431VCBHZ20e2WyWPKPXcVVjtowgl5F8kH4fWvEdssjnm3Ve8w/Ef6U6tGO7frCK8W8QvFzdrDAW+7yQDIHnk5qK6v9avI1jutQu5Wk6IZCAPTA2r3ZwLJI0jAFUGcevhU8Mf2TXJOWYlE/yjxrfoxe3+g57Xvi3j2Ud0H9TXx4O3uY4wCEDf8AiKKwwfYvKSMseRfTzqS1tlFnLP8Azk8g9B/9rObYaQHeAzEKdg7hflXm9g55woH3pABRqCBS7sf+Gu3udq829t2t5uR9kpf3NK2MgRdIWuiqjJaUYHnXUQs7ftdSgViO7mT6V1Ls0//Z" width="126" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Bahan:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1/4 kg beras ketan, 4 gelas santan, 2 lbr daun salam, garam secukupnya. Daun pisang untuk membungkus&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Isi:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1 kelapa diparut kasar, bumbui dengan: bawang, ebi, ketumbar, daun  jeruk, dan garam (dihaluskan). Sangrai kelapa parut dengan bumbu sampai  kering. Namanya srundeng&lt;br /&gt;kalo ga mau ribet, beli aja abon sapi atau ayam :D&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Cara membuat:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;kukus beras ketan selama 15 menit, rendam dengan santan dan daun salam  sampai kering, kukus kembali beras ketan yang telah direndam santan  selama 15 menit. Buat&amp;nbsp; bulatan, isi ditengahnya dengan abon atau  srundeng, bungkus dengan daun pisang. Bisa langsung dihidangkan atau  dikukus kembali selama 15 menit.&lt;br /&gt;Hem sedap……..&lt;br /&gt;3. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Bikang atau Cara Bikang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://arianimartini.files.wordpress.com/2008/06/cimg2594.jpg?w=300&amp;amp;h=225"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="225" src="http://arianimartini.files.wordpress.com/2008/06/cimg2594.jpg?w=300&amp;amp;h=225" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Bahan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;a. 350 gr tepung beras&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;b. 2 sdm terigu&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;c. 900 ml santan kental&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;d. 125 gr gula pasir&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;e. Garam secukupnya&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;f. Pewarna kue hijau&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;g. Areh/santan kental 50 ml,direbus&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Caranya:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;1.Ambil 200 ml santan, campur dengan 2 sdm tepung   beras hingga larut. Masak di api kecil sambil di aduk-aduk hingga   mendidih, angkat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;2.Tuang ke dalam mangkok besar ,tambahkan  gula,  garam, terigu, dan sisa tepung beras. Aduk hingga rata sambil tuangi   sisa santan hingga menjadi adonan yang licin.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;3. Pukul-pukul adonan dengan telapak tangan selam sekitar 30 mnt hingga adonan mulur dan ringan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;4. Tuangi sisa santan , aduk hingga rata. Diamkan adonan selama 1 jam. Ambil sedikit adonan beri warna.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;5. Panaskan cetakan cara bikang diatas api sedang,   tuang adoanan kedalam tiap lubang cetakan hingga hamper penuh. Tetesi   sedikit adonan berwarna hijau. Masak hingga matang. Tetesi permukaanya  dengan  sedikit areh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;6. Angkat kue dengan mencungkil bagian bawahnya hingga kue merekah, angkat. Cara bikang siap dihidangkan&lt;/div&gt;&lt;h4&gt;4. Bolu kukus&lt;/h4&gt;&lt;a href="http://img528.imageshack.us/img528/8089/bolukukus.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="158" src="http://img528.imageshack.us/img528/8089/bolukukus.jpg" width="189" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Bahan-b&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;aha&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;n y&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;ang d&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;i gunakan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- 1 sdm emulsifier (ditoko kue ada)&lt;br /&gt;- 500 gram gula pasir&lt;br /&gt;- kemaren pake fanta yg ichigo)&lt;br /&gt;- 6 butir telur&lt;br /&gt;- 200 cc santan kara (90 ml air hangat+4 sdm penuh santan bubuk– ini utk 1/2 resep)&lt;br /&gt;- 200 cc sprite (&lt;br /&gt;- vanili secukupnya&lt;br /&gt;- pasta coklat/pandan/strawberi&lt;br /&gt;- 500 gram terigu&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Cara membuatnya tidak terlalu sulit kalau menurut saya:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Panaskan kukusan, beri serbet pada tutup kukusan&lt;br /&gt;2. Campur semua bahan dan mikser dengan kecepatan tinggi selama 10 menit&lt;br /&gt;3. Beri warna sesuai selera&lt;br /&gt;4. Isi adonan ke cetakan berselang seling&lt;br /&gt;5. Kukus lebih kurang 10-15 menit&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Tips khusus agar kue lebih mekar :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Kocok adonan sampai kental, ciri adonan kalau dituang pake sendok berat, lama baru jatuh kembali&lt;br /&gt;2. Isi cetakan sampai penuh, kalau nggak penuh adonan gak mau mekar karena ketekan dinding kertasnya&lt;br /&gt;3. Jangan terlalu penuh dandangnya, beri jarak antar cetakan supaya kuenya dapat banyak uap&lt;br /&gt;4. Masukkan adonan saat dandangnya sdh menghasilkan banyak uap dan pake api yg besar&lt;br /&gt;Selamat mencoba :D&lt;br /&gt;5. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Lapis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:SV4qUPrBb_H3PM:http://1.bp.blogspot.com/_BmDofu5IkyQ/SM-6ZqMx2FI/AAAAAAAAAK8/tNa1KWK3PJU/s320/lapis%2Bberas.bmp"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="88" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:SV4qUPrBb_H3PM:http://1.bp.blogspot.com/_BmDofu5IkyQ/SM-6ZqMx2FI/AAAAAAAAAK8/tNa1KWK3PJU/s320/lapis%2Bberas.bmp" width="116" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;bahan : &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;- 1600 ml santan&lt;br /&gt;- 5 lembar daun pandan&lt;br /&gt;- 1 sendok teh garam&lt;br /&gt;- 400 gram tepung beras&lt;br /&gt;- 200 gram tepung kanji/tapioka&lt;br /&gt;- 500 gram gula pasir&lt;br /&gt;- pasta pandan&lt;br /&gt;-pewarna makanan merah&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Cara membuat :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.  Didihkan santan, daun pandan, dan garam sambil diaduk. Kalau dirasa   terlalu kental, bisa dikasih air panas sedikit saja. Angkat lalu  saring.&lt;br /&gt;2. Campurkan tepung beras, kanji, dan gula pasir. Tuang santan hangat sedikit-sedikit sambil diuleni. Diamkan adonan 30 menit.&lt;br /&gt;3. Bagi adonan menjadi 3 bagian. Satu bagian ditambahkan warna hijau, satunya lagi warna merah&lt;br /&gt;dan sisanya dibiarkan putih.&lt;br /&gt;4. Panaskan loyang biasanya aku pake loyang bunder ukuran 26 lalu olesi&lt;br /&gt;minyak  goreng. Tuang dua sendok sayur adonan putih. Kukus selama 5  menit,  lapisi dengan satu sendok sayur adonan hijau kukus lagi 5 menit.  lapisi lagi dengan satu sendok sayur adonan merah&lt;br /&gt;5. Lakukan hal ini sampai adonan habis dan terakhir kukus lagi 45 menit.&lt;br /&gt;Tips setelah semua campuran tepung diuleni santan, kadang masih tersisa&lt;br /&gt;adonan  yg menggumpal, sebelum adonan dibagi tiga,..ambil saringan kecil  atau  saringan teh lalu aduk2 adonan untuk mengangkat gumpalan tepung  yg tidak  tercampur rata. Pasta pandan atau pewarna hijau bisa diganti  sama coklat  bubuk….atau pasta coklat.&amp;nbsp; Selama mengukus sebaiknya tutup  kukusan  dibungkus pakai serbet bersih&lt;br /&gt;supaya uap air tidak menetes ke  kue-nya. Kalau mau memotong, lapis  berasnya harus rada dingin dulu,…  lalu cara motongnya pisaunya diolesi  minya goreng dulu, atau dilapisi  plastik.kalau sudah dingin,… dipotong  biasa juga okeeeyyyy…..&lt;br /&gt;6.&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt; Bugis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href=""&gt;&lt;img alt="" class="alignnone" height="78" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCABOAGgDASIAAhEBAxEB/8QAGwAAAQUBAQAAAAAAAAAAAAAABgACAwQFBwH/xAA1EAACAQMDAgQBCgcBAAAAAAABAgMABBEFITESQQYTUWGRBxQiMjNxgaHR4RVCQ1KxwfAj/8QAGgEAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAgMBBAUABv/EACERAAMAAgEFAQEBAAAAAAAAAAABAgMREgQTMUFRISNx/9oADAMBAAIRAxEAPwAJMRPOKXlCrZjNeCL1rHds9BxRXjhMkiog+kxwKta9pz6TLEFPnI65OdsHvV/SLYfOBJkDp4J4HvXvjFHSWKF2LMq53HrVrFCeJ0zM6vPU5FMPwDsE8MzFQSrDbDDFXVt84zWcIlQFgAOw96fDK8H1JCB6dqVUfDsfWtflI1kgUdqlCADgVmprMcX24BA7rWpZT299D5ttIHUHB9QfcUDVStstRljJ4ZDICarSxZHFahiXuajdFHAoe40M4owZLIMeKaNOU8qK13Q52rwR45qO9X07tR8Mr+GxDlQaVapA4G9Kp7t/SO3HwfzS6TVjyvWnJGCyryScUlfr0izVKZbZveGre3jKy3JH0B1BeST+21DHiTUUvtRmnQARk9MYHoP15or1a7XRdAaNekXFwOkYGCM8t8K5tNMcliONh99atrjKxr0ecdO6dP2ezzgHC8LsP91SmuG4FNkkwNjVYt1NXTJw2Ry4JJxiiTwUrsl0oBIPS2w45FC7AscLXTPkh67e+nlMb/NvIZZH6SQDkEf4NRnX89DMN8b2NYAbHmon34ro91qOnzqQ1kku/wDUQcev7Vi3On2Vy7FLERDY5jcjAx8DWc5XpmhPUp+UBjqSfSo2Kjnc+1bc+gu8mIXYAgkCQfpVKbQ76JeoQmTnIjHUVA9RQJDllivZm+Z/avxpVL5RUkMNxyKVSGb9hoN5fAMI/LjP9STYfgOTVk6TFBrEFnbO00qJ5kjMMDJ4AH4fnRhPII43kkbCIpZiewFA0mrPp+m6hrDtie5YrDnkE8fAYqz02Ndzb9Gb1PU3U6+gr4w1J5tUliLgiEmPIbIJB33ocnlPSFz702aXrkLMc75NVWYs1XUtvZTHMTimFsCkSc4qN8k7USRwTfJ/psWp6303FotxDGvW/WxCoM9wOc8Y/HfGK67NqFvbr80jhjVUTZI9lUY7AegrnvyVRqv8QZv5gi/gMn/dGaaRm7+crHLnBZAzjHcYPr+/tWb1OWnk4yNxNb0yNZ5CqqRgdXTnp29v+9qmnu4FUQs3VNuCc7AjkCndVsriCTzWknTJjDZK4xjODsf0pkFjbyRXJtA8t3IGZPNcnpPP/E70hT62XE5RWMjRRCQtIckBABtmplvIhIjlpEbAw0b9OD2z68mql6lzpMEVs6PIAQ2UGcEjjbfaq9pbSrK8t1hIpD1lG+sTv+veh3xItzrbCq0On64rw3tvC9wnJ6cEj1BG/wB9KsKyvFTV7WRAqIrhSc9jsf8ANKnY7ml+iFdemafiqZxax2UH2ly2D7KOf9fnXLvFuprcSx2sBUwW4Kqw/mPc/HP4UWeLtVy9zOr48wmCE5xhB9Zvx3rms7GV2cjGTsK0Mc8Z/wBK9PlRAdwccmkIwq5JyxqRVApAPIwESlj+
